Tampilkan postingan dengan label Honda Mega Pro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Honda Mega Pro. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Maret 2011

Mega Pro jadi Lebih Jantan


Bikers Indonesia. 5 Maret 2011 - Mengubah Honda Mega Pro yang bergenre sport menjadi model perpaduan trail dan supermoto bukan pekerjaan sulit bagi pemodifikasi. Apalagi buat Agung Nugroho, punggawa One Brutalle Modification dari Banjarnegara, ketika mengubah Honda dengan mengacu pada Ducati Hypermotard.

Di sini, wawan, sapaan karib Agung, coba menonjolkan guratan bodi motor asal Negeri Pizza yang memiliki nilai artistik itu. Tangki bahan bakar pun dicomot dari Honda Revo. Selain bentuknya yang pas, tangki itu juga memiliki dudukan baut sayap dan bisa langsung difungsikan.

Berarti, niat Wawan memasang sayap baru di tangki tidak menemui kesulitan. Sekalian lampu sein juga menempel pada shroud meski di Hypermotard aslinya tidak ada.

Karena Mustangin, sang pemilik motor, yang pengusaha sapi asal Wonosobo ini suka turing,shockbreaker depan dipakai variasi upside down. Meski buatan lokal, dalamnya diganti dan diolah jadi necis. Komponen lokal lainnya tampak digunakan pada lengan ayun (swing arm).

Paling susah, kenang Wawan, saat pemasangan shockbreaker belakang. Sempat dicoba dengan sudut tegak, tetapi kompresinya enggak enak walau secara tampilan bagus. Akhirnya, sudut ditambah lebih miring 15 derajat serta diakali dengan sistem uni track.
"Dipastikan lebih enak," ujar Wawan meyakinkan.

sumber : motorplus

Sabtu, 19 Februari 2011

Modif Mega Pro Hypermoto Special Turing

Bikers Indonesia. 20 Februari 2011 - Bentuk visual apik dan fungsi menjadi konsep utama Agung Nugroho Setyawan dalam merangkai modifikasi Honda Mega Pro. Punggawa One Brutalle Modification (OBM), Banjarnegara ini mengaplikasi konsep Ducati Hypermotard sebagai acuan.

Hypermotard secara desain mirip dengan supermoto. Namun motard biasanya lebih gede. Oleh modifikator beken disapa Wawan ini, coba ditonjolkan guratan bodi yang memiliki nilai artistik ala negeri Pizza, Italia. Tapi, untuk tangki dia malah comot dari Tiger Revo.
  
"Sebab secara bentuk pas. Tidak terlalu kecil dan juga tidak kedodoran. Asyiknya lagi, tangki Revo juga memiliki dudukan baut sayap tangki dan langsung bisa difungsikan," jelas ayah satu putri. 

Perhitungannya tepat, tangki ini punya dua dudukan sayap orisinal, tentu saja aplikasi untuk pemasangan sayap baru tidak mengalami kesulitan. Selain itu, sekarang  lampu sein juga nempel pada shroud ini. Pada desain asli Hypermotard tentu saja tidak ada. Namun modifikator ramah ini memperhitungkan estetika yang sesuai dengan fungsi. 

Tentunya juga sesuai konsep yang mengedepankan bentuk visual dan fungsi, kuda besi milik Mustangin yang seorang pengusaha sapi asal Wonosobo ini memakai komponen kaki-kaki yang ideal buat turing. Sebab Mustangin memang gemar turing bersama teman-temannya dari komunitas yang menamakan diri Mega Pro Independent Wonosobo (Mezzo).

Sok depan upside down variasi. Walau buatan lokal, namun dalemannya diganti dan diolah modifikator necis ini. Contoh jalur oli diubah lebih lambat dengan perubahan lubang suling. Lubang asli  ditutup, gantinya dibuatkan baru 8 mm di atas lubang asli. Sehingga oli lebih lambat membuat kerja suspensi lebih baik. Tentu saja agak sedikit lebih keras sebab kapasitas oli ditambah 20 cc agar enak melewati jalanan.

Untuk belakang, sementara masih menerapkan ilmu hemat. Contoh swing arm handmade banana. Tapi, tetap layak dapat jempol!

KANDUNGAN LOKAL

Tidak banyak komponen mentereng nempel di kaki-kaki. Semua lokal, termasuk swing arm dan tentu saja sok. Meski begitu, tetap bisa dibuat mewah dengan penempatan pas. 

Jadi masalah bukan pada komponen yang dipakai. Namun mengolah komponen agar sesuai konsep. Mahal belum tentu sesuai dengan konsep.

Wawan sangat  memperhitungkan agar dimensi motor terihat tinggi sesuai postur Hypermotard. Paling susah justru pada pemasangan sok belakang. 

"Sempat dicoba dengan sudut sokbreker tegak, namun kompresinya enggak enak. Walaupun secara tampilan bagus. Jalan keluarnya diubah. Sudut suspensi jadi lebih miring 15 derajat dan sudah diakali dengan sistem unitrack. Jadi bisa dipastikan lebih enak," yakin modifikator humoris ini.

DATA MODIFIKASI
Ban depan: Corsa 110/70-17
Ban belakang: Mizzle 140/70-17
Sok depan: Casoli
Sok belakang: Yoko
Lampu depan: New V-ixion
Lampu belakang : LED
Pelek: Power
Knalpot: Supertrapp
Setang: Renthal


sumber : MotorPlus

Jumat, 05 November 2010

Honda New MegaPro Sabet Gelar Motor Terbaik 2010

Jakarta, 6 November 2010 - Setelah melalui proses pemilihan yang cukup alot, akhirnya gelar Motorcycle of the Year (MOTY) 2010 berhak disandang oleh Honda New MegaPro.

Motor sport touring Honda itu terpilih sebagai motor terbaik se-Indonesia 2010 versi Forum Wartawan Automotif (Forwot).

New MegaPro berhasil menyisihkan 18 nominator sepeda motor lainnya yang direkomendasikan oleh para dewan juri yang terdiri atas 20 juri dari para wartawan automotif berbagai media massa.
"Hanya ada satu pemenang, hasil ini mutlak karena tidak ada juara diantara juara," sebut Ketua Umum Forwot Eri Haryoko dalam sambutannya disela Jakarta Motorcycle Show (JMCS) 2010, di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (5/11/2010).

Bertajuk "IRC-Forwot MOTY 2010", New MegaPro mengumpulkan total 102 poin yang hanya selisih 4 poin dengan urutan kedua yang ditempati Yamaha Byson. Sementara di urutan ketiga ada Honda PCX dengan 86 poin.

"Motor ini bukan motor yang harus dibeli konsumen tapi hasil ini menggambarkan kira-kira produk dengan klasifikasi seperti inilah yang seharusnya dipilih," sebut Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Mootr Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata yang juga turut hadir dalam penganugrahan ini.

General Manager Marketing PT Gajah Tunggal Tbk Arijanto Notorahardjo pun menambahkan, PT Gajah Tunggal Tbk sebagai produsen ban IRC akan terus mendukung kegiatan positif yang berkaitan dengan perkembangan industri sepeda motor di dalam negeri.

"Karena dengan pemilihan dari kacamata wartawan ini maka diharapkan bisa menjadi pedoman bagi konsumen untuk memilih sepeda motor yang cocok bagi mereka," ungkap Ari.