Tampilkan postingan dengan label Pelumas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelumas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Februari 2011

Jangan Asal Tuang Oli Mesin, Perhatikan Grade-nya!

Bikers Indonesia. Jakarta, 9 Februari 2011 - Sering kita dengar istilah grade pada oli sepeda motor. Tapi tahukah  sekalian yang dimaksud grade itu apa dan bagaimana cara membacanya? Dari pada menebak-nebak, yuk tanyakan langsung pada ahlinya!

Menurut Budiman Moerdijat, GM External Affairs & Communacation PT Shell Indonesia (SI) yang disampaikan via email, yang dimasud grade di sini adalah spesifikasi performa  atau viskositas dari sebuah oli.
“Setiap OEM (pabrikan mesin) telah melakukan pengujian mesin kendaraan yang mereka produksi dengan mengacu pada standar dunia yang telah ada; API (American Petroleum Institute) Service maupun JASO (Jepang),” terang Buyung, sapaan akrab Budiman. 

Untuk motor, grade yang tersedia bila mengacu pada API Service, kodenya mulai dari SA hingga SM. Di tengah-tengahnya ada SF, SG, SH, SJ, SL dan lainnya. Sementara kalo mengacu pada standar JASO, untuk mesin 2-Tak dimulai dari kode FA – FD. Sedang JASO untuk mesin 4-Tak baru ada MA dan MB.

“Mutu sebuah oli berdasarkan standar API, ditunjukkan oleh tingkatan huruf di belakangnya. Misalnya API Service SL, kode S (Spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf kedua mununjukkan nilai mutu oli tersebut,” ujar Sarwono Edhi, Technical Service Training Manager PT Astra Honda Motor (AHM).

Semakin mendekati huruf Z, lanjut Edhi, mutu oli tersebut akan semakin baik dalam melapisi komponen dengan lapisan film dan semakin sesuai dengan kebutuhan mesin modern. Artinya, ada kode API yang diperuntukkan buat mesin-mesin keluaran tahun tertentu.

“Kode SF/SG/SH untuk jenis mesin kendaraan produksi 1980-1996. Sementara SJ, buat jenis mesin kendaraan produksi 1996 – 2001. Sedang kode SL, untuk jenis mesin kendaraan produksi 2001 hingga sekarang,” jelas Edhi via email. Lantas apa dampaknya bila pakai oli mesin dengan grade yang tidak sesuai?
“Penggunaan spesifikasi yang lebih rendah akan mengurangi performa kendaraan. Pabrikan (OEM) tentunya mengerti secara detail equipment yang dibuatnya. Sehingga bila kita tidak memenuhinya, maka tidak akan memperoleh feature maupun benefit atau bahkan mungkin bisa menyebabkan penurunan kinerja mesin kendaraan,” jelas Buyung.
Makanya, saat memilih pelumas, sangat dianjurkan untuk memperhatikan tahun produksi motor Anda dan grade oli yang dianjurkan oleh pabrikannya.
“Oli dirancang untuk mesin tertentu yang disesuaikan dengan toleransi celah antar part, suhu yang bekerja serta beban kerja dari mesin tersebut. Apabila grade oli tersebut tidak sesuai, dikhawatirkan bisa berpegaruh terhadap kinerja dari mesin tersebut,” tukas Edhi.Jadi, jangan asal main tuang olinya ya!.

Kamis, 04 November 2010

Pertamax Racing Juga Pas Buat BBM Motor/Mobil Sport

Jakarta, 4 November 2010 - Selain ditujukan bagi kebutuhan para pembalap di Tanah Air, ternyata kehadiran Pertamina Pertamax Racing juga sengaja demi memfasilitasi mereka yang memiliki motor atau mobil sport.

Seperti kita ketahui bersama di Indonesia keberadaan motor sport maupun mobil sport bukan lagi hal yang langka.

Bahkan beberapa agne tunggal motor psort seperti BMW, Ducati, maupun Aprilia, mengalami peningkatan penjualan yang cukup signifikan dari waktu ke waktu. Tak itu saja mobil-mobil sport macam Ferrari, Maserati, Lamborghini, hingga Lotus kini juga banyak diburu konsumen di dalam negeri.

"Mereka tentu butuh bahan bakar yang sesuai spesifikasi mesin kendaraan mereka," sebut VP Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun ketika ditemui di sela Jakarta Motorcycle Show (JMCS) 2010 di JCC Senayan.
Karena itulah katanya, pertamax Racing coba menawarkan kandungan adiktif yangs esuai dengan standarspesifikasi BBM yang disarankan pihak pabrikan motor atau mobil sport tersebut. "Dari apda mereka cari BBM merek asing, sekarnag kita punya yangs esuai spesifikasi kendaraan mereka," katanya.

Mulai akan disalurkan pada Desember mendatang, Pertamax racing bakal tersedia dalam dua kemasan kaleng, yakni ukuran 20 liter dan 50 liter. "Harganya akan kita patok Rp50 ribuan," tambah dia.

Bila ada konsumen yang berminta, Harun menjelaskan Pertamax Racing ini bisa didapatkan dengan cara menghubungi call center Pertamina untuk kemudian diantarkan sesuai pesanan.