Tampilkan postingan dengan label Jupiter Z. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jupiter Z. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Februari 2011

Ragam Sasis Drag: Aluminium Hingga Titanium (Bag. 2)

SASIS JUPITER Z
Ini  khusus buat pembesut Yamaha Jupiter! Ketimbang membolongi sasis, coba tempuh aplikasi frame aluminium yang punya bobot 3 kg. Tapi, oleh sang penjual, ditawarkan full set. Sudah ada segitiga dan lengan ayun yang juga dari aluminium. Total berat, jadi sekitar 4 kg. Full set, dijual sekitar Rp 7 juta. Dengan sasis aluminium bulat, jika sobat aplikasi sasis ini maka konsep yang ditawarkan menyerupai pacuan ayam jago.

Jumat, 18 Februari 2011

Modif Yamaha Jupiter Z

Bikers Indonesia. 18 Februari 2011 Sirkuit Stadion Maulana Yusuf yang jadi hajatan pembuka MotoPrix Region II, banyak menawarkan tikungan patah-patah. Tapi, enggak sampai pinggang patah buat menaklukannya. Karakter ini, coba diimbangi Yamaha Jupiter-Z MP2 pacuan Asep ‘Kancil’ Maulana.


Sirkuit patah-patah karakter balap MP, bikin Jupiter-Z ini mengejar putaran bawah-menengah. “Jadi power mesin lebih siap dipakai jelang keluar tikungan,” ujar Agus Budi Susanto yang meracik pacuan Asep Kancil yang gabung di tim Yamaha SND KYT FDR FIM.


Buat mencipta karakter power seperti itu, banyak part yang diunggulkan. Terutama, dari permainan durasi kem. Putaran bumbungan kem dibuat menjadi 275º (in) dan 280º (ex). Lalu, LSA (Lobe Separation Angle) main di 104º.

Dari karakter LSA yang ditawarkan, 104º tergolong bermain sedang. Artinya, lebih cenderung membiarkan power bermain di putaran bawah-menengah. Sehingga, karakter ini yang diharapkan jadi kekuatan mesin dan gaya balap Asep.

Begitunya durasi dan LSA itu ditemani klep milik Honda Sonic. Tapi, diameter payung klep diperkecil lagi. Aslinya 28/ 24 mm, tapi buat mengimbangi piston FIM diameter 52 mm, klep dibuat menjadi 26/ 23 mm. “Sebelumnya coba bertahan di 24 mm. Tapi power yang keluar malah agak kurang galak di bawah,” bilang pemegang gelar Diploma 3 jurusan Otomotif TPKP Jogja.

Apalagi, kompresi mesin diseting hanya bermain di 13,8 : 1. Rasio kompresi ini juga didukung dari pemapasan kepala silinder sekitar 0,3 mm. “Bahan bakar cukup pakai bensol biru saja,” kata tunner yang baru memulai karirnya tiga tahun lalu ini.





SETING PENGAPIAN


Menemani permainan putaran bawah yang diterapkan, Agus pun coba memaksimalkan lewat ubahan di sektor pengapian. Mengandalkan magnet Yamaha YZ125, magnet dibuat model basah.


Sebagai otak pengapian dipakai CDI Rextor Monster. Tapi, timing dibuat tidak terlalu tinggi. Tertingi diseting 36º di 9.000 rpm dengan pulser 15º sebelum Titik Mati Atas (TMA). Begitunya limiter di CDI bercasing merah ini dipatok di 14.000 rpm.

Karburator Mikuni TM 24 mm juga diandalkan buat dongkrak putaran bawah. Kombinasi main-jet 130 dan pilot-jet 25 membuat kebutuhan jadi terpenuhi. “Dari merek yang lain, karburator ini lebih spontan buat dukung akselerasi putaran bawah,” aku tunner kelahiran Klaten, Jawa Tengah ini.

DATA MODIFIKASI
Ban : Corsa 90/80-17
Disk brake : Daytona
Sok belakang : YSS
Gas spontan : Daytona
Knalpot : SND

Sabtu, 12 Februari 2011

Yamaha Jupiter MX 135LC, The Javanese Iron Horse

Bikers Indonesia. 13 Februari 2011 -  Maksud judul di atas, simpel Siswo Winoto, sang modifikator adalah kuda lumping besi. Hal itu menonjolkan kreativitas modifikator dalam berkreasi. Di mana konsep itu memadukan duck fighter, teknologi dan culture.

Modifikator beken disapa Wiwin ini bukan asal cuap atau ngecap. Nuansa budaya alias culture memang begitu kental secara bentuk. Desain bodi sangat mencirikan bentuk ebeg alias kuda lumping. Tengok aja congor depan macam ebeg yang doyan makan beling.
Padahal komponen lampu depan, Wiwin comot headlamp New Jupiter Z. Inilah racikan kombinasi antara teknologi dan culture yang dimaksud modifikator.

Bagian belakang dibuat panjang. Namun Wiwin justru suka desain motor milik Hansen Kurniawan, putra pengusaha super market RITA yang kondang di Jawa Tengah ini. Ia malah suka desain kedodoran seperti ini. Seperti streetfighter Amerika yang memang suka swing arm panjang seperti modif blink-blink ala negro.

 

Tak hanya mengumbar bentuk. Namun juga sudah aplikasi komponen masa kini. Contohnya switch kontak tombol seperti mobil Eropa yang cukup dipencet dengan tombol dan mesin akan otomatis menderu.

Modifikasi yang dilakukan juragan Win's Paddock ini juga memakai high tech dalam soal sensor. Lampu motor bakal menyala sendiri dalam kondisi gelap. Gak perlu pencet atau geser tombol lampu. Namun lampu akan otomatis menyala jika sensor motor mengetahui lingkungan sekitar sudah kekurangan cahaya.

Juga ada sensor start engine. Selain bisa dipencet manual, start engine juga dapat dilakukan lewat sensor tepuk tangan. Sekali tepuk pada jarak 1 meter, mesin akan otomatis hidup.

DATA MODIFIKASI
Ban depan: Bridgestone 110/70-17
Ban belakang: Bridgestone 190/70-17
Swing arm: R1
Knalpot: WP Product

Jumat, 12 November 2010

Yamaha Rilis Jupiter Z CW Special Edition

GambarJakarta 13 November 2010 - Yamaha ternyata tidak cukup puas dengan menghadirkan New Yamaha Jupiter Z di Indonesia. Untuk semakin memperkukuh kehadiran motor bebeknya satu itu di Indonesia, Yamaha menghadirkan Yamaha Jupiter Z CW Special Edition.

Edisi terbatas Yamaha Jupiter Z CW itu terlihat lebih segar ketimbang versi biasa. Tak luput penambahan aksesoris juga dilakukan oleh Yamaha headlamp dan lampu sein. Disain speedometer pun diubah hingga terlihat sporty dengan kombinasi chrome.

Untuk buritan, desain lampu diperbaruhi dengan tail light, sehingga gaya LED (LED look) atau menggunakan beberapa bola lampu kecil sehingga mirip dengan lampu LED lebih sedap dipandang.
Sedangkan untuk mesin, Yamaha mesin percaya dengan kapasitas mesin 113,7 cc 4 tak atau masuk ke kelas 115 cc. Sebelumnya, kapasitas mesin motor ini 110,3 cc.

Sayangnya, Yamaha tidak menyertakan disc brake pada belakang.

Jupiter Z mampu berjalan hingga 44 km dengan hanya meminum 1 liter bensin saja atau 1:44. Angka itu lebih tinggi dari ekspektasi yang diberikan Yamaha sendiri yang hanya berkisar di angka 1:41.

Dengan penambahan itu, harga Yamaha Jupiter Z CW special edtion naik menjadi Rp 15,185 juta dimana sebelum penambahan bebek tersebut dibandrol Rp 14,5 harga on the road di Jakarta.