Tampilkan postingan dengan label Motor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motor. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 April 2011

Jangan Asal Pilih Knalpot, Sesuaikan Dengan Mesin

Bikers Indonesia. 15 April 2011 - Banyak cara dilakukan untuk meningkatkan performa motor tanpa harus mengoprek mesin. Salah satunya ganti knalpot racing. Jelas, karena pelepas gas buang bisa menghasilkan power lumayan. 

Zaman sekarang kan banyak orang pakai knalpot racing. Karena, peranti itu mempunyai suara merdu dan mendongkrak power mesin.

Memilih knalpot jangan sembarangan. Harus mengikuti karakter mesin. Kalau melebihi batas mesin, power yang dihasilkan justru malah tambah loyo.

Memilih knalpot yang benar pastinya harus mengikuti spek mesin atau menyamakan diameter piston. Mau lebih jelas, lihat dibawh ini. 

Mesin Standar
Untuk mesin standar, knalpot harus menyesuaikan dengan leher. Bukan leher yang punya motor, lo! Pokoknya, jangan sampai pilih leher pipa terlalu besar.  

Ada ukuran tertentu pipa yang mau dipakai. Pakai pipa diameter 23,5 mm, ukuran ini lebih besar 4 mm dari standar. Kalau knalpot freeflow mesti diperbesar pipanya. Itu supaya dapat menghasilkan tenaga lebih maksimal. 

Lalu buat lekukan, tetap mengikuti seperti bawaan motor. Sebenarnya sih bisa dibuat nekuk, tapi itu malah akan menghambat power dari mesin. Jadi, tekukan itu akan menghambat arus gas buang, sehingga memperlambat arus itu sendiri.  Ini buat skubek lho.

Sedangkan buat motor bebek, harus diubah dari aslinya. Leher bebek aslinya rada nekuk, tapi gimana caranya dibuat lurus sehingga power akan keluar lebih cepat dari gas buang.  

Buat ukuran pipa memang sama antara skubek dan bebek, tapi di silencer berbeda. Kalau buat skubek, silincer lebih panjang, yaitu 25 cm. Sedang untuk bebek tidak terlalu panjang, ukuran 17 cm. Itu sudah termasuk corong atau saringan di dalam silincer.

Korek harian
Karena spek mesin sudah diubah, knalpot juga mesti diubah juga donk. Tapi, berbeda dengan standar lho. Semakin besar piston yang dipakai, besar juga ukuran pipa leher yang dipakai.

Untuk ukuran pipa leher motor bore up, harus lebih besar dari standar. Sebab, piston pasti sudah diganti. Maka, bagian leher kasih ukuran 23,5 mm, 26 mm sampai 28 mm. 

Maksudnya, pipa diberi yang kecil hingga bertahap sampai yang besar. Ini buat skubek. Lalu, untuk bebek tetap sama. Hanya ditambah 32 mm dan 35 mm. Jadi, di bagian pipa leher itu ada 5 ukuran pipa.

Saringan
Saringan juga bagian penting dari knalpot. Di bagian ini akselerasi juga dipengaruhi.Buat skubek, tetap dikasih  setengah-setengah. Supaya gak terlalu los banget.  Lubang belakang dikasih 36 mm.



Kalau buat bebek, ram kawatnya lebih pendek ketimbang pipa. Karena lehernya model lurus, jadi power cepat keluar. Diameter lubang belakang lebih besar 38 mm.

Selasa, 12 April 2011

ABS Masa Depan Untuk Sepeda Motor, Makin Simpel

 

Bikers Indonesia. 12 April 2011 - Antilock Bracking System atau disingkat ABS sudah banyak diaplikasikan pada sepeda motor. Salah satunya adalah di Honda CBR250R, tapi bila melihat secara detail perangkat ABS ini ternyata ribet! Tapi tenang, Bosch Jepang sedang mengembangkan perangkat ABS yang lebih simpel.

Pada Honda CBR250R ada ECU atau Electronic Control Unit khusus ABS yang terpisah dengan ECU pengapian, lalu ada juga modulator yang mengatur tekanan fluida di masing-masing roda. Modulator ini diletakan di bawah jok pengendara dan cukup membutuhkan ruang.
Tapi Bosch Jepang, perusahaan yang khusus mengembangkan teknologi-teknologi terbaru ini mencoba menggabungkan semuanya dalam sebuah kesatuan. Pada gambar yang didapat dari Visor Down ini bisa dilihat ada sebuah master rem depan lengkap dengan tuasnya.

Bukan hanya master rem dengan katup solenoida saja, tapi juga sudah ada ECU dan sebuah pompa ABS yang terintegrasi jadi satu. Hasilnya, ukurannya hanya sedikit lebih besar dari master rem konvensional kan?

Hal yang sama juga tentunya bisa diaplikasikan pada ABS di roda belakang. Tapi yang menjadi kekhawatiran adalah, saat terjadi kecelakaan tuas rem dengan dan master rem sering kali mengalami kerusakan.

Nah, kalau yang ini yang rusak pasti akan jadi mahal biaya perbaikannya, di master rem-nya sudah ada ECU ABS-nya!

Selasa, 29 Maret 2011

Produksi Honda India Tak Sebesar Indonesia

Bikers Indonesia. 29 Maret 2011 - Lepas dari Hero yang merupakan pabrikan motor lokal India, Honda di India tampil lebih agresif. Di bawah bendera barunya Honda Motorcycle & Scooter India (HMSI) berencana menambah pekerja untuk menggerakan pabrik keduanya.


Seperti dilaporkan bsmotoring, pabrik kedua Honda di India yang terletak di Tapukara, Rajasthan ini akan membutuhkan sedikitnya 1.500 orang pekerja.

Mereka akan memulai produksi pada Juni atau Agustus 2011 dengan kapasitas awal bisa memproduksi 600 ribu unit.

Kapasitas produksi ini terus akan ditingkatkan mencapai 1,2 juta unit tiap tahunnya dengan total tenaga kerja hingga 3.000 orang di plan Tapukara. 

Sedang pabrik HMSI di Manesar, Haryana yang saat ini sudah beroperasi sudah dapat memproduksi 1,6 juta unit sepeda motor tiap tahunnya. Totalnya, bila kedua pabrik ini berjalan normal artinya Honda di India mampu memproduksi 2,8 unit tiap tahunnya.

Bandingkan dengan Honda di Indonesia. Kapasitas produksinya mencapai 4 juta unit setahun. Sedang kompetitor terberatnya Yamaha, tetap ada di angka 3,6 juta unit setahun.

Minggu, 27 Maret 2011

Handgrip Kenapa Bisa Melorot?


Bikers Indonesia. 28 Maret 2011 - Loh ko handgrip bisa copot. Cari tahu yuk alasannya kenapa?


Konon penyebab melorot karena lem handgrip sudah enggak berfungsi lagi. Ada juga yang bilang, karet pelindung telapak tangan itu sudah mulai melar. Atau getas akibat kena panas atau cairan yang bisa bikin karet berubah struktur.

Soal usia pakai tidak ada batasan. Bisa sampai 4-5 tahun. Yang penting dijaga saat motor parkir. Tidak terlalu sering dan lama kena panas matahari langsung.

Lanjut, karena dari karet, panas dan terik matahari bisa bikin memuai. Sementara kalau kena dingin, eh malah mengkerut. Apalagi ditambah kena minyak, bensin atau oli saat motor diservis mekanik yang bukan ahlinya. Jadi cepat berubah struktur karet handgrip.

Paling gampang ya diganti baru. Bisa juga pakai lem Threebone 1521. Atau cari lem dengan kode sintetik rubber adhesive. Mau gampang lagi, permukaan setang dilapis isolasi kertas sebelum dipasang.

Jumat, 25 Maret 2011

Pelindung Sokbreker Depan ?

Bikers Indonesia. 26 Maret 2011 - Pernah lihat dong pelindung pipa sokbreker depan Suzuki Satria F- 150? Kalau ya, pasti ada alasan kenapa pabrikan Suzuki mendesain fitur itu di komponen peredam kejutnya.


Pastinya untuk mengamankan sok dari benda keras atau kasar. Terutama pipa teleskopik yang dikalungi sil O-ring. Sehingga oli sok di dalam tabung enggak bocor akibat sil tergores kotoran.


Berbekal itu, coba ambil ide pelindung sok depan Satria F-150 itu untuk motor sport miliknya Honda GL-Pro.
Kebetulan peredam kejut varian ini tampak lebih telanjang, jika dibanding tipe bebek yang sudah dilindungi sepatbor depan.


Supaya performa tabung sokbreker tetap bagus juga tahan lama, sokbreker depan tunggangannya ikut dikasih pengaman. Terutama di bagian atas tabung sok yang kebetulan dekat sil O-ring dan pipa teleskopik.

Cuma berhubung pelindung sok Satria F-150 tidak dijual bebas, dan memang tidak diperuntukan untuk motor tipe lain. Terpaksa deh putar otak agar bisa bikin dari bahan baku lain.


Paling mudah manfaatkan pipa paralon untuk aliran air. Untuk tabung sok depan Honda GL-Pro bisa pakai ukuran diameter 1,5 inci. Nggak perlu beli. Minta aja ke tetangga yang kebetulan lagi bangun rumah.


Untuk melindungi sokbreker depan motor laki tadi, tinggi pipa paralon yang dibutuhkan sekitar 6 cm buat satu tabung. Kalau buat dua tabung siapkan aja sekitar 15 cm. Takutnya kalau masih kelihatan pendek atau gagal saat pemotongan. Malah buang banyak paralon.


Lanjut! Pipa panjang tadi dibagi dua masing-masing 7,5 cm. Kemudian dibentuk menyerupai pelindung sok depan yang ada di Satria F-150.

Biar mudah paralon dibentuk pakai gergaji besi. Kemudian profil lekukan diperhalus pakai kikir setengah bundar. Dan biar tidak terlalu tajam, bekas kikiran kambali diperhalus ampelas.

Supaya kelihatan menarik, baiknya dicat warna hitam. Lantas untuk menerapkannya, lingkar pipa dipotong dulu agar mudah saat dikalungkan ke tabung sok.

Agar bisa merekat dengan baik dan sempurna, jangan lupa dikasih perekat. Bisa berupa lem atau boleh juga dikasih double tape. Apalagi kelenturan paralon bisa diatur hanya dengan menghangatkan permukaannya.

Coba yuk!

Kamis, 24 Maret 2011

Yuk, Pilih Per Klep Racing Untuk Mesin Matik

Bikers Indonesia. 24 Maret 2011 - Per klep salah satu peranti vital dalam membuat engine berkitir sempurna. Tanpa didukung per mumpuni, porting terbaik bisa jadi percuma. Klep bisa floating alias ngambang ketika bekerja naik-turun di putaran tinggi.  Tapi, ada beberapa faktor sebelum memilih per mana yang bisa diandalkan. Terutama, bagi mesin matik.

Mesin matik buat balap, jarang bermain di angka 12.000 rpm lebih. Selama ini, paling banyak bermain di 10.000–11.000 rpm. Jadi, tidak butuh per yang terlalu keras.
Matik, dengan kitiran rpm yang tidak lebih dari 13.000, jika masih bisa mengandalkan per klep yang berasal dari motor harian. Yap! Motor yang umum dipakai bikers tanah air.

Jika per klep terlalu keras, bisa berakibat tidak bagus bagi pacuan. Yang utama, bikin power drop di rpm tinggi. Karena, kitiran mesin serasa tertahan. Apalagi kalau per terlalu keras menekan.

Efek lainnya bisa menyebabkan noken as jadi cepat aus karena friksi berlebih dengan pelatuk kem. Itu kalau dipakai satu race. Tapi kalau dipakai dua race, tentu menyebabkan seting tidak sempurna. Hitungan durasi sudah berbeda. So, itu artinya, faktor pertama pemilihan per klep ditentukan dari tinggi rpm yang dihasilkan mesin.

Faktor berikutnya dalam pemilihan per klep, juga ditentukan dari tinggi lift klep itu sendiri. Kalau tinggi lift klep masih bermain di bawah 9 mm, pakai klep Sonic saja. Itu sudah cukup.

Selain pakai Sonic, bisa juga andalkan per klep milik Suzuki Shogun 125. Bahkan, pemakaian per juga bisa di dobel alias pakai per kecil lagi di bagian dalam. Tapi, perlu penyesuaian lagi.

Penyesuaian, terutama di bagian per kecil. Jika tidak, bisa mentok ketika per sedang menekan full. Klep masih mau membuka, tapi ulir per sudah rapat.

Pegas klep motor harian lain yang bisa dipakai, yaitu Yamaha Mio didobel dengan per Honda Grand atau Karisma. Tapi, per dalam juga harus dipotong buat cegah mentok. Pemotongannya disesuaikan dengan per luar juga. Tapi, sedikit lebih pendek. 

Tinggi batang klep juga bisa mempengaruhi pemilihan per. Tapi, jika tinggi batang masih dalam toleransi 1–2 mm, itu masih bisa diakali. Banyak mekanik yang memberi ring seukuran per dan diletakan di bawah per itu.

Tebalnya ring per, bisa beragam. Menurutnya, tergantung dari pre-load (beban bebas per) yang dicari mekanik. Oh ya! Setelah per dipotong, bagian permukaan juga harus diratakan lagi seperti bentuk asal ya. Sebab jika tidak, posisi per klep bisa bergeser ketika berfungsi.

So, pakai per apa, Bro?

Rabu, 23 Maret 2011

Motor Berbahan Gas Elpiji

(foto : Didik Dono Hartono)Bikers Indonesia. 23 Maret 2011 - Berawal dari keprihatinan terhadap kelangkaan premium, Seorang guru bernama Sri Suryana Dwi Atmaja di Temanggung Jawa Tengah berhasil membuat terobosan baru dalam penggunan bahan bakar alternatif pada kendaraan.

Menariknya bahan bakar tersebut mudah ditemui dimana saja, karena menggunakan energi dari gas elpiji dengan tabung berkapasitas 3 kilogram.

Guru Sekolah tersebut mengatakan bahwa, dengan menggunakan bahan bakar gas elpiji pada sepeda motornya, diklaim lebih irit dan ramah lingkungan dibanding menggunakan bahan bakar premium.

Menariknya, warga Desa Rejosari tersebut menemukan terobosan baru yang berbeda dengan kendaraan sejenis lainnya. Karena tetap mempertahankan karburator sebagai peranti pengabut bahan bakar. Jadi bila sewaktu-waktu ingin beralih kembali kepremium bisa dilakukan dengan mudah.

Ada beberapa penyesuaian komponen yang dibutuhkan, agar sepeda motor tersebut dapat menggunakan bahan bakae gas elpiji. Selain tabung gas itu sendiri, dan selang regulator, juga dibutuhkan sebuah converter yakni alat untuk mengukur gas.

Hebatnya, converter gas tersebut dia ciptakan sendiri. Alat tersebut juga diperlukan sebagai penyeimbang angin yang masuk kedalam karburator.

Menurut Sri Suryana, total yang dikeluarkan untuk melakukan eksperimen tersebut sekitar Rp2 juta. Namun setelah menemukan settingan yang pas, pria tersebut mengklaim dapat membuat kendaraan serupa dengan biaya lebih murah sekitar Rp1 juta.

Ia juga menambahkan bahwa, dengan menggunakan gas elpiji ukuran 3 kilogram pada motor nya yang bermesin 100 cc, dia mampu menempuh jarak sekitar 200 hingga 250 kilometer. Sementara jika menggunakan premium, hanya mempu menempuh jarak sekitar 160 kilometer.

Hingga kini sudah banyak warga yang memesan untuk dibuatkan hal serupa pada sepeda motornya. Namun ia belum berencana untuk membuat secara masal, karena terbentur waktu dan belum mematenkan temuan gas converternya.

Namun apakah aman? Ia menjamin produk buatannya, aman dan tidak mudah meledak, karena pembakaran terjadi diruang bakar mesin. Untuk sementara ia hanya memasang temuannya pada kendaraan 4 tak.

Anda tertarik? Ingin coba, tapi hati-hati yaaaa?

Selasa, 22 Maret 2011

Rawat Radiator Jupiter MX

Bikers Indonesia. 22 Maret 2011 - Ada perawatan lebih buat pemilik motor yang sudah pakai radiator, seperti di Yamaha Jupiter MX 135LC. Selain perawatan berkala, radiator yang merupakan komponen pendingin mesin wajib dicek. Sehingga kinerjanya tetap optimal.

Tapi, kenapa radiator mesti rawat. Kan isinya cuma air? Biar usia mesin tetap panjang. Apalagi radiator vital buat mesin. Jika tidak berfungsi baik, mesin cepat overheat.
Pengecekan serta perawatan komponen ini tidak terlalu rumit. Misalnya bila penggantian air belum pada batas waktunya. Disarankan untuk melihat air radiator cadangan yang ada di botol tambahan yang tersedia.

Tinggal lihat apakah air di botol cadangan berada di garis paling atas tanda bertuliskan upper
level. Tapi, kalau air berada di bawah garis atau sangat kurang, segera isi kembali air radiator.

Lain hal jika Jupiter MX sudah jalan lebih dari 27.000 km. Saran Toni, baiknya air diganti baru. Selain kualitas air kembali baik dan tidak bikin karat, air bekasnya secara otomatis membuang endapan kotoran di mesin maupun di radiator.

Adapun cara mengganti air, langkah pertamanya buka tutup radiator bagian atas. Agar air di radiator dan di mesin tidak vakum, sehingga alirannya lancar dan terbuang semua. Baru kemudian baut pembuangan di bawah radiator dilepas.

Setelah dikuras, lalu masukkan air radiator baru dan hidupkan mesin. Ada baiknya dilakukan pengecekan. Untuk mengetahui kondisi komponen penyejuk mesin, mulai dari tanda atau lampu indikator suhu di panel spidometar, kipas pendingin ataupun pompa sirkulasinya.

Sekadar mengingatkan, jika lampu indikator suhu tiba-tiba nyala saat dijalankan, baiknya motor berhenti dulu. Tunggu sampai suhu mesin benar-benar dingin, lalu cek botol air cadangan dan air di rumah radiator lewat lubang pengisian.

Ingat, jangan lakukan buka-tutup air radiator saat mesin overeheat. Sebab air radiator sedang mendidih. Jika dibuka paksa, air bertekanan sangat panas akan menyembur keluar.

Selasa, 08 Maret 2011

Pertama di Indonesia Jual Motor Lewat Online

Bikers Indonesia. 9 Maret 2011 - Produsen motor Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) untuk pertama kalinya melakukan penjualan motor secara on line.

Penjualan secara online dikembangkan merk motor dengan slogan 'Semakin Di Depan' ini dengan mengintip pesatnya perkembangan dunia internet di Indonesia.
General Promotion and Motorsport YMKI, Paulus Sugih Firmanto, menyatakan media internet di Indonesia mulai digemari, itu terbukti dari besarnya pengguna situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter yang semakin luas.

Dari situlah mereka mengacu, dimana masyarakat Indonesia mulai keranjingan yang namanya internet, contoh saja Facebook itu di Indonesia sudah mencapai satu juta lebih. Karena itulah untuk memudahkan konsumen untuk memiliki barang, mereka memulainya dengan sistem online.

Menurutnya, ini adalah terobosan baru. Tujuannya selain untuk memudahkan memonitor konsumen dan penjulan, juga bisa lebih cepat terjangkau konsumen.

Kendati demikian, tidak semua dealer melayani penjualan sistem online. Hanya ada beberapa dealer resmi saja dan itu terbatas sekali. Tidak semua ia berikan akses itu, jumlahnya masih sedikit.

Selain itu, Yamaha menargetkan penjualan untuk konsumen menengah yang memiliki tingkat kesibukan tinggi. Sehingga tidak perlu lagi repot-repot datang ke dealer.Target mereka konsumen dengan tingkat kesibukan tinggi. Jadi dengan transaksi online mereka tak harus ke dealer.

Kamis, 03 Maret 2011

AHRS Racing Team & CARGLOSS Ramaikan Motorsport Nasional

Bikers Indonesia. 3 Maret 2011 - Untuk meramaikan dunia motorsport di Tanah Air, akhirnya dua perusahaan PT. AHSR Racing Product dan PT. Murni Cahaya Pratama (MCP) melakukan kolaborasi.

Keduanya memiliki nama besar di bidangnya masing-masing. AHRS tak hanya  dikenal sebagai produsen dan pebisnis racing part, juga piawai dalam membina pebalap-pebalap berprestasi. 


Sedang MCP sangat popular sebagai produsen paint manufacturing dengan merek Cargloss yang kemudian merambah di bisnis plastic injection dan helmet industries.

Kolaborasi keduanya ini kemudian melahirkan tim balap baru dengan nama CARGLOSS AHRS Racing Team.

Pada musim balap 2011 ini dipimpin Mahali Soeriadiredja sebagai manager team dan Erick Saputra (assistant manager) ini akan terjun di kejuaraan Indoprix, Motoprix, Matic, Moto Cross dan Grass Track.

Pada kelas kejuaraan Indoprix , Cargloss AHRS Racing Team mengandalkan duet pebalap  Oki Ristan dan Arya Kurniawan. 

Sedang di Motoprix mempercayakan  Rzaludin Ridqi dan Edi Phedit. Dan di kejuaraan matic kekuatan tim  ditopang dua pebalap handal, Bram Prasetyo dan Adi Ari Wibowo

Di arena motocross, Cargloss AHRS Racing Team diperkuat 7 pembalap nasional, yaitu Farhan Hendro, Denny Orlando, Andre Sondakh, Reynaldi Goro, H. Arga, M. Arjun, dan Saiful. Sedangkan di ajang Grass Track nasional mengandalkan ketrampilan Akbar Topan.

“Seri demi seri balapan telah kami jalani, tahun demi tahun telah kami lalui, jatuh bangun kami sebagai sebuah tim papan atas nasional dalam mengikuti tiap seri event balap motor, membuat kami semakin kuat dan konsisten untuk terus mengikuti seri kejuaraan balap motor nasional maupun asia pada tahun 2011,” kata Haji Asep Hendro, pemilik AHRS Racing Team.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Harry Suherman, owner sekaligus President Director PT. MCP mengatakan bahwa kerjasama dengan AHRS Racing Team tidak hanya terbatas di pentas balap motor nasional saja, tetapi juga berkembang  dalam dunia bisnis.

“Melalui kerjasama ini, kami akan mendorong produk helm Cargloss berkembang bersama Cargloss AHRS Racing Team,” tegasnya.

sumber : Okezone.com

Rabu, 02 Maret 2011

Ganti Kunci Kontak Mio Pakai Bawaan Mio Soul, Bikin Sungkan Maling!

Bikers Indonesia. 2 Maret 2011 - Bukan tanpa alasan mengapa Aris, mengganti panel kunci kontak Yamaha New Mio Sporty 2009 miliknya pakai kunci kontak milik Mio Soul. 


Sebelumnya admin kita pernah hampir dicungkil maling. Mungkin karena tidak ada penutup lubang kunci, jadi mudah untuk dirusak pakai kunci T. Kalau Mio Soul kan ada penutupnya. Bisa lebih lama.


Ketimbang motor hilang lebih dulu, baiknya lakukan tindakan preventif alias pencegahan. Betul tuh!. Komentar langsung dari oknum. Bahwa, lebih baik mendahulukan ‘memetik’ alias mencuri motor yang tanpa pengamanan berlebih. Waktu jadi lebih cepat. Misalnya, seperti motor tanpa pengaman kunci kontak itu.


Nah, buat sobat yang kadung sayang pacuannya, enggak ada salahnya buat mengikuti langkah berikut ini. Tentunya, waktu yang dibutuhkan pencuri jadi lebih lama. Karena harus mengakali membuka lubang kunci sebelum menjebol panel kunci kontak.

Buat aplikasi kunci kontak Mio Soul cukup mudah. Tidak perlu banyak ubahan. Misalnya, bikin dudukan baru lagi. Enggak perlu bikin dudukan baru lagi kok.

Mantapnya lagi, sekarang kunci kontak orisinal Mio Soul juga mudah didapat. Tidak perlu pesan khusus, tapi bisa dibeli di toko. Bahkan untuk produk KW juga ada yang jual. Tinggal pilih mau pakai asli apa KW.

Tapi, dari kedua part itu tentu ada perbedaan ya! Selain kualitas, kunci kontak asli sudah dilengkapi kunci dan panel buat buka jok. Sedang untuk part KW, hanya kunci panel kontak depan aja.

Lebih baik sih pilih yang orisinal dari pabrik. Karena kalau pakai yang KW, tentu harus pakai dua anak kunci lagi.

Memang! Kalau pakai dua anak kunci, tentu bikin repot ya! Sebab buat buka jok tentu kudu pakai kunci kontak lama. Sedang untuk menghidupkan mesin motor, pakai anak kunci baru. Welehhhh...

Bicara harga, antara panel kunci kontak KW dan orisinal tidak terlalu jauh kok. Untuk kunci kontak buatan Yamaha asli di pasaran dijual sekitar Rp 150 – 70 ribu. Itu, sudah termasuk panel kontak buat buka jok ya. Tapi untuk kualitas di bawah part pabrik, ditawarkan sekitar Rp 80 ribuan. Kalau beli orisinal depannya saja, bisa juga sih. Biasanya dijual sekitar Rp 100 ribu.

Jika tertarik buat aplikasi, buruan beli!. Ini langkah pemasangannya: 

  1. Sobat kudu buka baut cover bodi depan bagian belakang. Maksudnya, cover yang menutupi dari dek bawah hingga ke batas setang. Untuk buka bagian itu, setidaknya ada 6 sekrup kudu dilepas. Membukanya, gunakan obeng kembang.
  2. Sudah? Lanjutkan melepas dek tengah bagian atas alias dek yang kerap diinjak pengendara. Untuk membukanya, pakai kunci T 10 mm. Ada 4 baut yang harus dilepaskan dari dudukannya.
  3. Setelah baut-baut dek atas terlepas, kini giliran dek bagian bawahnya. Membukanya,
    juga kudu lepaskan baut. Tapi, pakai obeng kembang ya! Boleh dibilang memang agak repot buat melepas sekedar membuka kunci kontak Mio. Tapi, sabar saja :)
  4. Dek terlepas, kini giliran lanjut ke cover mesin yang terletak di bawah jok pengendara. Membukanya, kendurkan dan lepaskan 6 sekrup pengikat pakai obeng kembang. Nah, sekarang bisa deh lepaskan semua bodi itu. Terlihat keseluruhan panel kunci kontak standar milik Mio Sporty! Melepas dua baut panel kunci ini, cukup gunakan kunci L5. Setelah dicopot, pasang panel kunci kontak Mio Soul. Dudukan baut sama, jadi gak perlu ubah lagi kan.
  5. Tapi sebelum memasang semua cover bodi yang sudah dipreteli tadi, sobat terpaksa kudu sesuaikan lubang penutup panel lagi. “Untuk ini butuh bor tunner atau gergaji besi. Tapi, biar lebih rapi, baiknya pakai bor tunner,” saran Jimmy. Itu karena sebelumnya panel kontak Mio kan bulat, sedang Soul kotak.

Beres, deh bro!

Selasa, 01 Maret 2011

Pertamax Dan Pertamax Plus Bikin Mesin Jadi Panas?

Wianda Pusponegoro.
Pembakaran lebih sempurna
menambah tenaga mesin
Bikers Indonesia. 1 Maret 2011 - Macam manusia saja, mesin juga bisa demam. Suhunya tinggi akibat minum Pertamax atau Pertamax Plus. Mereka kaget setelah menggunakan Pertamax atau Pertamax Plus mesin jadi panas. Wah, kudu dikompres dong.


Analisis dengan bertanya kepada pihak Pertamina mengenai spek teknisnya. Dan tes laboratorium sendiri agar hasilnya independen.


Pertama, mari kita uji dulu kenapa menggunakan bensin Pertamax atau Pertamax Plus mesin jadi panas. Benar gak sih omongan para pengguna motor itu? Cara uji atau tes biasa dilakukan mekanik dengan melihat dari campuran bensin-udara.

Dari omongan mekanik, jika campuran gas bakar kebanyakan udara atau angin, berakibat mesin jadi panas. Biasa disebut campuran kurus atau miskin bensin. Bahasa awamnya dicekek.

Sama seperti ketika kita melakukan pengiritan bensin. Jika kelewat irit, bikin mesin panas atau overheat. Ini sama saja dengan campuran miskin bensin atau campuran kering.

Tes dilakukan di Honda Supra X 125. Untuk menganalisisnya gas bakar dipasang Air Fuel Rasio atau AFR. Dari sana bisa ketahuan karakter campuran bensin bila menggunakan Premium, Pertamax dan Pertamax Plus.

Untuk pembakaran sempurna antara bensin dan udara ada takarannya. Untuk membakar bersih 1 molekul bensin butuh 12,5 molekul udara. Ini tidak akan menimbulkan kerak atau karbon.

Dari hasil pengujian, jika menggunakan Premium, kurvanya paling bawah atau hijau. Itu mengindikasikan campuran lebih basah atau kaya bensin. Ini yang bisa bikin adem mesin.

Namun jangan lupa, memang bikin adem mesin. Tapi, nilai panas hasil pembakaran rendah. Energi panas (kalor) yang diubah jadi energi gerak (power mesin) jadi rendah. Makanya menggunakan Premium, tenaga mesin kurang maksimal.

Dari kurva hasil pengetesan juga bisa dilihat karakter Pertamax (biru). Posisinya berada di tengah antara Premium dan Pertamax Plus. Sesuai dengan nilai oktan yang dikandungnya.

Lalu bagaimana agar menggunakan Pertamax tapi mesin tidak panas? Cara paling gampang memang bisa diakali dengan setelan angin. Tapi, itu hanya untuk rpm bawah terutama ketika mesin langsam.

Cara lain bisa ditempuh dengan menggunakan spuyer yang lebih gede satu tingkat. Tapi, yang perlu diwaspadai jangan sampai kebanyakan kelewat besar. Malah mengurangi tenaga mesin dan berakibat jadi timbunan kerak.

Teknik paling benar lihat dari kepala busi. Kalau elektrodanya berwarna merah bata, menandakan masih normal. Tapi, apabila ternyata elektroda putih boleh ganti spuyer naik satu tingkat.

Dari hasil analisis juga bisa dilihat. Motor yang menggunakan Pertamax atau Pertamax Plus jika dibongkar kepala silindernya. Ruang bakar lebih bersih dan sedikit timbunan kerak.

Berbeda dengan yang menggunakan Premium. Selain ada karbon hitam, timbunan kerak lebih banyak. Menandakan pembakaran lebih bagus menggunakan Pertamax atau Pertamax Plus.

Keterangan Pertamina

Pertamax merupakan bahan bakar non timbel yang memiliki angka oktan di atas 92 dan mengandung additive untuk meningkatkan kualitas bahan bakar. Sedangkan Pertamax Plus bahan bakar non timbel yang memiliki angka oktan di atas 95 dan mengandung additive juga.

Dengan angka oktan yang lebih tinggi dari Premium (oktan 88), Pertamax dan Pertamax Plus memiliki tingkat pembakaran yang lebih sempurna untuk menambah tenaga mesin dan membuat konsumsi bahan bakar lebih irit.

Itu yang menyebabkan suhu motor yang menggunakan Pertamax atau Pertamax Plus lebih tinggi. Kalau pembakaran lebih sempurna, panas yang dihasilkan dari pembakaran lebih tinggi. Energi panas jadi energi gerak juga jadi lebih gede.

Efisiensi thermis atau panas yang dihasilkan dari pembakaran lebih banyak.Power yang tercipta juga lebih besar. Ini yang menyebabkan lebih efisien dalam pemakaian Pertamax Plus. Satu liter bisa lebih jauh dibanding pakai Premium.

Lebih bagus lagi, Pertamax dan Pertamax Plus dipadukan dengan mesin yang memiliki rasi kompresi lebih tinggi. Seperti motor-motor sekarang. Misalnya Suzuki Satria F-150 atau motor yang diproduksi Thailand.

Dari spesifikasi yang dianjurkan, Pertamax Plus bisa digunakan untuk motor yang punya rasio kompresi di atas 1 : 10,5. Macam Suzuki Satrai F-150 yang memiliki kompresi 10,2 : 1.

Untuk dipakai di racing juga terbukti. Pertamax Plus bisa tembus menggunakan rasio kompresi 12,5 : 1.

Di motor harian yang dijual di pasaran, tidak ada yang memiliki kompresi lebih dari itu. Motor-motor yang basic produksinya di Thailand dengan bahan bakar di sana lebih bagus pun kompresinya tidak sampai 12,5 : 1. Jadi, memang nggak perlu takut overheat.

Grafik hasil pengetesan Premium, Pertamax dan Pertamax Plus

Minggu, 27 Februari 2011

Substitusi Per Kopling Honda Supra Dan Grand

Bikers Indonesia. 27 Februari 2011 - Memperbesar tenaga pacuan di Honda Grand atau Supra kesayangan, tentu harus diikuti ubahan kopling. Tujuannya, agar enggak selip ketika digeber. Tapi, hati-hati! Jangan sampai ubahan kopling malah bikin keram tangan. Apalagi, jika kopling sudah dimodifikasi jadi manual. Pastinya jika motor dipakai di kemacetan, malah bisa bikin tangan pegal.

Bagi beberapa mekanik, makin keras tarikan kopling makin bagus buat menghindari selip tenaga. Tapi, itu buat balap. Keras, gigitan kampas kopling makin padat. Buat tendangan balik lebih responsif.
Tapi ketika dipakai buat harian, tentu tidak perlu sekeras itu. Di pasaran, banyak produsen dan merek per kopling buat Honda Supra atau Honda Grand. Misalnya merek CLD yang tawarkan dua pilihan. Tipe New Competition, yang punya per lebih keras dari tipe Medium. Jelas, lebih baik diaplikasi buat keperluan balap.

New Competition berbahan Panadium, sekitar Rp 75 ribu. Sedang Medium, sekitar Rp 60 ribu. Tapi untuk harian, cukup pakai medium saja.

Kalau enggak mau instan, maksudnya beli produk tertentu, bisa juga aplikasi per kopling dari pacuan lain. Misalnya, Honda Tiger. Per Tiger juga lumayan lembut jika dipakai untuk harian.

Tapi, enggak bisa langsung pakai ya! Karena kalau langsung pasang, jatuhnya tetap bikin tarikan tuas kopling jadi berat. Maka itu saran John, ulir per kudu dipotong dulu sekitar 2 ulir. Itu berlaku untuk 4 per yang bakal diaplikasi. Harga per kopling pacuan sport Honda 200 cc ini, dijual Rp 6.400 per satuan.

Selain pakai per Tiger, tidak sedikit juga mekanik yang aplikasi per milik Suzuki Smash. Sebelum banyak merek per kopling kompetisi, per ini lumayan banyak yang pakai juga kok.

Menurutnya, daya balik yang dihasilkan per Smah cukup kuat. Tapi, ketika ditekan tidak terlalu keras. Itu karena jarak antar ulir yang dimiliki bebek Suzuki 110 cc itu lebih renggang ketimbang milik per Honda Supra standar.

 Buat aplikasi ke Supra, tidak perlu lakukan ubahan atau penyesuaian. Satu per kopling Smash, ditawarkan Rp 5.000. Jadi, buat pakai empat per, tinggal keluarkan uang Rp 20 ribu saja.

Tapi, jika menurut sobat tarikan tuas handle kopling masih terlalu berat, bisa tempuh cara lain. Yaitu, lewat pemanjangan tuas kopling di atas bak kopling.

Part yang biasa disebut amceng kopling oleh mekanik ini, sedikit dibuat panjang. Misal jika aplikasi part milik Yamaha Force 1, maka tuas ditambah panjang sekitar 1 cm saja. Ini sudah pengaruh dengan kekerasan tarikan.

Jangan terlalu panjang juga, malah bisa bikin selip. Baliknya kopling semakin lama dan daya tekan berkurang,” kata Kaper sembari bilang buat menambah panjang amceng, bisa pakai besi pelat atau besi dari tuas perseneling bekas dan yang dilas. Yuk dicoba!

Sabtu, 26 Februari 2011

Ragam Sasis Drag: Aluminium Hingga Titanium (Bag. 2)

SASIS JUPITER Z
Ini  khusus buat pembesut Yamaha Jupiter! Ketimbang membolongi sasis, coba tempuh aplikasi frame aluminium yang punya bobot 3 kg. Tapi, oleh sang penjual, ditawarkan full set. Sudah ada segitiga dan lengan ayun yang juga dari aluminium. Total berat, jadi sekitar 4 kg. Full set, dijual sekitar Rp 7 juta. Dengan sasis aluminium bulat, jika sobat aplikasi sasis ini maka konsep yang ditawarkan menyerupai pacuan ayam jago.

Jumat, 25 Februari 2011

Ragam Sasis Drag, Aluminium Hingga Titanium (Bag. 1)

Titanium kurang lebih 1,7 kg

Bikers Indonesia. 25 Februari 2011 - Agar pacuan drag lebih ringan berlari, enggak ada salahnya mengaplikasi rangka aluminium hingga titanium. Sebab, bobot yang ditawarkan jauh lebih enteng dari bobot sasis standar. Misal di Yamaha Mio. Standarnya berbobot 15 kg. Sedang frame aluminium, hanya memiliki berat sekitar 3 kg. Tapi, soal harga, jelas beda!

Selain itu, pemakaian sasis aftermarket ini demi menjaga faktor safety ketimbang sasis asli yang dibolong-bolongi. Di bawah ini tersedia sasis untuk Yamaha Jupiter-Z, Suzuki Satria F-150 dan Yamaha Mio. Silakan dilirik!



Mio Dua Pilihan
Beberapa pilihan coba ditawarkan buat pemacu Yamaha Mio. Sebab, ada dua bahan yang ditawarkan. Titanium dan juga aluminium. Titanium bobot lebih enteng. Kurang lebih 1,7 kg.

Harga tertinggi sasis titanium Rp 11 jutaan. Sedang aluminium, dijual sekitar 6,5 jutaan. Harga itu sudah termasuk segitiga dan setang.

Kamis, 24 Februari 2011

Ketika Yamaha Vega R Pakai Head Jupiter

Bikers Indonesia. 24 Februari 2011 - Buat dongkrak kapasitas silinder Yamaha Vega R lebih besar, tidak sedikit tunner mengandalkan blok dan head silinder Jupiter-Z. Meski  banyak kelebihan diusung., tapi, tetap ada penyesuaian.


Bicara penyesuaian, itu belakangan ya. Lebih baik bicara keuntungan atau kelebihan aplikasi part Jupiter-Z ke Vega lebih dahulu. Pakai blok silinder Jupiter, bore up bisa besar.


Iya! Jarak baut empat dengan linner agak lebih lebar. Jadi, boring pun masih bisa disesaki piston lebih besar lagi. Pastinya, lonjakan power akan lebih besar.

Kelebihan lain yang diberikan, ketika aplikasi kepala silinder Jupiter-Z itu sendiri. Menurut Anggi, bagian head Jupiter memiliki logam yang cukup tebal lapisannya. Jadi, memungkinkan ditunner lebih besar ketimbang blok Vega R.

Terutama bagian exhaust. ‘Daging’ Jupiter-Z lebih tebal dari Vega. “Buat dibikin lebih besar lagi, jadi enggak perlu khawatir, masih memungkinkan,” bilang mekanik yang kental logat Betawi itu.

Beda dengan head Vega ketika dimakan bor tunner untuk memperbesar lubang exhaust. Kata Anggi, terkadang head jadi bolong atau bocor karena daging yang diambil terlalu besar.

Bicara penyesuaian nih! Ketika aplikasi head dan blok Jupiter, rantai keteng juga harus diganti pakai tipe sama. Ya! Pakai rantai keteng set si Jupie-Z!

Tapi harus ditebus satu set! Gigi sentrik bawah, dijual sekitar Rp 120 ribuan. Buat melepasnya, harus menggunakan tracker. Sedang gigi sentrik atas, dipasangi banderol Rp 29 ribu. Lalu, rantai ketengnya sendiri dijual sekitar Rp 56 ribu.