Tampilkan postingan dengan label Mio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mio. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Maret 2011

Standar Tengah Mio Pakai Pen Piston Tiger

Bikers Indonesia. 26 Maret 2011 - Punya masalah standar tengah di Yamaha Mio atau Nouvo? Yap, motor goyang-goyang jika dalam posisi disangga standar tengah. Eit, sabar ya! Nih ada obatnya.

Akibat sering diduduki dalam kondisi standar tengah, membuat lubang as yang ada di standar jadi cepat aus. Akibatnya, lubang jadi membesar. Ini yang menyebabkan motor goyang-goyang.

Itu karena di bagian ujung standar, antara diameter as dan lubang sudah tidak rapat. Akhirnya, setiap gerakan yang diterima membuat motor bergoyang mengikuti beban yang diterima.

Cara mengakalinya mudah! Cukup diakali pakai pen piston milik Honda Tiger. Pen berfungsi sebagai penahan di ujung-ujung lubang standar yang sudah termakan.

Enggak perlu pen piston baru! Tapi cukup pakai bekas yang ada di bengkel. Setelah dapat, lanjutkan ke proses. Potong pen piston yang punya diameter luar 15 mm itu sekitar 1–1,5 cm. Bikin dua buah ya. Setelah dipotong, brother tinggal minta bantu ke tukang las untuk menguatkan dudukan pen itu di ujung standar.

Jika sudah, tinggal pasang lagi seperti ketika membuka. Cara ini lebih efektif. Diameter as standar tengah dengan pen piston Tiger cukup rapat. Jadi, tidak ada gejala geol-geol lagi.

Murah meriah memang. Cukup keluarkan sedikit dana untuk biaya las doang tuh! Selain itu karena pen ini dari baja, cenderung lebih kuat.

Coba yukkk ...?

Senin, 21 Maret 2011

Motor Drag Yamaha Mio Drag Bike Kerawang

Gambar MOTOR DRAG YAMAHA MIO - DRAG BIKE KERAWANG

Gambar Motor Drag Yamaha Mio

Gambar  / Foto Samping MOTOR DRAG YAMAHA MIO - DRAG BIKE KERAWANG

Foto Samping Motor Drag Yamaha Mio
Gambar Karburator MOTOR DRAG YAMAHA MIO - DRAG BIKE KERAWANG

Jumat, 04 Maret 2011

Modif Yamaha Mio Soul 2008, Ijo Lumut


Bikers Indonesia. 5 Maret 2011 - Ijo lumut di sini bukan berarti ikatan jomblo lucu dan imut. Tapi, lebih pada warna yang dipilih oleh Ratno Kriswanto. Mio Soulnya dicat ulang kelir itu. 

Ia menyerahkan itu semua pada Art Mark Project, guna melabur seluruh cover bodi Soul. Tentunya agar menyesuaikan dengan warna di STNK, yang tetap mangandalkan dominan hijau. Namun Ia minta diberi sentuhan grafis serta lambang garputala, yang menjadi lambang pabrikan Yamaha. 

Selain masalah warna, Ia juga ogah kalau bentuk motornya masih standar. Setidaknya harus ada beberapa bagian yang dimodif. Ubahan yang diinginkannya sih simpel, lebih ke arah low rider.

Maklum motor ini adalah motor harian, jadi modifnya jangan terlalu berat. Motor ini juga acap dipakainya untuk perjalanan jauh ke Jakarta untuk urusan bisnis.



Mundur 25 cm
Demi mewujudkan tampilan skubek dambaan, ia merujuk bengkel modifikasi Deni Motor (DM) yang piawai dalam urusan modifikasi. Intinya ia pengin tema low rider, namun masih tetap mengusung unsur safety riding sehingga tetap nyaman dipakai jalan harian. Apalagi skubek ini jadi andalan sebagai tunggangan harian.

Oleh Deni, punggawa DM, tampang asli Soul memang tidak banyak mengalami ubahan. Hanya fokus sektor kaki-kaki. Mengejar kesan low rider, kaki belakang sudah pasti mundur.  Dipasang besi undur-undur sekitar 25 cm. Dirasa pas, dan posisinya menyesuaikaan postur tubuh agar nyaman ketika dibawa jalan.

Lanjut pada giliran penggantian pelek. Pelek ori Soul terpaksa diganti. Untuk depan dipasang variasi dari produk Rossi dengan lebar 3 inci yang dibalut karet ban Swallow ukuran 120/60-14.

Sedang bagian belakang, Deni menerapkan pelek mobil Suzuki APV yang sebelumnya sudah diubah menyesuaikan as roda Soul. Lebarnya mencapai 5 inci.

Beres itu, karena alasan safety tadi, piringan rem diganti dengan ukuran yang lebih lebar. Wah, sepertinya sudah siap lepas dari status jomblo nih?



DATA MODIFIKASI
Ban belakang : Swallow 160/60-14
Sok depan : Yoshimura
Sok belakang : YSS
Knalpot : Honda Revo

Jumat, 25 Februari 2011

Ragam Sasis Drag, Aluminium Hingga Titanium (Bag. 1)

Titanium kurang lebih 1,7 kg

Bikers Indonesia. 25 Februari 2011 - Agar pacuan drag lebih ringan berlari, enggak ada salahnya mengaplikasi rangka aluminium hingga titanium. Sebab, bobot yang ditawarkan jauh lebih enteng dari bobot sasis standar. Misal di Yamaha Mio. Standarnya berbobot 15 kg. Sedang frame aluminium, hanya memiliki berat sekitar 3 kg. Tapi, soal harga, jelas beda!

Selain itu, pemakaian sasis aftermarket ini demi menjaga faktor safety ketimbang sasis asli yang dibolong-bolongi. Di bawah ini tersedia sasis untuk Yamaha Jupiter-Z, Suzuki Satria F-150 dan Yamaha Mio. Silakan dilirik!



Mio Dua Pilihan
Beberapa pilihan coba ditawarkan buat pemacu Yamaha Mio. Sebab, ada dua bahan yang ditawarkan. Titanium dan juga aluminium. Titanium bobot lebih enteng. Kurang lebih 1,7 kg.

Harga tertinggi sasis titanium Rp 11 jutaan. Sedang aluminium, dijual sekitar 6,5 jutaan. Harga itu sudah termasuk segitiga dan setang.

Selasa, 22 Februari 2011

Vario Pakai Punya Mio..?

Bikers Indonesia. Jakarta, 22 Februari 2011 - Kiprok alias rectifier-regulator, memang termasuk komponen jarang rusak. Tapi, kalau sudah minta ganti gara-gara fungsinya tidak normal, sistem pada komponen pendukungnya yang diserang. Contohnya pengisian dan penerangan.


Seperti terjadi di Honda Vario yang kiproknya rusak. Aki bisa tekor atau overcharger, lantaran keluar-masuk arus dari sepul tidak terkontrol. Dan pada saat tidak berkerja, setrum dari aki bisa balik ke sepul karena kiprok memang sudah tidak lagi searah.

Begitupun dengan lampu utama yang kerjanya andalkan putaran mesin untuk memutar generator atau sepul. Agar tegangan dan arus dari sepul tidak berlebihan, diperlukan kiprok

Oleh sebab itu, peranti ini memang harus segera diganti kalau sudah rusak.

Sayang pada saat kiprok Vario rusak, peranti ini lumayan jarang ditemukan di toko suku cadang. Terutama toko spare -parts yang tidak terlalu besar. Di bengkel resmi pun kadang harus pesan atau inden terlebih dahulu.

Jika alami hal itu, pemilik Vario tidak perlu khawatir lagi. Sarannya untuk menggantinya dengan kiprok Yamaha Mio. Apalagi komponen pabrikan berlogo garputala itu tergolong gampang atau mudah didapat di toko onderdil.

Untuk menerap kiprok Mio ke Vario cukup mudah. Kebetulan kiprok Vario dan Mio semua sama baik dari segi kaki-kaki maupun konektor. Perbedaan hanya pada daya yang keluar dari kiprok.

Sama, bisa dipakai tanpa kendala. Sebab baik Mio maupun Vario sistem kelistrikannya sama-sama AC untuk lampu dan DC untuk pengapian. Sehingga untuk pemasangan pun tidak ada yang perlu diubah.

Lantas untuk memasang kiprok Mio ke Vario, kata Fajar cukup mudah. Apalagi letak kiprok Vario ada di balik tebeng depan, sehingga langsung bisa dilihat dengan mudah.

Pertama, copot tebeng depan. Kemudian lepas semua baut menggunakan obeng plus. Setelah tebeng depan terlepas, langsung terlihat bagian kiprok. Letak kiprok ada di kanan dekat aki. Setelah terlihat, tinggal langsung diganti dengan milik Mio.

Jika kiprok langka, kami sarankan juga bisa gunakan part KW2. Cuma biar tidak salah pilih, pastikan kiprok tersebut memiliki output bagus yang dapat meregulasi tegangan dan arus yang dihasilkan dari sepul. Kira-kira tegangannya berkisar antara 13-15 Volt. Untuk mengujinya bisa pakai avometer.

Kami mengklaim Mio lebih bagus ke Vario. Karena arus out put kiprok Mio lebih besar dibanding milik Vario, itu bisa dilihat dari ampere aki yang digunakan oleh kedua skubek itu.

Kiprok Vario bisa juga pakai dari Jupiter MX 135LC .

Kamis, 03 Februari 2011

Gigi Sentrik Yamaha Mio Mudah Patah? Jangan Salahkan Bahan!

Bikers Indonesia. Jakarta, 4 Februari 2011 - Istilah mal-praktik, enggak cuma terjadi di dunia kedokteran. Tapi di arena skutik, juga begitu. Se­perti dialami pemilik Yamaha Mio (khususnya yang gemar utak-atik wilayah seputar noken as), sering mengeluh gir sentrik besutannya mudah patah. 

Tuduhannya; material peranti itu kurang yahud. Tapi setelah ditelusuri, ternyata pemicunya bukan itu. Lantas, apa dong? 

Ya itu, akibat perbuatan sang mekanik yang serampangan. Intinya,  pada noken as (NA) Mio ada nok atau got untuk dudukan sentrik. 

Nah, kalau di dealer resmi, saat penggantian NA mengencangkannya pakai kunci sok impact. Sementara di bengkel umum yang sering dilakukan  menggunakan sok impact manual yang masih andalkan kekuatan tangan. 

Lebih parah, si mekanik juga kurang teliti. Saat nok pada sentrik belum duduk manis pada noken as, tapi sudah dikencangkan. Krakk.retak deh! Efeknya? 

“Pastinya, sentrik berputar di tempat, tanpa memutar noken-as. Sebab tenaga dari putaran kruk as masih memutar keteng. Apesnya kalau saat sentrik lepas, posisi klep sedang membuka, kerusakan minimal payung klep bengkok dan kalau parahnya piston bisa bolong kena jitak payung klep,” beber Muhamad Amin dari SAM motor di daerah Pal Batu, Tebet, Jaksel. 

Okelah kalau ketiadaan alat jadi kambing hitam. Tapi sebetulnya kasus ini bisa dihindari dengan ketelitian dan ketenangan. 

 “Asal nok pada sentrik sudah masuk, lalu pasang stoper-nya, kemudian putar dulu bautnya pakai tangan dan diakhiri dengan pengencangan, masalah ini bisa saja tak akan terjadi,” tutup ayah satu anak ini sambil mencontohkan. Buat yang mau mempraktikkan, silakan lihat gambar.


Keterangan Gambar : 
1. Sentrik Mio Patah. Perhatikan retak pada pinggir­an nok sentrik
2. Pastikan nok duduk manis pada noken as. Kalau sudah plek, enggak mungkin bisa retak
3. Kunci sok impact manual. Ketiadaan kunci-kunci yang jadi kambing hitamnya
4. Pasang stoper, untuk deteksi awal dapat dilihat dari nok stoper, kalau sentrik retak biasanya stoper-nya juga bengkok 

Kamis, 02 Desember 2010

Yamaha Mio Berkaki Tunggal

Denpasar, 3 Desember 2010 - Dari tampilan, terutama di sektor bodi, modifikasi yang dilakukan Subagyo dari B Custom terhadap Yamaha Mio 2009 ini tak ada yang ekstrem. Tapi, ada satu bagian yang bisa dibilang unik, yakni model peredam kejut depan yang tunggal.

Untuk mengubah dari standar ke model tunggal, sang modifikator menggunakan bahan besi yang pas sebagai pegangan dan dudukan peredam kejut. Untuk suspensi depan, kata Subagyo, ia menggunakan pipa setebal 5 mm dan lebar 50 mm.


Desain diakuinya mengikuti skuter Italia. Supaya terlihat rapi, pelat besi dibungkus pelat baru lagi, kemudian didempul dan dicat rapi. Sementara itu, peredam kejut belakang berubah, tidak di pinggir, tapi bergeser ke tengah dan memakai punya Suzuki RG-R. Sementara itu, pegangan peredam kejut bagian bawah dibuat dari pipa diameter 1 inci (25,4 mm) yang dibautkan ke cover CVT.

"Tapi sumbu roda masih standar dan tidak saya tergoda untuk memundurkannya karena konsepnya racing look," ungkap builder asal Jawa Timur yang kini menetap di Pulau Dewata itu.

Biar gampang, velg tetap menggunakan asli Mio. Namun, as roda harus dibuat ulang. "Dibuat di tukang bubut yang ukurannya sedikit lebih besar dibandingkan aslinya supaya kuat," urai ayah dua anak ini.

Urusan bodi, Bagyo tak ingin macam-macam. Bagian belakang dibuat bergaya racing dengan memakai pelat galvanis. Sementara itu, bagian depan cukup andalkan punya Mio Soul yang di-custom ulang.