Tampilkan postingan dengan label Vario. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vario. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Februari 2011

Vario Pakai Punya Mio..?

Bikers Indonesia. Jakarta, 22 Februari 2011 - Kiprok alias rectifier-regulator, memang termasuk komponen jarang rusak. Tapi, kalau sudah minta ganti gara-gara fungsinya tidak normal, sistem pada komponen pendukungnya yang diserang. Contohnya pengisian dan penerangan.


Seperti terjadi di Honda Vario yang kiproknya rusak. Aki bisa tekor atau overcharger, lantaran keluar-masuk arus dari sepul tidak terkontrol. Dan pada saat tidak berkerja, setrum dari aki bisa balik ke sepul karena kiprok memang sudah tidak lagi searah.

Begitupun dengan lampu utama yang kerjanya andalkan putaran mesin untuk memutar generator atau sepul. Agar tegangan dan arus dari sepul tidak berlebihan, diperlukan kiprok

Oleh sebab itu, peranti ini memang harus segera diganti kalau sudah rusak.

Sayang pada saat kiprok Vario rusak, peranti ini lumayan jarang ditemukan di toko suku cadang. Terutama toko spare -parts yang tidak terlalu besar. Di bengkel resmi pun kadang harus pesan atau inden terlebih dahulu.

Jika alami hal itu, pemilik Vario tidak perlu khawatir lagi. Sarannya untuk menggantinya dengan kiprok Yamaha Mio. Apalagi komponen pabrikan berlogo garputala itu tergolong gampang atau mudah didapat di toko onderdil.

Untuk menerap kiprok Mio ke Vario cukup mudah. Kebetulan kiprok Vario dan Mio semua sama baik dari segi kaki-kaki maupun konektor. Perbedaan hanya pada daya yang keluar dari kiprok.

Sama, bisa dipakai tanpa kendala. Sebab baik Mio maupun Vario sistem kelistrikannya sama-sama AC untuk lampu dan DC untuk pengapian. Sehingga untuk pemasangan pun tidak ada yang perlu diubah.

Lantas untuk memasang kiprok Mio ke Vario, kata Fajar cukup mudah. Apalagi letak kiprok Vario ada di balik tebeng depan, sehingga langsung bisa dilihat dengan mudah.

Pertama, copot tebeng depan. Kemudian lepas semua baut menggunakan obeng plus. Setelah tebeng depan terlepas, langsung terlihat bagian kiprok. Letak kiprok ada di kanan dekat aki. Setelah terlihat, tinggal langsung diganti dengan milik Mio.

Jika kiprok langka, kami sarankan juga bisa gunakan part KW2. Cuma biar tidak salah pilih, pastikan kiprok tersebut memiliki output bagus yang dapat meregulasi tegangan dan arus yang dihasilkan dari sepul. Kira-kira tegangannya berkisar antara 13-15 Volt. Untuk mengujinya bisa pakai avometer.

Kami mengklaim Mio lebih bagus ke Vario. Karena arus out put kiprok Mio lebih besar dibanding milik Vario, itu bisa dilihat dari ampere aki yang digunakan oleh kedua skubek itu.

Kiprok Vario bisa juga pakai dari Jupiter MX 135LC .

Jumat, 11 Februari 2011

Behel Minerva Bikin Sporty Vario

Bikers Indonesia. Jakarta, 11 Februari 2011 - Kalau dulu, pengguna Honda Vario ingin tampilan behelnya jadi lebih sporty bisa dilakukan dengan memotong bagian tengah behel sehingga terpisah. Atau bisa juga dengan menggunakan produk variasi. Nah, ini kali boleh pakai punya Minerva VX 150. 
 
Iya perhatikan dimensi behel Minerva ini pas dengan bentuk bodi Vario. Hal itu membuat estetika motor tetap terjaga. Malahan Vario jadi terlihat sangat sporty.
Selain itu juga, untuk memasangnya juga enggak bakal bikin pusing. Stepnya dimulai dari membuat braket yang menggunakan pelat besi setebal 1 cm.
Tentu ada alasannya dibuat seperti huruf U tadi. Dibuat U supaya terlihat presisi dan benar-benar nempel di bawah jok dan juga bodi motor.

Braket tadi sebaiknya dicat hitam. Hal itu supaya sewarna dengan behel sehingga terlihat seakan menyatu antara behel dan bodi. 

Selanjutnya behel tadi dilubangi di empat titik. Dua di bagian bawah dan 2 lagi di sebelah atas.

Dua lubang di bawah gunanya untuk baut yang mengikat ke rangka motor. Sedangkan baut yang ke atas untuk ke behel.

Soal harga, behel Minerva itu bisa dibeli sekitar Rp 200 ribu. Beli gampang gak?

Honda Vario Sering Mati Mendadak? Nih Penyebabnya!


Bikers Indonesia. Jakarta 11 februari 2011 - Kasus Honda Vario mati mendadak jadi momok pemiliknya. Memang bikin panik, meski setelah didiamkan sejenak atau distarter bisa langsung kembali menyala.

Trus apa penyebabnya? Sebelum menyalahkan skubek Honda paling laris ini, sebaiknya instropeksi diri terlebih dahulu. Pasalnya, penyebab utamanya akibat human eror.
"Mati mendadak pada Vario karena kehilangan kompresi. Ada dua penyebab. Yang pertama karena kesalahan saat melakukan penyetelan jarak kerenggangan klep (gb.1)," buka Endro Sutarno, Technical Service Training Instructor, PT Astra Honda Motor (AHM).

"Kompresi pada Honda Vario tergolong tinggi, mencapai 10,7:1. Kompresi tinggi menghasilkan suhu tinggi di ruang bakar. Kalau terlalu tinggi, klep dan pelatuk (rocker arm) akan memuai," jelasnya.

Saat memuai, pelatuk akan terus mendorong klep sehingga kompresi bocor. "Makanya ketika di selah akan terasa ngelos. Ini karena tidak ada kompresi. Saat mesin dingin, jarak kerenggangan klep akan kembali normal dan bisa dihidupkan lagi," lanjutnya.

Tak heran bila sebenarnya Honda menyarankan kerenggangan klep yang cukup renggang untuk Vario. Dipatok 0,16 mm untuk klep masuk dan 0,25 mm untuk klep buang.

Bandingkan dengan Honda BeAT yang kompresinya lebih rendah, hanya 9,2:1. Kerenggangan klepnya bisa lebih rapat, hingga 0,14 mm untuk klep masuk dan buang.

Agar presisi, melakukan setel klep harus menggunakan alat ukur bernama filler (gb.2). Lempengan plat tipis ini menjadi patokan kerenggangan antara klep dan pelatuk klep.

"Lalu, penyebab kedua adalah akibat tumpukan karbon di ruang bakar. Karbon (kerak diruang bakar) sering mengganjal klep sehingga klep terus terbuka dan kehilangan kompresi," jelas pria yang berkantor di Sunter ini.

"Begitu distarter lagi, karbonnya rontok dan bisa hidup kembali," ungkap Endro. Kalau yang ini harus dibersihkan secara berkala.

Biasanya di bengkel umum atau jaringan bengkel resmi Honda menawarkan service besar yang salah satu itemnya adalah melakukan pembersihan di ruang bakar.

Artinya, asal perawatannya benar, enggak akan mati mendadak.

Senin, 07 Februari 2011

Nih, Panduan Perawatan Fitur-fitur Skutik Honda

Bikers Indonesia. Jakarta 7 Februari 2011 - Di skutik Honda, ada bebe­rapa teknologi terkini yang ditawarkan. Misal sistem pendingin cair (radiator) di Honda Vario, side stand switch untuk safety pada Vario, BeAT dan PCX. Lalu ada juga combi brake di Vario Techno dan sebagainya. 

Nah, tentunya kesemua teknologi itu butuh perawatan tersendiri bila ingin kinerjanya gak mau lebay (baca: ngerepotin). Jakarta - Di skutik Honda, ada bebe­rapa teknologi terkini yang ditawarkan. Misal sistem pendingin cair (radiator) di Honda Vario, side stand switch untuk safety pada Vario, BeAT dan PCX. Lalu ada juga combi brake di Vario Techno dan sebagainya. 


Nah, tentunya kesemua teknologi itu butuh perawatan tersendiri bila ingin kinerjanya gak mau lebay (baca: ngerepotin). 


Auto Choke 

Istilah teknisnya SE thermal valve (STV). Berfungsi memudahkan nyalahin mesin kala kondisinya masih dingin. Letaknya di karburator. Biar tetap oke, soket kabel STV kudu rajin ditengok dan dibersihkan dari kerak atau karat. Terutama untuk skutik yang jam terbangnya sudah tinggi. 

Selain itu, komponen STV tidak boleh sembarangan dibongkar pasang waktu melepas karburator. “Karena dikhawatirkan jarum STV-nya patah. Sebaiknya waktu bongkar karburator, cukup lepas konektor kabelnya saja,” wanti Sarwono Edhi, Technical Service Training Manager AHM..

Combi Brake System (CBS) 

Menurut pengalaman Kurniawan Cahyadi, pembesut Vario Techno edisi 2009 asal Depok, Jabar, faktor cuaca serta tindakan tertentu kadang bikin kinerja komponen ini gak maksimal. 

“Pelumas pada mekanisme CBS bisa kering karena panas atau terkena semprotan air sabun waktu cuci motor. Efeknya tarikan rem suka terasa berat dan kadang menimbulkan bunyi,” bilangnya. 

Nah, ia pun langsung membersihkan kotoran yang nempel equalizer CBS yang ada di balik cover setang pakai cairan penetran. “Setelah itu bagian yang disemprot penetran tadi bersihkan pakai angin kompresor, lalu lumasi gemuk. Dijamin tarikan rem bakal enteng lagi,” ujarnya. 

Side Stand Switch (SSS) 

Prinsip kerjanya, menghubungkan dan memutuskan massa dari bodi ke ICM (ignition control modul). Tidak bekerjanya SSS ini bisa dipicu akibat jalur kabel massa ke ICM terputus, atau mekanisme sakelar yang ada di poros standar samping kotor akibat motor sering teredam banjir atau karena faktor cuaca. Mesti rajin ditengok dan dibersihkan dari kotoran/debu yang nempel. Minimal setiap 3 kali servis rutin atau bisa juga tiap 10.000 km 

Radiator 

Bila kinerjanya mandek akibat sirkulasi cairan di dalam salurannya tersumbat endapan kotoran akibat cairan pendinginnya jarang dikuras, akan membuat mesin cepat kegerahan bahkan overheat. Terutama saat terjebak macet. 

Makanya, kata Endro Sutarno, Technical Service Training Instructor PT Astra Honda Motor (AHM), kondisi reservoir tank (RT) mesti rajin ditengok. 

“Bila level cairan radiator terlihat kurang pada RT, segera tambahkan,” saran Endro. Lalu setiap jarak tempuh 10.000 km, air radiator mesti dikuras untuk diganti baru. Tak peduli meski kondisi cairan radiator terlihat masih baik.

Kamis, 03 Februari 2011

Ayo, Atasi Getaran Mesin Honda Vario CBS!

Bikers Indonesia. Jakarta, 4 Februari 2011 - Punya skutik jangan cuma tampilan luar yang dinomorsatukan, komponen transmisi otomatis atau CVT juga perlu perawatan. 

Jika telat atau lupa, akibatnya laju motor jadi lelet dan diikuti suara berisik di dalam CVT. Tapi itu contoh paling sederhana, bila ini terus diabaikan, penyakit ini malah makin menjadi-jadi. 

“Paling parahnya, setiap mau ngegas atau berakselerasi, pasti terasa sedikit getaran sampai ke badan dan mesin juga jadi boros. 

Selain itu, mesin juga jadi tersendat­-­sendat di rpm rendah,” ujar Adi Sutisna yang buka gerai skutik RC Speed di Jl. Rempoa Raya No.7 Ciputat, Jaksel. 

Lalu harus gimana, dong? Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk perawatan mesin matik Sampeyan khususnya bagian CVT-nya. Ya udah kita ikuti langkah berikut.



1. Bongkar CVT, pertama lepas semua baut penahan cover CVT pakai kunci T-8 

2. Periksa kondisi drive belt CVT-nya. Caranya gampang, tinggal tekuk belt tersebut dan lihat apakah ada retakan kecil, dengan cara dibalik lalu ditekuk 



3. Periksa tapak bagian dalam dari flywheel atau teromol kopling. “Jika sudah termakan atau baret, kerja sentrifugal jadi lambat, ini juga faktor penyebab BBM jadi boros,” bilang Adi 

4. Cek kondisi roller, kalau permukaan atau lingkarannya tidak rata alias peyang harus diganti part yang baru. Ingat, jangan cuma satu yang diganti, harus satu set semua 

5. Jangan lupa cek ketebalan kampas sentrifugal dilihat. Ketebalan minimum 2 mm, “Fungsinya menekan flywheel sehingga transfer tenaga dari penggerak diteruskan ke roda,” tutup pria yang suka bercanda ini. 

Rabu, 02 Februari 2011

Substitusi Per CVT Kymco Free, Akselerasi Lebih Enteng

Bikers Indonesia. Jakarta, 2 Februari 2011 - Akibat merasa lambat dalam berakselerasi, bikin Alan Basyir warga Slipi, Jakbar ini geram, “Setiap mau menyusul kendaraan lain, suka gak yakin.

Apalagi saat tanjakan, capek deeh. Gimana ya, biar enak tarikannya tapi tanpa main bore-up?” harap pembesut Kymco Free LX.


Tenang, Franky ketua Kymco Motor Club (KMC) punya jawabannya. “Itu sih biasa, pasti per CVT-nya sudah payah. Kan semua komponen ada umurnya. Baru akan ketahuan kalau larinya sudah berubah. Sebab, per ini ikut andil dalam mengurangi dampak tenaga mesin terbuang atau selip,” ujar pria ramah ini.

Jadi solusinya gimana dong? Bisa ganti komponen yang baru atau pakai part alternatifnya.


Yakni, saling tukar atau substitusi per CVT Honda Vario. Harganya Rp 30 ribu, dibanding punya Kymco Rp 67 ribu. Keuntungan lain, tarikan bawah terasa lebih enteng.


Keterangan Gambar :
1. Lepas semua baut pengancing tutup CVT yang berjumlah 9 buah dengan kunci T-8.
2. Copot mur driven face atau rumah kopling dengan kunci khusus seperti huruf Y (treker) dan kunci sok 14.
3. Buka mur penahan kopling pakai kunci treker lagi.
4. Sekarang tarik per CVT dengan tangan dan ganti punya Vario. Perbedaannya, milik Kymco lebih tinggi 3,2 cm (Kymco 15,2 cm, Vario 12 cm)
“Tingginya beda satu ulir tapi diameter lingkarnya sama-sama 5,7 cm. Karena pendek itulah bikin tarikan awal lebih cepat dibanding standaran,” ucapnya.
Tools:
• Per CVT Honda Vario Rp 30 ribu •
Daftar Belanjaan:
• Kunci T-8 • kunci sok 14 • 2 special tool (treker) • 

Senin, 24 Januari 2011

Ternyata Honda Vario Lebih Laris Ketimbang Honda BeAT!

Jakarta, 24 Januari 2011 - Tak disangka, ternyata Honda Vario series lebih laris ketimbang Honda BeAT. Padahal secara segmentasi pasar, Honda BeAT ada di low entry dengan harga yang lebih murah. 

Honda BeAT versi spoke wheel dilepas mulai Rp 11,7 juta, sedang versi racing spoke dilepas Rp 12,5 jutaan. Seharusnya di kelas skutik murah, jumlah penjualannya cukup tinggi. 

Tapi berbeda dengan Honda, justru Vario series terjual lebih banyak. Dari total penjualan skutik Honda sepanjang 2010 yang tembus 1.551.383 unit. Penjualan Honda Vario series mencapai 722.856 unit, sedang Honda BeAT hanya 699.609. 
Hingga saat ini Honda Vario series memiliki 3 varian berbeda. Yaitu; Honda Vario, Honda Vario Techno dan Honda Vario CBS (combi brake system) Techno. Kehadiran varian baru Honda Vario Techno diyakini mampu memperkuat penetrasi skutik Honda di Indonesia. 

Ketiga varian ini dijual mulai Rp 14,3 juta untuk Honda Vario, Rp 14,8 untuk Honda Vario Techno dan Rp 15,8 untuk varian Honda Vario CBS Techno. 
  
Sedang varian skutik Honda lainnya, Honda Scoopy dan Honda PCX juga mencatatkan angka penjualan yang baik sepanjang 2010. Dalam 7 bukan pertama, Honda Scoopy terjual hingga 114.040 unit. Sedang skutik canggih, Honda PCX terjual hingga 2.483 unit. 

Enggak harus yang murah yang lebih banyak terjual kan!