Tampilkan postingan dengan label Beat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Mei 2011

Test Pertama Honda Spacy


Bikers Indonesia. 6 Mei 2011 - Disela launching Honda Spacy hari Rabu lalu (4/5), Bikers Indonesia melihat-lihat performa skubek baru Honda ini. Sebagai produk global, baru Indonesia yang secara resmi meluncurkan Spacy, negara lain di China, Jepang, Eropa dan Asia Tenggara menyusul. Yuk lihat

Desain dan Fitur

Desain dan fiturnya sudah ditulis di tulisan sebelumnya. daripada penasaran maricoba langsung satu persatu!. Dimulai dari bagasi ekstra lebarnya, volumenya 18 liter. Untuk mencapai bagasi ini harus membuka kunci jok di cover bodi samping sebelah kiri. Mudah dan ringan, seketika kunci diputar jok langsung terbuka. Dan benar-benar terbukti sebuah helm full face bisa masuk.
 
Tanki bahan bakarnya didesain dengan anti tumpah saat melakukan pengisian. Sudah ada jalur pembuangan untuk bensin yang luber saat mengisi di SPBU. Nah menariknya, rem parkir atau parking brake lock hadir dengan tuas rem baru, hasilnya mengoperasikannya bisa lebih ringan.

Panel indikator di desain menarik dan mudah dibaca. Speedometer menjadi pusat perhatian di tengah, sedang fuel meter ada di atas sehingga bisa dengan mudah terlihat hanya dengan sekali lirik.
 
Sesuai safety, bentuk lampu sein depan dan belakang dibuat melebar ke samping. Efeknya, sorot lampu belok ini bisa dengan jelas dilihat oleh pengendara lain. Bukan hanya dari depan dan belakang tapi juga dari samping.

Sein belakang Spacy ini mirip Honda PCX 125 dan skubek Honda lainnya. bagaimana dengan warnanya, Spacy mempunyai 5 pilihan warna yaitu. Merah, biru, hitam, putih dan hijau.

Handling

Joknya beda dengan Honda BeAT. Meski menggunakan platform mesin dan rangka yang sama, tapi Spacy terasa lebih besar. Joknya empuk dan tebal, uniknya didesain meruncing ke atas agar paha tidak perlu dibuka lebar saat hendak menapakan kaki ke tanah.

Posisi kaki saat berkendara sangat nyaman, lebar dan bebas dipindah-pindahkan. Jangan samakan dengan BeAT yang kelewat sempit. Cuma batok lampunya berasa besar banget, maklum head lamp-nya ada di setang. 

Yang mengagetkan adalah handlingnya. Meski gambot, saat diajak belok tak kalah lincah dari BeAT. Padalah sumbu roda Spacy 1.256 mm, lebih panjang dari BeAT yang hanya 1.240 mm.

Sayangnya Spacy terasa lebih pendek dibandingkan dengan BeAT. Belok sedikit, rebah sedikit saja standar tengah mentok aspal. Dari data spesifikasi, jarak terendah Spacy ke tanah hanya 128 mm sedangkan BeAT 156 mm.

Asiknya, saat dibonceng pun nyaman. Jok tetap terasa empuk, begitu juga dengan posisi kaki yang tidak terlalu menekuk. Betah deh dibonceng lama?

Performa

Mesin Honda Spacy dan BeAT hampir tak ada beda. Paling sekedar posisi air filter yang mengharuskan dilakukan settingan ulang pada karburator dengan main jet satu step lebih kecil.

Karburator yang dipakai kedua skubek Honda ini tetap sama, yaitu menggunakan venturi 22mm. Tapi ada perbedaan pada main jetnya. Spacy pakai main jet 98, sedang BeAT 100. Hasilnya, Spacy diklaim lebih irit. Tapi soal performa sama baiknya.

Power Spacy mencapai 8,54 PS di 8.000 rpm, sedang torsinya 0,82 kgf.m pada 6.000 rpm. Sedang BeAT punya power 8.22 PS di 8,000 rpm dan torsi maksimum 0.85 kgf.m pada 5,500 rpm.

Suara knalpot garing khas skubek Honda langsung terdengar. Akselerasi di putaran bawahnya pun lumayan menyentak. Cukuplah untuk kendaraan keluarga.

Nah jadi mau pilih mana , Spacy atau BeAT ?

Selasa, 12 April 2011

Skutik Masih Jadi Andalan Honda

(foto : AHM)
Foto : AHM
Bikers Indonesia. 12 April 2011 -  Setelah Bikers Indonesia tidak update selama beberapa minggu ini. Kami update lagi dengan berita-berita yang menggiurkan bagi masyarakat yang membaca berit online Bikers Indonesia.
Sebagai salah satu produsen sepeda motor terbesar di Tanah Air, secara keseluruhan penjualan AHM di pasar domestik pada bulan Maret tercatat 338.447 unit atau naik 16,2 % dibanding dengan bulan yang sama tahun lalu.

Secara kumulatif, penjualan AHM pada tiga bulan pertama tahun ini tercatat 989.862 unit atau tumbuh 32 % dibandingkan dengan Januari-Maret tahun 2010.
Tipe motor skutik pada bulan Maret tercatat terjual sebanyak 189.158 unit atau melonjak 95 % dibandingkan dengan bulan yang sama 2010 yang hanya 97.039 %.

Secara kumulatif pada Januari-Maret 2011, penjualan skutik AHM tercatat 518.136 unit atau melambung 88,7 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yaitu 274.633 unit.

Sejak awal Januari Honda memang sudah menjadi raja baru skutik di Tanah Air. Honda BeAT masih Menjadi penyumbang terbesar penjualan skutik AHM pada triwulan pertama tahun ini. Vario series dan skutik retro modern Scoopy juga memberikan kontribusi yang signifikan.

Di segmen bebek, penjualan AHM di pasar domestik juga mencatat angka penjualan yang cukup baik dengan total penjualan 405.862 unit. Kehadiran varian baru Honda Absolute Revo dengan harga yang lebih terjangkau yaitu Revo Fit dan Honda Supra X125 dengan tampilan terbaru diharapkan akan semakin memperkokoh posisi Honda di segmen sepeda motor bebek di Indonesia.

Jumat, 04 Maret 2011

Modif Honda BeAT 2009, Rasa Asem Manis


Bikers Indonesia. 5 Maret 2011 - BeAT garapan Han’s Motor (HM), Bogor rasanya asem-manis. Tapi, jangan dijilat tuh bodi BeAT karena gak bakal ada rasanya. Paling rasa debu yang nempel di badan motor. Tapi, filosofi airbrush BeAT yang disebut asem-manis.



Maksudnya kayak permen Nano-Nano. Kan, permen itu warna-warni. Nah, konsep warnanya diambil seperti itu.

Lebih rapat dengan 17 inci
Wah, benar juga grafis kelir BeAT karya HM mirip permen. Seandainya tuh permen dibuka bungkusnya, pasti sebelas-dua belas dengan BeAT HM.

Kelir dasarnya dibuat oranye, ditiban grafis kuning redup dan ditambah dengan garis hijau. Dasarnya sih cuma tiga warna, merah, kuning dan hijau yang dicampur-campur. Hasilnya bisa bikin grafis berbagai warna. Wah keren tuh !

DATA MODIFIKASI
Ban depan : IRC 50/90-17 
Ban belakang : Corsa 90/80-17     
Pelek depan : 1,40 x 17 
Pelek belakang : 1,40 x 17 
Spion : KTC

Rabu, 23 Februari 2011

Modif Honda BeAT, Square Jawara Kelas 150 cc


Bikers Indonesia. 23 Februari 2011 - Square alias sama antara diameter x stroke piston, jadi kunci kemenangan drag bike kelas 155 cc. Tepatnya di Honda BeAT pacuan Ardiansyah Ucil dari tim Hariot Key Speed, Bandung. Juara 1 pada pentas adu kebut trek lurus di Harapan Indah, Bekasi beberapa waktu lalu.

Konstruktor alias perancang mesin BeAT sanggup 8,61 detik di trek 201 meter ini, yaitu duet maut antara Rio Teguh dan Kentardima. Mereka sukses membuat square antara diameter x stroke piston yaitu 58 x 58 mm.



Di atas kertas, bisa dihitung. Kapasitas silinder mencapai 153,2 cc.


Untuk membuat square dengan hitungan diameter x stroke 58 x 58 mm, paling awal dicari piston dahulu. Dianggap paling pas adalah piston Honda Sonic. Tentunya dicari versi yang orisinal supaya lebih tahan gebuk.


Piston ini dianggap lebih ringan dibanding piston lain. Kekuatannya juga terjamin karena yang dipakai orisinal Honda Sonic. Asyiknya lagi, lebih pendek dari piston standar BeAT. Sehingga posisinya lebih mendem dan tidak perlu lagi pakai paking tebal untuk bisa naik stroke.

Piston Sonic juga punya lubang pen yang sama dengan BeAT. Yaitu 13 mm. Sehingga memang lebih menguntungkan. Klop sama lubang setang piston standar.


Selanjutnya tinggal membuat agar stroke Honda BeAT jadi pas 58 mm. Cukup pakai pen stroke 1,5 mm. Penambahan stroke jadi 3 mm,.


Kondisi standar, stroke atau langkah piston Honda BeAT yaitu 55 mm. Ditambah kenaikan 3 mm, stroke akhirnya jadi 58 mm. Kondisi ini membuat BeAT jadi benar-benar square.

Mesin square punya keuntungan. Antara power dan torsi jadi seimbang. Didapatkan torsi besar namun putaran mesin juga cepat naik. "Dari hasil dynotest power 19,2 dk," beber Kentar.


Tinggal bermain di kepala silinder. Kunci tenaga mesin 4-tak adanya di head. Dan bagian itu memang Tetap harus digarap serius. Kepala silinder cukup menggunakan klep Honda Sonic. Ukuran katup isap 28 mm dan buang 24 mm.

Durasi 265 derajat


Ukuran lubang inlet juga ikut mempengaruhi power. Dipadukan dengan klep Sonic itu, Kentar korek lubang isap sampai 26 mm. Untuk lubang buang 23 mm.


Baru kemudian dipadukan dengan kem Kawahara yang durasinya diatur ulang. Kem isap dan buang dibuat sama-sama membuka selama 265 derajat.


Kem isap dan buang irama membukanya dibuat sama. Klep isap membuka 25 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan menutup 60 derajat setelah TMB (Titik Mati Bawah).


Sedang klep buang membuka 60 derajat sebelum TMB dan nutup 25 derajat setelah TMA.


DATA MODIFIKASI
Ban depan : Vee Rubber 60/80x17 
Ban belakang : Vee Rubber 50/90x17
Pelek depan : Exel Takasago 1,20x17
Pelek belakang:  Exel Takasago 1,40x17

Kamis, 17 Februari 2011

Tes Kem Harian BeAT & Scoopy, Power Ngisi Terus

Bikers Indonesia. 17 Februari 2011 - Tes paket bore up 130 cc untuk Honda BeAT dan Scoopy sudah dibahas edisi lalu. Tapi baru sekadar pada penggantian knalpot dan CDI Racing. Power yang dihasilkan mencapai 10,31 dk pada 8.000 rpm.


Power segitu masih bikin penasaran karena suplai bahan bakar masih mengandalkan part standar. Seperti karburator, porting dan kem asli pabrik.

Kalau ukuran spuyer yang digunakan dirasa masih cukup mengandalkan yang standar. Karena berdasarkan pengukuran AFR (Air Fuel Ratio) masih kebasahan alias kebanyakan besin.

Angka AFR yang terbaca berada di rentang 12 : 1. Satu molekul bensin dibakar 12 molekul udara. Padahal normalnya 12,5 : 1. Berarti masih kurang udara alias kebanyakan bensin.

Komponen yang plug and play dan tidak perlu main kikis pasang kem racing versi variasi. Banyak dijual di pasaran.

Namun kudu dicermati, jangan asal pasang kem variasi. Pilih spek masih untuk klep standar.

Klep standar posisi sudut pemasangnanya belum digeser. Sangat bahaya kalau dipasangi kem lift yang sangat tinggi. Bisa-bisa saling bertabrakan.

Comot di pasaran paling gampang dicari seperti merek Kawahara. Untuk klep kecil pakai yang kodenya K1. Awas! Jangan yang kodenya big valve ya. Itu untuk klep yang sudah gede dan posisi sudutnya sudah diubah.

Kem K1 coba dipasang di Honda BeAT yang speknya seperti ditulis minggu lalu. Pakai paket bore up 130 cc dengan kompresi 12,5 : 1. Menggunakan CDI BRT dan knalpot racing R9.

Masih menggunakan dynotest Dynojet 250i. Dulu power yang dihasilkan mencapai 10,31 dk pada 7.500 rpm. Setelah menggunakan kem racing power yang dihasilkan 10,42 dk pada 7.600 rpm.

Kenaikan power yang dihasilkan memang hanya 0,11 dk. Namun grafiknya tidak mudah ngedrop. Setelah melewati rpm 7.500, kem racing di atas kem standar.





Ini menandakan kem racing menyalip yang standar pabrik begitu putaran mesin lewat dari 7.500 rpm. Kalau balapan atau diadu bareng, kem racing lebih menang.


Lihat saja pada gasingan mesin 8.500 rpm. Pakai kem racing powernya masih 10 dk. Sedangkan kem standar tenaganya ngedrop, hanya sekitar 9 dk.

Makin tinggi putaran mesin, perbedaan antara kem standar dan racing jadi makin jauh. Misalnya pada rpm 10.000, kem racing powernya masih 9 dk. Sedang kem standar hanya 6 dk.

Kondisi seperti ini menandakan kem racing ini bagus dari putaran bawah sampai gasingan atas. Bahasa awamnya nafas mesin jadi lebih panjang.

Setelah sudah melakukan penggantian kem K1 juga grafik AFR lebih mendekati sempurna. Tidak kebasahan atau malah kekeringan. Padahal masih tetap menggunakan karburator dan juga spuyer standar.

Kamis, 10 Februari 2011

Modif Honda BeAT 2008, Sering Diajak OMR

Bikers Indonesia. Jakarta, 10 Februari 2011 - BeAT tahun 2008 jika dimodif bagaiana sih. Nah tau kan motor BeAT tahun 2008 kaya gimana?. Disini Bikers Indonesia menceritakan bagaimana sih modif Honda BeAT yang bagus dan benar. Yuk saksikan dibawah ini






Senin, 24 Januari 2011

Ternyata Honda Vario Lebih Laris Ketimbang Honda BeAT!

Jakarta, 24 Januari 2011 - Tak disangka, ternyata Honda Vario series lebih laris ketimbang Honda BeAT. Padahal secara segmentasi pasar, Honda BeAT ada di low entry dengan harga yang lebih murah. 

Honda BeAT versi spoke wheel dilepas mulai Rp 11,7 juta, sedang versi racing spoke dilepas Rp 12,5 jutaan. Seharusnya di kelas skutik murah, jumlah penjualannya cukup tinggi. 

Tapi berbeda dengan Honda, justru Vario series terjual lebih banyak. Dari total penjualan skutik Honda sepanjang 2010 yang tembus 1.551.383 unit. Penjualan Honda Vario series mencapai 722.856 unit, sedang Honda BeAT hanya 699.609. 
Hingga saat ini Honda Vario series memiliki 3 varian berbeda. Yaitu; Honda Vario, Honda Vario Techno dan Honda Vario CBS (combi brake system) Techno. Kehadiran varian baru Honda Vario Techno diyakini mampu memperkuat penetrasi skutik Honda di Indonesia. 

Ketiga varian ini dijual mulai Rp 14,3 juta untuk Honda Vario, Rp 14,8 untuk Honda Vario Techno dan Rp 15,8 untuk varian Honda Vario CBS Techno. 
  
Sedang varian skutik Honda lainnya, Honda Scoopy dan Honda PCX juga mencatatkan angka penjualan yang baik sepanjang 2010. Dalam 7 bukan pertama, Honda Scoopy terjual hingga 114.040 unit. Sedang skutik canggih, Honda PCX terjual hingga 2.483 unit. 

Enggak harus yang murah yang lebih banyak terjual kan!