Tampilkan postingan dengan label Skutik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Skutik. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Mei 2011

Test Ride Honda Spacy, Akselerasi Lebih Cepat Ketimbang BeAT


Bikers Indonesia. 16 Mei 2011 - Awalnya sempat terpikir kalau Honda Spacy Helm In ini bakal punya handling yang berat. Tidak seperti Scoopy atau BeAT. Soalnya, bodi yang ditawarkan terlihat lebih gambot. Apalagi, melihat cover setang. Guedeeee...


Terbukti, tidak begitu! Tampilan Spacy seakan menipu mata untuk berpikir demikian. Nyatanya, handling yang ditawarkan justru tak ada beda Honda BeAT yang terkenal lincah.

Di tikungan model chicane, Spacy diajak menikung ke kanan dan secara spontan langsung diajak menikung ke kiri. Pergerakan motor terasa ringan meski bodi tergolong gambot. Tapi dengan catatan, bagasi yang muat kapasitas 18 liter atau setara dengan helm full face itu tidak diisi barang ya. Artinya, dalam keadaan kosong.



Sejatinya, Spacy memiliki berat 97 kg. Toh meski berat kosong yang diusung Spacy lebih berat 7,7 kg ketimbang BeAT, tapi unsur lincah seakan tidak hilang. Pastinya, tetap mudah buat diajak berlari di padatnya kemacetan Ibu kota.


Malah Spacy diklaim punya akselerasi lebih cepat ketimbang BeAT dan Scoopy. Untuk jarak 200 meter, cukup butuh waktu 13,5 detik. Sedang BeAT bermain di 14 detik. Mungkin karena tenaga yang tertulis di brosur, Spacy lebih besar. Yaitu, 8,54 PS/ 8.000 rpm. Sedang Scoopy atau BeAT main di 8,22 – 8,28 PS/ 8.000 rpm. Padahal, diameter dan langkah yang diaplikasi sama saja. Generasi engine BeAT.

Tapi, yang menarik, bukan cuma itu. Kapasitas tangki bahan bakar Spacy lebih besar ketimbang skubek Honda lainnya. 5 liter, lho! Berdasar klaim AHM sendiri, Spacy bisa tempuh 41 kilometer per 1 liter. So, dengan bensin penuh di tangki, bisa tempuh jarak 205 km. Wah, bisa jarang mampir SPBU nih.

Iya dong, kapasitas tangki BeAT atau Scoopy cuma 3,5 liter. Jadi, dengan kelebihan 1,5 liter saja di matik, sudah cukup berarti. masih bisa diajak jalan sekitar 61,5 km lagi tuh!

Hihihihi..

sumber : MotorPlus

Minggu, 15 Mei 2011

Suzuki Hayate 125, Jadi Skubek Paling Laris Suzuki

Bikers Indonesia. 16 Maret 2011 - Baru diluncurkan akhir Maret lalu, skubek baru Suzuki Hayate 125 langsung jadi primadona. Penjualannya langsung melejit jadi skubek Suzuki yang paling laris saat ini.

Dari data penjualan yang diberikan Suzuki, tercatat skubek yang dibandero Rp 13,4 jutaan ini terjual hingga 3.614 unit pada bulan Maret dan melonjak menjadi 4.466 unit di bulan April 2011.

Angka ini lebih tinggi dari penjualan Suzuki Skywave pada tiga bulan terakhir sebelum discontinue dan posisinya digantikan Hayate. Pada Januari 2011, Skywave terjual 1.633 unit, disusul Februari dan Maret dengan 912 unit dan 397 unit.

Bila dibandingkan dengan Suzuki Skydrive pun, Hayate pun masih lebih laris. Pada bulan April 2011 ini, Skydrive ini hanya dijual 3.527 unit. Padahal, sebelumnya Skydrive jadi tulang punggung penjualan skubek Suzuki.

Motor yg masih menggunakan platform Suzuki Skywave 125 tetap menawarkan kenyamanan dengan suspensi ganda di belakang dan lingkar roda ukuran 16 inci. Lebih besar dari skubek kebanyakan sehingga lebih ampuh meredam guncangan akibat jalan berlubang.

Jok lebar dan tebal serta boks bagasi luas di bawah jok mampu memuat helm full face dalam posisi miring. Fitur baru seperti Automatic Headlamp On (AHO) dan standar samping yang dibuat mampu memutus arus pengapian saat lupa dilipat, membuatnya lebih safety!

Jumat, 13 Mei 2011

Bentuk Sketsa Awal Honda Spacy


Bikers Indonesia. 14 Mei 2011 - Melalui website resminya, Honda menampilkan bentuk awal Honda NSC110 atau di Indonesia dipanggil Spacy di Jepang dipanggil Dio dan di Eropa dipanggil dengan sebutan Vision.

Dalam gambar berbentuk sketsa ini awalnya pengembangan skubek yang dikembangkan untuk pasar global. Satu desain yang kemudian bakal di jual masal di seluruh dunia, seperti skubek Honda PCX atau Honda CBR 250R.


Yang paling menarik Indonesia dan Cina menjadi negara pertama di dunia yang meluncurkan skaligus memproduksi skubek berkapasitas mesin 110cc ini. Mesin yang dipakai sedikit banyak mirip Honda BeAT dengan beberapa penyesuaian.

Terlihat dari gambar. Sketsa ini ada beberapa perbedaan antara versi skets dengan tampilan aslinya. Lihat saja batok setang yang tidak seramping sketsanya, versi aslinya punya head lamp lebih belo (Besar).


Sama dengan bentuk bodi samping dan lampu sein di cover bodi depan. Sketsa ini tampak lebih ramping ketimbang bentuk asli Honda Spacy yang telah keluar.

Mungkin saat memasukan helm di bawah joknya,  harus menarik bodi jadi lebih lebar. Jadi tetap menarik kan?

Senin, 09 Mei 2011

Skubek Viar Vior Inden, Permintaan Lebihi 4000 Unit Perbulan

Bikers Indonesia. 10 Mei 2011 - Skubek murah ini (Viar Vior) diklaim laris manis penjualannya. Ini malah jadi inden dimana-mana. Mereka kewalahan memenuhi permintaan.

Sejak pertama kali dilaunching pada bulan Agustus 2010 lalu, sudah lebih dari 30 ribu unit Viar VioR terjual di seluruh Indonesia. Permintaan rata-rata tiap bulan mencapai 5000 hingga 7000 unit.

Padahal target bulanan VioR, sebenarnya hanya 3000 unit perbulan. Wajar bila akhirnya terjadi inden. Di Jawa Timur saja pernah dalam satu bulan permintaannya mencapai 3000 unit.

Hingga saat ini, Viar VioR masih menjadi skubek dengan harga paling murah, dilepas dengan harga Rp 8 jutaan. Bandingkan dengan skubek asal Jepang seperti Yamaha Mio, Honda BeAT atau Spacy yang dijual paling murah di harga Rp 11 jutaan.

Skubek berkapasitas mesin 125cc memiliki desain yang mirip Yamaha Mio Sporty tapi memiliki ruang bagasi lapang dan dual sokbraker di belakang.

Beli yuk :)

Honda Scoopy Jadi Media Seni Lukis

Bikers Indonesia. 10 Mei 2011 - Selama ini, kita mengenal karya seni lukis kebanyakan hanya menggunakan media kanvas sebagai bentuk ekspresi sang seniman. Namun yang dilakukan PT Wahana Makmur Sejati (WMS) sebagai main dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta Tanggerang sedikit berbeda. WMS mencoba menggembangkan skuter matik Scoopy sebagai salah satu media ekspresi seni rupa.

Untuk mengapresiasi konsumen, maka WMS mulai Jumat (6/5) hingga Minggu (8/5) mengadakan pameran seni rupa bertajuk ”ScoopArt”. Bertempat di Jakarta Art District, Lower Ground Floor, Grand Indonesia East Mall, pameran ini adalah hasil kerja sama WMS dengan Galeri Canna.
Melalui pameran ScoopArt, WMS ingin membuktikan bahwa Honda Scoopy bukanlah alat transportasi semata. Desain Honda Scoopy sangat unik dan memiliki karya seni tinggi, sehingga dapat memberikan inspirasi untuk dijadikan media bagi enam perupa kontemporer terkemuka di Indonesia menuangkan karya seni mereka.

mereka berharap dalam sekala lebih luas pameran ini dapat dijadikan inspirasi bagi masyarakat seni rupa untuk selalu mencari media alternatif dalam pengembangan seni rupa.

Dalam pameran ini, terdapat enam unit Honda Scoopy yang telah dilukis dengan indah. Keenam unit tersebut merupakan hasil karya Putu Sutawijaya (Winning to Fly), Jumaldi Alfi (Renewal), Bunga Jeruk (Tiger in Grenn), Yusra Martunus (1015 Envelope Series), Yunizar (Benrbunga) dan Radi Arwinda (Scoopet).

Jumat, 06 Mei 2011

Honda Spacy Keluarkan Warna Hijau


Bikers Indonesia. 6 Mei 2011 - Salah satu pilihan warna Honda Spacy adalah hijau. Warna baru ini menjadi yang pertama bagi sepeda motor Honda. Sebelumnya hanya Kawasaki, Yamaha dan TVS yang memiliki pilihan warna ini.

Kawasaki hampir semua sepeda motornya pakai warna ini, sedang Yamaha hadir lewat skubek Yamaha Mio, Mio Soul, Xeon dan Jupiter MX. Wah, apa Honda enggak takut dikira ikut-ikutan kompetitornya nih?


Mereka malah tidak berpikir kalau kompetitor memiliki warna hijau mereka ikutan hijau. Tapi rasanya konsumen Indonesia suka dengan warna hijau.

Tapi memang dirasa konsumen Indonesi mulai bisa menerima sepeda motor dengan warna ini. Di pasar mobil pun, Mazda 2 yang menjadi pioner warna hijau mengaku memiliki angka penjualan yang baik pada unit berwarna hijau.

Kalau sebelumnya, merah dan hitam mendominasi pilihan konsumen. Kini ada putih dan hijau yang tak kalah digemari. Warna hijaunya kalau dilihat indah kan.

Selain warna hijau yang dilabeli Legacy Green ini, Spacy juga memiliki pilihan warna lain yaitu, Imperial White, Royal Blue, Majestic Red dan Emperor Black.

Sedang harga jualnya Rp 11,7 untuk versi spoke wheel, sedangkan versi cast wheel akan dipasarkan dengan harga Rp 12.5 juta (on the road Jakarta), dengan target penjualan sebanyak 25.000 unit perbulan.

Test Pertama Honda Spacy


Bikers Indonesia. 6 Mei 2011 - Disela launching Honda Spacy hari Rabu lalu (4/5), Bikers Indonesia melihat-lihat performa skubek baru Honda ini. Sebagai produk global, baru Indonesia yang secara resmi meluncurkan Spacy, negara lain di China, Jepang, Eropa dan Asia Tenggara menyusul. Yuk lihat

Desain dan Fitur

Desain dan fiturnya sudah ditulis di tulisan sebelumnya. daripada penasaran maricoba langsung satu persatu!. Dimulai dari bagasi ekstra lebarnya, volumenya 18 liter. Untuk mencapai bagasi ini harus membuka kunci jok di cover bodi samping sebelah kiri. Mudah dan ringan, seketika kunci diputar jok langsung terbuka. Dan benar-benar terbukti sebuah helm full face bisa masuk.
 
Tanki bahan bakarnya didesain dengan anti tumpah saat melakukan pengisian. Sudah ada jalur pembuangan untuk bensin yang luber saat mengisi di SPBU. Nah menariknya, rem parkir atau parking brake lock hadir dengan tuas rem baru, hasilnya mengoperasikannya bisa lebih ringan.

Panel indikator di desain menarik dan mudah dibaca. Speedometer menjadi pusat perhatian di tengah, sedang fuel meter ada di atas sehingga bisa dengan mudah terlihat hanya dengan sekali lirik.
 
Sesuai safety, bentuk lampu sein depan dan belakang dibuat melebar ke samping. Efeknya, sorot lampu belok ini bisa dengan jelas dilihat oleh pengendara lain. Bukan hanya dari depan dan belakang tapi juga dari samping.

Sein belakang Spacy ini mirip Honda PCX 125 dan skubek Honda lainnya. bagaimana dengan warnanya, Spacy mempunyai 5 pilihan warna yaitu. Merah, biru, hitam, putih dan hijau.

Handling

Joknya beda dengan Honda BeAT. Meski menggunakan platform mesin dan rangka yang sama, tapi Spacy terasa lebih besar. Joknya empuk dan tebal, uniknya didesain meruncing ke atas agar paha tidak perlu dibuka lebar saat hendak menapakan kaki ke tanah.

Posisi kaki saat berkendara sangat nyaman, lebar dan bebas dipindah-pindahkan. Jangan samakan dengan BeAT yang kelewat sempit. Cuma batok lampunya berasa besar banget, maklum head lamp-nya ada di setang. 

Yang mengagetkan adalah handlingnya. Meski gambot, saat diajak belok tak kalah lincah dari BeAT. Padalah sumbu roda Spacy 1.256 mm, lebih panjang dari BeAT yang hanya 1.240 mm.

Sayangnya Spacy terasa lebih pendek dibandingkan dengan BeAT. Belok sedikit, rebah sedikit saja standar tengah mentok aspal. Dari data spesifikasi, jarak terendah Spacy ke tanah hanya 128 mm sedangkan BeAT 156 mm.

Asiknya, saat dibonceng pun nyaman. Jok tetap terasa empuk, begitu juga dengan posisi kaki yang tidak terlalu menekuk. Betah deh dibonceng lama?

Performa

Mesin Honda Spacy dan BeAT hampir tak ada beda. Paling sekedar posisi air filter yang mengharuskan dilakukan settingan ulang pada karburator dengan main jet satu step lebih kecil.

Karburator yang dipakai kedua skubek Honda ini tetap sama, yaitu menggunakan venturi 22mm. Tapi ada perbedaan pada main jetnya. Spacy pakai main jet 98, sedang BeAT 100. Hasilnya, Spacy diklaim lebih irit. Tapi soal performa sama baiknya.

Power Spacy mencapai 8,54 PS di 8.000 rpm, sedang torsinya 0,82 kgf.m pada 6.000 rpm. Sedang BeAT punya power 8.22 PS di 8,000 rpm dan torsi maksimum 0.85 kgf.m pada 5,500 rpm.

Suara knalpot garing khas skubek Honda langsung terdengar. Akselerasi di putaran bawahnya pun lumayan menyentak. Cukuplah untuk kendaraan keluarga.

Nah jadi mau pilih mana , Spacy atau BeAT ?

Kamis, 05 Mei 2011

Spacy Tembus 41 km/liter, Lebih Irit Dari BeAT

 

Bikers Indonesia. 5 Mei 2011 - Dalam sambutannya pada launching Honda Spacy (4/5), Yusuke Hori, Presiden Director PT Astra Honda Motor (AHM) mengklaim konsumsi bahan bakar skubek barunya ini mampu tembus 41 kilometer per liter. Lebih hemat dari Honda BeAT. Bahkan dalam kondisi kecepatan konstan di 50 km/jam mampu tembus 67 km/liter. Wah kok bisa lebih irit ya? Padahal mesin yang digunakan sama, dan bobotnya pun lebih berat Spacy 4 kilogram ketimbang BeAT.

Salah satunya karena perubahan bentuk air filter. Dengan dipindahnya boks filter udara dari bawah jok ke atas CVT maka suplay udara jadi lebih baik.

Karena settingan ulang pada karburator maka didapat performa dan tenaga yang sama baiknya dengan Honda BeAT. Spacy 8,54 PS di 8.000 rpm di rpm sedang BeAT 8,22 PS di rpm. Tapi didapat konsumsi bahan bakar yang lebih irit.

Karburatornya sama. Pakai venturi 22mm. Tapi ada perbedaan pada jetnya. Spacy pakai main jet 98, sedang BeAT 100. Main jet lebih kecil makanya lebih irit, tapi tanpa mengorbankan peformanya.

Honda Spacy ini menggunakan mesin 110cc yang sama dengan Honda BeAT dan Scoopy. Tapi pada penerapannya memang ada beberapa penyesuaian. Dipasaran Honda Spacy bakal dijual dengan harga Rp 11,75 juta untuk versi spoke wheel dan Rp 12,5 untuk casting wheel.

Nah jadi terserah anda mau pilih Spacy, BeAT, atau Scopy ?

Spesifikasi Honda Spacy

 

Bikers Indonesia. 5 Mei 2011 - Unik loh, akhirnya skubek baru dari honda diberi nama "Spacy" dan ada embel-embel "Helm In" di depan namanya. Spacy berasal dari kata "space" atau ruang yang menggambarkan kelegaan! Sedang Helm In pastinya, karena lega jadi bisa memuat helm.

Ok daripada penasaran bagaimana sih bentuk-bentuknya dn apa sih isinya dari Honda Spacy ini. SIKAT BROTHER ??

Desain

Karena desain dan harganya yang mirip dengan Honda BeAT, maka banyak yang membandingkan keduanya. Tapi tentunya Spacy punya karakter yang berbeda. Kalau BeAT lebih ditujukan untuk kaum muda, Spacy lebih menyasar keluarga muda dengan segala kebutuhannya.

Perhatikan deh, modelnya lebih elegan kan ? Head lamp dipindahkan ke atas (setang) agar lebih elegan, kalau di bawah seperti BeAT pasti akan terlihat sporty. Garis bodinya, seperti di cover bodi samping dan depan tidak banyak garis tegas dan sudut tajam, tapi cenderung lebih membulat. Sein besar di depan dan lampu sein yang didesain layaknya Honda PCX membuatnya terlihat makin berkelas. 

Tapi mungkin striping yang dipasang malah membuatnya meriah. Bandingkan dengan kembaran Spacy, Honda Dio yang muncul di Jepang. Polos tanpa striping, lebih elegan. 


Space

Sesuai namanya yang menawarkan banyak ruang, Spacy membuat jok jauh lebih lebar, panjang dan tebal ketimbang BeAT. Pastinya lebih nyaman untuk berboncengan. Ruang kakinya pun enggak sempit, sepatu bisa masuk ke dalam dek secara penuh.

Seperti yang diunggulkan, ruang bagasi ekstra luas. Volumenya mencapai 18 liter, lebih besar dari Suzuki Hayate yang 17,7 liter. Bahkan klaimnya helm full face pun bisa masuk ke dalamnya. Cocok nih, buat yang barang bawaaanya banyak.

Satu lagi yang ekstra lega adalah tankinya. Tanki Spacy bisa membawa 5 liter bahan bakar. Jauh lebih besar dari Honda Vario sekalipun yang hanya 3,6 liter.

Fitur

Meski harganya dibuat terjangkau, jangan berfikir ada fitur yang dipangkas. Honda tetap setia dengan fitur safety-nya. Side stand Switch dan parking brake lock tetap dipertahankan. Bahkan tuas rem belakang diganti desainnya, agar rem parkir bisa diaplikasi dengan mudah.

Kunci kontak dengan pengaman bermagnet juga tetap dipasang. Bahkan untuk safety, kini Honda menerapkan fitur auto headlight on, lampu dengan langsung menyala ketika mesin dinyalakan. Enggak perlu lagi lupa nyalain lampu deh!

Spesifikasi :
 
Tipe mesin: 4 langkah, SOHC
Sistem pendinginan: Pendinginan dengan Kipas
Diameter x langkah: 50 x 55 mm
Volume langkah: 108 cc
Perbandingan kompresi: 9,2 : 1
Daya maksimum: 8,54 PS / 8.000 rpm
Torsi maksimum: 0,82 kgf.m / 6.000 rpm
Kopling: Otomatis, Sentrifugal, Tipe Kering
Starter: Pedal & Elektrik
Busi: ND U24EPR9, NGK CPR8EA-9
Kapasitas tangki bahan bakar: 5,0 liter
Kapasitas minyak pelumas mesin: 0,7 liter pada penggantian periodik
Transmisi: Otomatis, V-Matic
Karburator: VK22 x 1
Aki: 12V - 3A.h (tipe MF)
Sistem pengapian: DC - CDI, Digital
Lampu depan: 12V 32W x 1
Lampu senja: 12V 3,4W x 2
Panjang x lebar x tinggi: 1.841 x 660 x 1.094 mm
Jarak sumbu roda: 1.256 mm
Jarak terendah ke tanah: 128 mm
Berat kosong: 97 kg (untuk velg jari-jari & racing)
Tipe rangka: Tulang Punggung
Tipe suspensi depan: Teleskopik
Tipe suspensi belakang: Lengan Ayun dengan Shockbreaker Tunggal
Ukuran ban depan: 80/90 - 14 M/C 40P
Ukuran ban belakang: 90/90 - 14 M/C 46P
Rem depan: Cakram Hidrolik, Piston Tunggal
Rem belakang: Tromol

Kamis, 28 April 2011

Skubek Dio Pakai Nama Spacy Untuk Launching Minggu Pertama Bulan Mei

Bikers Indonesia. 29 April 2011 - Ada perbedaan di skubek baru Honda yang sama dengan Honda Dio di Jepang sudah disinggung pada info gress sebelumnya! Nah, salah satu perubahan itu adalah nama yang akan dipakai. Dipastikan bukan pakai nama Dio, tapi Spacy!

Kemungkinan besar, nama ini dipilih untuk mewakili ukuran atau Space Honda Spacy yang lega. Dimensinya lebih besar dari BeAT, jok dan pijakan kaki luas nyaman untuk dua orang, serta ukuran utility box-nya juga luas.


Bahkan helm pun bisa masuk. Untuk memperoleh bagasi yang luas. Honda memindahkan air filter yang terletak di bawah jok ke atas CVT. Trik sama dilakukan di skubek-skubek didunia.

Nama ini juga memberikan info tambahan seputar waktu peluncurannya. Peluncuran motor skubek ini tidak lama lagi. Rencananya di awal Mei. Mudah-mudahan bener ya ?

Bagaimana dengan warnanya, warnanya tidak hanya polos saja. Di Indonesia lebih menarik dengan striping dan beberapa pilihan warna salah satunya hijau loh !


Honda Spacy ini sebenarnya sudah ada di Indonesia sejak Februari lalu. Serangkaian pengetesan dilakukan hingga akhirnya mulai di produksi di akhir bulan April ini.

Bahkan pembuatan TVC (Television Commercial) atau iklan televisinya juga sudah dilakukan. Honda menggandeng artis cantik Bunga Citra Lestari (BCL) dan suaminya Ashraf Sinclair. 

Sayangnya hingga saat ini belum ada kepastian harga. Tapi kabarnya tak akan jauh dari harga Honda Scoopy yang dilepas Rp 13,5 jutaan. Karena Honda Spacy memang di posisikan diantara Vario dan BeAT.

Rabu, 13 April 2011

Honda Air Blade Akan Hadir Di Indonesia

Foto (Honda)

Bikers Indonesia. 13 April 2011 - Honda Air Blade yang baru aja diluncurkan di Vietnam, seolah menjadi jawaban atas munculnya skubek baru Honda di Indonesia. Ada sih beberapa bocoran dari beberapa narasumber yang sangat akhirnya tertuju pada Honda Air Blade.

Saat ini line up skubek Honda bisa dipastikan paling banyak ketimbang kompetitornya. Dari yang paling rendah contohnya aja, Honda punya BeAT spoke wheel (SW), BeAT casting wheel (CW), Scoopy, Vario, Vario Techno, Vario CBS Techno dan terakhir PCX 125.


Honda Air Blade ini desainnya mirip PCX yang dijual sekitar Rp 36,9 juta Dong (Nilai mata uang di Vietnam " Dong ") atau sekitar Rp 15,3 jutaan. Weleh-weleh mahal apa gak yaaa harga segitu. Tergantung anda aja deh yang baca. Hehehehehe :) :)

Harga ini masih dibawah Honda PCX di Vietnam dilepas 58,9 juta Dong atau Rp 24,4 jutaan. Tapi lebih mahal dari Click atau Vario ang dilepas 26,4 juta Dong atau Rp 10,9 jutaan. Ckckck, motor sekrng emang bener-bener mahal ya bro ?

Nah loh, ada di tengah-tengah kan? Secara spesifikasi ada diatas Vario. Meski mesinnya sama, tapi sasis dan desain - desainnya lebih bongsor dan mewah layaknya PCX. Fiturnya pun selengkap PCX, mulai dari combi brake system (CBS), kunci dengan alarm, dan sudah mengadopsi injeksi bahan bakar. HEBAAAT !

Ngomongin fitur jadi ingat yang lain nih. Skubek baru Honda bagasinya luas, helm full face bisa masuk. Pas banget, Air Blade juga punya desain tanki di underbone layaknya PCX, akhirnya ruang di bawah jok jadi lebih luas.

Meski belum ada kepastian, namun besar kemungkinan skubek Vietnam ini bakal meramaikan jalanan Indonesia. Kita lihat saja!

Jumat, 01 April 2011

Suzuki Target 4.000 Hayate Perbulan

Bikers Indonesia. 1 April 2011 - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kelihatannya sangat optimis sekali dengan produk keluarn terbarunya Suzuki Hayate 125.

Hal ini terlihat dari Suzuki berani menargetkan penjualan Hayate untuk tahun 2011 ini mencapai 4.000 unit perbulan atau sekitar 48.000 per tahun.Wow ?

Angka ini tentunya merupakan sebuah lonjakan dibanding model Hayate dulu yaitu Skydrive. Dulu Skywave yng hanya mencapai 33.000 unit nah sekarng Hayate 4.000 unit. Berani ya Suzuki ini ?

Selain itu perumbuhan skutik dalam beberapa thun ini meningkat drastis. Bahkan dalam beberapa tahun mendatang diperkirakan akan menjadi model yang menorehkan di tanah air.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Hayate menggunakan mesin berkapasitas 125 cc empat langkah, S0HC, silinder tunggal yang berteknologi SCEM (Suzuki Composite Electrochemical Material).

Suzuki mengklaim bahwa dengan SCEM, blok mesin aluminium menjadi lebih awet tahan lama dan irit bahan bakar karena bobotnya yang ringan, tahan gesekan dan melepas panas lebih cepat.


Mesin tersebut mirip dengan yang digunakan oleh pendahulunya, Skydrive. Bedanya kali ini Hayate menggunakan teknologi super CVT (Continuously Variabel Transmission) yang menghasilkan akselerasi lebih halus tanpa hentakan.

Selasa, 22 Februari 2011

Pelek Lebar Scoopy Bikin Semok

Bikers Indonesia. 22 februari 2011 - Sejak hadir di 2010 lalu, Honda Scoopy langsung diserbu penggemar skubek. Maklum, skubek Honda ini menawarkan konsep baru buat penikmat matik Tanah Air. Desain retro dengan bentuk bodi semok sedikit membulat mampu bikin orang kecantol. Dengan sedikit sentuhan saja pasti tambah menggoda, misalnya mengganti pelek dengan ukuran dan telapak lebih lebar.

Tapi, kadang banyak orang ogah pakai pelek lebar karena males menunggu customizingnya. Atau ada juga yang memang enggak mau banyak ubahan. Pokoknya lebar tapi lainnya masih standar.
Karena itulah, langsung menyiapkan paketan pelek lebar buat Scoopy. Depan lebar 3 inci sedangkan belakang 3,5 inci.

Sementara untuk lingkar atau pelek, masih pakai ukuran standar, yaitu ring 14 inci. Pelek ini diberi merek Rotora. Bukan hanya rim aja. Tapi sudah lengkap beserta teromol dan jari-jari. Menggunakan jari-jari sebanyak 36 batang, mengikuti yang standar. Sebab kalau maksa 72 takutnya teromol enggak kuat saat dibor.

Selain itu tentu saja ada filosofi yang dibawa dengan menggunakan spoke wheel seperti ini. Saat launching saya cukup heran kenapa Scoopy yang retro itu malah dikasih pelek palang, padahal lebih sip kalau jari-jari. Memang jari-jari lebih sip dengan konsep retro atau jadul, sebab zaman dulu kan tidak ada pelek palang, semua motor pasti jari-jari.
Karena sudah lengkap seperti itu, tentu saja pemasangan dijamin gampang dan tidak ribet. Tidak perlu memundurkan sumbu roda atau merusak bagian motor seperti filter karbu atau lainnya, dijamin aman dan gampang.

Tentu saja selain masalah ukuran yang bikin tambah gaya tadi, juga ada unsur warna yang diperhatikan. Pelek ini ada 3 pilihan kelir. Mulai dari hitam, silver dan titanium. Bisa dikatakan 3 warna itu warna netral untuk pelek, tinggal disesuaikan dengan kelir bodi yang paling pas biar harmonis.

Oh ya, satu lagi. Untuk ukuran ban, disarankan depan maksimal pakai ukuran 100/70-14. Sedang untuk belakang, sipnya sih pilih 120/60-14.

Kalau sudah pakai ban ukuran itu, roda diyakini sudah pas mengikuti desain bodi. Sama-sama semok bin montok.

Selasa, 08 Februari 2011

Pahami Pelumasan Mesin Skutik, Yuk Ikuti Petunjuk!

Bikers Indonesia. Jakarta, 8 Februari 2011 - Mendengar kata pelumasan di skutik, jangan hanya terpaku pada oli mesin saja lo. Soalnya ada beberapa bagian lain yang juga butuh pelumasan serta penggantian pelumasnya secara berkala.

Yuk kita telaah bagian demi bagian itu. Karena jika sampai lolos dari perhatian, tandanya sobat enggak sayang sama motornya dong. Hehehe..!

Kalau untuk mesin, rata-rata penggantian periodik dilakukan minimal setiap 2.000 – 2.500 km. Tapi ingat, oli yang digunakan jangan asal lo. Pilih yang sesuai spesifikasi. Untuk skutik, sebaiknya gunakan yang berspek JASO MB. Karena oli ini cenderung lebih licin dan khusus dibuat untuk mesin kopling kering.

Maklum, pada skutik mesin cenderung bermain di putaran tinggi. Sehingga butuh pelumas yang lebih licin dan encer biar sirkulasi olinya cepat merambat ke semua komponen bergerak di silinder dan kepala silinder.

 Makanya lazimnya oli matik punya tingkat kekentalan atau SAE (Society of Automotive Engineers) lebih encer dari oli motor berkopling basah kayak bebek dan sport.

Bagian berikutnya yang juga kudu diperhatikan adalah oli girboks atau gigi reduksi. “Di skutik Honda, oli ini disarankan diganti setiap 8.000 km berbarengan dengan servis bagian CVT,” bilang Wedijanto Wi­darso, Manager Tecnical Departemen Service Divison PT Astra Honda Motor (AHM) beberapa waktu lalu. 

Rata-rata hampir sama pula dengan skutik merek lain. Tapi di matiknya Suzuki, sarannya setiap 5.000 km. Lalu khusus Yamaha Xeon, setiap 9.000 km.

Lantas oli apa yang harus digunakan? Menurut beberapa mekanik, untuk girboks gak masalah pakai oli mesin.

“Makin kental makin bagus. Tapi takarannya sedikit saja, sekitar 100 – 150 cc tergantung motornya,” bilang M. Fadli, juragan Fadli Motor di Jl. Raya Bogor Km.41,5 yang kerap menangani matik.

Namun kalau dari pabrikan sih rekomendasinya pakai oli khusus untuk gigi reduksi. Masing-masing pabrikan sudah mengeluarkan oli khususnya kayak Yamalube Gear Oil (Yamaha), SGO (Suzuki), AHM Oil Transmission Gear (Honda).

Lalu bagian mana lagi yang butuh pelumasan? “Beberapa komponen bergerak pada sistem CVT wajib dilumasi menggunakan grease khusus secara berkala. Sekalian membersihkan ruang CVT dari  kotoran dan debu. Untuk produk Yamaha umumnya setiap 10.000 km,” beber M. Abidin, Manager Technical Departement Service Division PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) beberapa waktu lalu.

Untuk produk Honda, kata Wedijanto setiap 8.000 km. Nah, bagian yang dilumasi antara lain primary sliding sheave berikut spacer-nya, secondary sliding sheave serta secondary­ fixed sheave dan sebagainya.

Jumat, 04 Februari 2011

Skutik Pakai Lingkar Roda 17 inci, Apa Konsekuensinya?

Bikers Indonesia. Jakarta, 5 Februari 2011 - Banyak scooteriz yang meng­ubah ukuran peleknya dari 14 inci jadi 17 inci, atau biasa disebut Thai-Look. Alasannya bikin lebih ringan dan tampil lebih modis. Nah setelah ikut mengaplikasi, apa sih efek atau konsekuensi yang terjadi dan harus diterima, baik itu terhadap performa maupun handling? 

“Efek paling terasa tarikan di putaran bawah pasti lebih berat,” tegas Anggi, mekanik spesialis skutik dari bengkel R59 di kawasan Ciputat, Tangerang, Banten. 

Sedang pada putaran atas nafasnya malah jadi jauh lebih panjang. Karena dengan diameter roda lebih besar, pada putaran mesin yang sama, jangkauan roda saat berputar jadi lebih jauh. 

Kalau ingin tarikan bawah tetap ngacir, mekanik yang menyabet gelar the best mekanik matik di ajang OMR Honda itu punya tipsnya. Khusus skutik dengan mesin standar, “Paling gampang ganti per CVT pakai yang sedikit lebih keras.” Efeknya tekanan puli sekunder ke V-belt jadi lebih kuat, gejala selip bisa diminimalkan, makanya tetap gesit. 

Nah untuk mesin yang sudah dioprek, naikin kompresi dan atur ulang berat roller (kiri). Untuk mesin standar, jika tetap ingin gesit bisa diatasi dengan mengganti per CVT yang lebih keras (kanan) 
Beda cara jika mesin memang sudah dioprek, terutama yang bore-up ringan. “Naikin saja rasio kompresinya,” papar mekanik yang tinggal di kawasan Pasar Ciputat itu. 

Dengan kompresi lebih besar, ledakan di putaran bawah maka lebih kuat. Skutik kesayangan pun makin ngacir. Nah kalau mau lebih sempurna sekalian mainkan roller, Anggi memberi saran agar bobotnya diperingan, tapi cukup 1-2 gram. 


Jangan tertipu dengan jarum spidometer,
karena jadi sedikit lebih ‘malas
 
Performa kelar, gimana dengan handling? Nah ini yang mesti diperhatikan. Butuh adaptasi ulang, karena handling jadi sangat berbeda. Motor jadi sedikit kurang lincah, di­tambah jangan sembarangan rebah di tikungan. 

Kenapa? Karena paling besar ban yang bisa masuk hanya ukuran 80/80-17. Itu pun khusus skutik Honda dan Suzuki. Kalau Yamaha mentok 70/90-17. 

Efeknya jelas tapak ban sangat sempit, kalau rebah minim grip, jadi mesti lebih pelan di tikungan. Apalagi jika ditambah aspal basah atau berpasir. 

Efek lain setelah ganti ukuran pelek adalah ngaco-nya spidometer. Ngaco bukan dalam artian jarum jadi naik-turun. Namun pembacaan jadi lebih pelan. Kalau masih pakai pelek 14 inci tertera 60 km/jam, kalau sudah ganti 17 inci bisa hanya sekitar 40 km/jam. 

Kenapa begitu? Dikarena­kan untuk menempuh jarak yang sama, dengan diameter lebih besar butuh putaran roda lebih sedikit. Makanya spido jadi lebih pelan. So hati-hati ya, jangan tertipu. 

Oh ya, satu lagi efek yang jangan dilupakan adalah konsumsi bahan bakar. Dijamin motor lebih rakus minum bensin, karena beban mesin memutar roda lebih berat. “Lebih boros sekitar 30% dibanding saat ukuran pelek masih standar,” tutup Anggi

Selasa, 01 Februari 2011

Setting Skutik Agar Tangguh di Tanjakan

Bikers Indonesia. Depok, 1 Februari 2011 - Perlu diketahui terlebih dulu, bahwa sebenarnya motor jenis skutik awalnya dirancang buat alat transportasi di perkotaan yang jalannya cenderung datar. Maklum, sistem transmisi CVT (continuous varable transmission) memang lebih cocok di kontur jalan seperti itu.

Namun kenyataannya skutik juga digemari di daerah-daerah. Termasuk di kawasan perbukitan. Nah, lantas bagaimana cara mengatasi kondisi seperti itu? Yuk, kita tanya ahlinya langsung.


Menurut Senaponda, punggawa PaDepokan Motorsport di Depok, Jabar, untuk daerah perbukitan, skutik butuh torsi besar di putaran tengah. Karena umumnya saat berakselerasi di tanjakan, putaran mesin cenderung dikondisikan di putaran segitu. Ini berlaku untuk semua merek skutik.


“Untuk meningkatkan torsi di putaran tengah tersebut bisa dilakukan dengan cara mengganti roller dengan yang bobotnya lebih ringan 2 gr dari standar bawaan motor secara merata,” ujar Sena. Jangan diselang-seling, karena cenderung akan membuat vibrasi.


Misal kalau di Vario standarnya pakai 13 gram (6 buah), maka semuanya diganti yang 11 gram. “Selain itu, celah klep dibikin agak rengang sedikit bagian ex-nya,” tambah Sena.


Bila kerenggangan klep ex standarnya 0,25 mm, maka coba renggangkan jadi 0,26 – 0,27 mm. Jangan lebih, karena akan membuat mesin jadi lebih berisik. 

 

Dan yang perlu diperhatikan pula yakni cara ngegasnya. “Pakai metode partial opening throttle alias grip gas diurut,” saran Sena. Jangan langsung dipelintir dalam, karena akan membuat rasio bukaan puli jadi terlampau berat. Sehingga lari motor jadi kayak ngeden.

Atau, lanjut Sena, grip gas diurut dulu pelan-pelan sampai putaran tengah dan tahan sebentar hingga kecepatan konstan, baru kemudian dipelintir dalam (wide open throttle). Oh, iya untuk menghindari mesin cepat overheat lantaran kerap digeber di tanjakan ekstrem, Sena menganjurkan untuk menaikkan main jet 1 step.  

Keterangan :
1. Cara paling simpel mengakali torsi di putaran tengah untuk motor standar yakni dengan mengganti roller pakai yang bobotnya lebih ringan 2 gram secara merata.

2. Celah klep ex sebaiknya agak dilonggarakan sedikit sekitar 0,01 - 0,02 mm.

3. Perilaku membuka gas sebaiknya diurut hingga putaran tengah, baru kemudian dipelintir dalam.

4. Ukuran spuyer, terutama main jet sebaiknya dinaikkan satu step untuk menghindari mesin cepat overheat karena keseringan nanjak ekstrem.

5. Cara paling andvance yaitu upgrade performa mesin, termasuk bore-up kapasitas silinder biar tenaga dan torsi meningkat. Sehingga lebih kuat melintasi medan berbukit.

Kamis, 02 Desember 2010

Yamaha Punya Skutik Baru

Bangkok, 3 Desember 2010 - Yamaha baru saja merilis skuter matik (skutik) terbarunya di Thailand. Setelah Mio, Nouvo, dan Fino, kini produsen berlambang garpu tala itu punya Fiore.

Yamaha mengklaim, Fiore merupakan motor paling irit di Thailand karena hanya mengkonsumsi BBM 1 liter untuk jarak tempuh 51 Km. Demikian dilansir Autoincar, Jumat (3/12/2010).

Hal ini terjadi akibat produsen roda dua yang berpusat di Jepang itu telah menerapkan sistem fuel injectionuntuk Fiore. Bila pada Honda dikenal sebagai PGM-FI, maka Yamaha menamakannya YMJET (Yamaha Mixture Jet-Fuel Injection).

Dengan panjang 1.795 mm, lebar 685 mm, tinggi 1.030 mm dan ground clearance 115 mm, Yamaha Fiore mengusung mesin 113 cc SOHC berpendingin udara.

Bentuknya terbilang mungil dengan desain centil. Lihat saja pola lampu depannya yang masih terinspirasi dari Yamaha Fino. Namun diatas headlamp ada kisi-kisi udara yang sebelumnya tidak lazim dipakai di skutik-skutik Yamaha.

Lampu sein menempel di bagain sisi motor. Sementara bodi kiri dan kananya diberi grafir bertema centil. Bentuk buritan tampil mini dengan lampu rem belakang dan sein yang terpisah.

Bentuk speedometer juga tampil simple tapi penuh warna-warna ceria. Untuk kaki-kaki Fiore menggunakan ban 12 inci berukuran 90/90.

Ada tiga tema warna yang dipakai Yamaha untuk Fiore, Cool, Cute, dan Chic. Ketiganya punya pilihan padu padan kelir dan corak yang berbeda. Yang jelas semua tampil serba centil!

Sabtu, 06 November 2010

Skutik Bongsor Honda Silver Wing

Gambar
Jakarta, 7 November 2010 - Bila Anda sempat datang ke Jakarta MotorCycle Show (JMCS) 2010. Coba tengok motor-motor yang dipamerkan pabrikan berlambang sayap tunggal mengepak. Karena di sana Anda akan menemukan skutik bongsor Honda Silver Wing. Motor skutik besar berkapasitas 600 cc ini adalah saudara kandung dari legenda Honda, Gold Wing.

Dilihat dari desainnya, motor ini laksana motor touring sejati dengan tubuh bongsor dan windshield besar yang membuat pengendaranya nyaman meski harus berkendara dengan jarak jauh.
Sementara dapur pacu berkapasitas bersih 582 cc hadir dengan teknologi dua silinder dan DOHC yang sudah mengaplikasi sistem pengabutan injeksi Programmed Fuel Injection (PGM-FI).
Dengan spek seperti itu ditambah transmisi otomatis dari CVT serta rasio kompresi 10,2:1, motor besar Honda ini memberikan tenaga 49 PS dengan torsi 53 Nm yang cukup untuk menempuh perjalanan jauh. Apalagi Honda juga mengklaim kalau motor yang memiliki berat kosong 245 kg ini juga irit bahan bakar.

Sebab dengan kapasitas tangki hingga 4,2 galon atau sekitar 15,8 liter, Silver Wing diklaim tetap irit dengan konsumsi bahan bakar 1:24 km perliter. Di kandangnya, Jepang, Silver Wing 600 ini dilepas dengan harga sekitar 705.000 Yen atau sekitar Rp 77,5 jutaan.

Rabu, 03 November 2010

Yamaha Lexam Meluncur Januari 2011

Jakarta, 4 November 2010 - Walau sudah dipajang dalam gelaran Jakarta Motorcycle Show (JMCS) 2010, ternyata PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) belum resmi meluncurkan bebek matik (betik) Yamaha Lexam. Lexam rencananya baru akan diluncurkan awal tahun depan.
1-2 bulan dari sekarang lah, kira-kira Januari 2011. Ia menuturkan kemunculan Lexam di JMCS kali ini hanya untuk melihat bagaimana respon masyarakat terhadap bebek berteknologi CVT matik tersebut.

Karena it sambungnya, jika ada konsumen yang berminat maka belum bisa memesan Yamaha Lexam.
Produksinya sendiri belum jalan, jadi kalau pesan sekarang takutnya terlalu lama menunggu,
Pun demikian dengan harganya, Vincent belum bisa mematok berapa banderol untuk betik berlambang gapu tala itu
Lexam dibekali mesin 113,7 cc 4-tak 2 valve SOHC berpendingin udara yang masih menggunakan teknologi karburator. Jeroan itu sanggup menghasilkan tenaga 8,82 PS di 8.000 rpm dengan torsi puncak 0,89 kgf.m pada putaran 7.000 rpm.

Menggunakan transmisi tipe v-bet otomatis CVT dan chain drive, betik ini dianggap mengisi kekurangan motor bebek dengan kemudahan mengendarai ala motor skuter matik (skutik).

Dengan dimensi panjang 1.920 mm lebar 680 mm dan tinggi 1.075 mm, Lexam menggunakan suspensi teleskopic di depan dan suspensi ganda pada bagian belakangnya. Kaki-kaki ini mengapit ban berukuran 70/90 serta 80/90 yang membalut pelek berukuran 17 inci.