Tampilkan postingan dengan label IndoPrix. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IndoPrix. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 November 2010

Nih, Duo Pembalap Indoprix Jawara Tanah Borneo

Seri ke-5 Indoprix 2010
Kalsel, 22 November 2010 - Di seri pamungkas Indoprix 2010 di Kalimantan Selatan (Kalsel), Hendriansyah serta Fitriansyah Kete berhak menjadi jawaranya. Seri ini juga menutup gelaran balam motor bebek terbesar di Indonesia terbebut.

Hendriansyah berhasil menjadi juara di kelas IP 110. Pembalap tim Evalube KYT HMMC Racing Team tersebut menyisihkan Fitriansyah Kete di tempat kedua dan Hokky Krisdianto di tempat ketiga.

Sedangkan gelar kelas bergengsi IP 125 disabet Fitriansyah Kete dari tim Khepot Lanay Jaya Ind Federal Oil FDR. Pada kelas ini Hendri hanya menempati posisi kedua perolehan total poin, sementara tempat ketiga diduduki oleh Harlan Fadillah.
Hendriansyah dan Fitriansyah menjadi dua jawara Indoprix 2010 di Sirkuit Balipat, Binuang, Kalimantan Selatan, Minggu (21/11/2010).

Setelah pada putaran sebelumnya berlangsung seru di beberapa sirkuit di Jawa, di Sirkuit Banuang, para peserta di adu ketangkasannya dalam trek sepanjang 2,2 KM dengan ciri lintasan yang turun naik.

Ajang di Kalsel jadi tontonan yang menarik mengingat Sirkuit Binuang yang memiliki karakter cepat akan sangat mempengaruhi siapa yang akan menang. Yamaha harus berjuang keras menghadapi sirkuit ini karena Kawasaki dan Honda lebih menyukai dan merasa nyaman dengan karakter sirkuit ini, sedangkan Suzuki cukup berpengalaman dengan beberapa kali memenangi Indoprix di Tanah Borneo tersebut.

Namun fakta membuktikan lain. Dari dua race yang digelar, Hendriansyah mampu mengumpulkan perolehan point terbanyak untuk kelas 110 cc dan Fitriansyah Kete melakukan tugasnya dengan baik dalam mendulang point untuk kelas 125 cc.

Pertarungan di race kedua di masing-masing kelas sangat menegangkan mengingat jalannya balapan diguyur oleh hujan yang lumayan deras. Konsentrasi, mental dan pengalaman menjadi faktor pendukung utama selain skill dan kemampuan motor mengingat trak pada race kedua sangat basah.

Jika sebelumnya Seri pertama dan ketiga digelar di Sirkuit International Sentul, Jawa Barat, Seri kedua serta keempat berlangsung di Sirkuit Kenjeran, Surabaya, maka dengan berakhirnya gelaran di Borneo ini maka usai sudah Indoprix 2010.

Honda Fokus Gembleng 4 Prinsip Dasar Pembalap

Jakarta, 22 November 2010 - Guna menyiapkan pembalap masa depan, PT Astra Honda Motor (AHM) kembali melanjutkan pendidikan bagi siswa balapnya di Honda Racing School (HRS) dengan fokus utama pada peningkatan riding skill, fisik, mental, dan way of thinking.

Keseriusan AHM di bidang motor sport diimplementasikan pada tahapan pendidikan yang dikembangkan dalam HRS. Setelah memberikan materi riding skill dan melakukan seleksi di tahap I dan II di Sirkuit Sentul International Karting, Jakarta, pembinaan calon pembalap masa depan Honda ini memasuki tahap III yang dilangsungkan di sirkuit PARK Kenjeran, Surabaya pada pekan lalu. 
Pada tahap III HRS ini, pembinaan pembalap difokuskan pada latihan fisik, mental, dan way of thinking. Riding skill tetap ada pada tahap ketiga ini, namun secara keseluruhan titik tekannya lebih pada fisik, mental dan way of thinking. Secara keseluruhan, empat hal ini menjadi sasaran pembinaan HRS 2010.
Sementara itu Instruktur HRS yang juga mentor balap Suzuka Racing School Noboru Ueda, menyatakan empat hal tersebut merupakan kunci kesuksesan seorang pembalap. Dengan riding skill, mental dan fisik serta way of thinking yang bagus, pembalap akan mudah meraih prestasi. Empat hal ini sangat berkaitan dalam mendukung prestasi pembalap.
Tahap III HRS di Surabaya diikuti oleh 11 siswa, yang merupakan hasil seleksi dari tahap I dan II. Pembinaan di Kenjeran PARK Surabaya merupakan tahap lanjut dari rangkaian pembinaan yang dilakukan HRS 2010. Jika pada tahap I ada 20 orang, tahap II berkurang jadi 16 orang, dan pada tahap terakhir ini hanya diikuti 11 orang.

Dilihat dari grafik catatan waktu yang diraih oleh siswa, pembinaan selama seminggu cukup membuahkan hasil. Kerja keras Noboru Ueda yang dibantu mentor lokal Ahmad Jayadi dan Wawan Hermawan, membuat siswa mampu meraih catatan waktu rata di rentang 43-44 detik di sirkuit tersebut dengan menggunakan motor Honda Blade standar.

Ketangguhan Pembalap Indoprix Diuji di Tanah Borneo

Jakarta, 21 November 2010 - Kejuaran balap kelas bebek 110 dan 125 cc Indoprix 2010 memasuki seri terakhir. Setelah pada putaran sebelumnya berlangsung seru di beberapa sirkuit di Jawa. Kini dihelar di Sirkuit Balipat, Binuang, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Secara umum, Indoprix merupakan kejuaraan nasional balap motor yang didalamnya terdapat para pembalap profesional Indonesia, yang telah merajai Asian GP untuk kelas motor bebek.

Sampai dengan putaran 4 untuk IP 125 lima urutan pertama di kuasai Yamaha, Kawasaki, dan Honda, dari lima team yang berbeda. Mereka adalah Denny Triyogo Jatim (Yamaha), Florianus Roy DIY (Yamaha), Hadi Wijaya Kalbar (Kawasaki), M. Nurgianto DKI (Honda), Yudhistira Kalsel (Yamaha).
Ajang di Kalsel juga bakal jadi tontonan yang menarik mengingat Sirkuit Binuang yang memiliki karakter cepat akan sangat mempengaruhi siapa yang akan menang. Yamaha harus berjuang keras menghadapi sirkuit ini karena Kawasaki dan Honda lebih menyukai dan merasa nyaman dengan karakter sirkuit ini, sedangkan Suzuki yang menurunkan Harlan Fadilah cukup berpengalaman dengan beberapa kali memenangi Indoprix di Sirkuit Binuang.
Sementara itu Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia Ari P Batubara mengatakan, IMI berharap ada sirkuit yang baru untuk menunjang bertambahnya putaran di kejuaraan mendatang.
Dengan makin banyaknya gelaran Indoprix, Ari juga mengaharapkan, ke depan sangat dimungkinkan pembalap-pembalap baru dari berbagai daerah bias muncul.