Tampilkan postingan dengan label Motor Bebek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motor Bebek. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Januari 2011

Atasi Indikator Bensin Honda Supra X 125 ngadat!

Jakarta, 24 Januari 2011 - Anto, pemilik Honda Karisma terlihat kesal saat indikator bensinnya enggak nongol. “Gue heran, kenapa cuma indikator bensin yang mati. Tapi odometer, sama indikator lampu nyala semua,” keluhnya. 

Ogah dirundung masalah berkelanjutan, besutan pun dibawa ke bengkel. Dari sana, dapat kesimpulan kalo ternyata sensor di pelampung bensinnya divonis bermasalah (gbr.1). Nah, untuk memastikan tinggal sambung saja kedua kabel yang menuju soket pelampung bensin. “Kalo indikator bensin terisi penuh, berarti sensor pelampung bensinnya sudah rusak,” kata Sugiarto dari Angkasa Jaya Motor (AJM). 
Masih menurutnya, sensor di pelampung bensin mulai bermasalah karena usia pakai. “Terutama kalo udah di atas usia 5 tahunan. Maklum ‘beroperasi’ setiap hari, pasti komponen akan habis masa pakainya,” tambah pria bermarkas di Jl. Sumur Batu Raya No.46, Kemayoran, Jakpus ini. 

Sayangnya sensor pelampung itu enggak bisa diperbaiki. Mau enggak mau harus ganti satu set berikut pelampungnya. Harga part ini di dealer resmi dibanderol sekitar Rp 74 ribu. Tapi tenang, bisa kok dikerjakan sendiri di rumah untuk menghemat biaya pemasangan. Yuk intip caranya. 

Langkah pertama harus melepas bagasi dulu dengan mencopot empat baut penguncinya pakai kunci T-8 untuk menggapai soket pelampung bensin yang terletak di balik bagasi (gbr.2). Lalu Anda harus melepaskan cincin pengunci pelampung bensin dengan obeng minus berukuran agak besar yang diketok dengan palu berlawanan arah jarum jam (gbr.3). Mengetoknya jangan terlalu keras, ya! 

Setelah terlepas, keluarkan pelampung dari tangki dan lepaskan juga soketnya (gbr.4). Selanjutnya tinggal sambung soket pelampung yang baru. Jangan lupa juga memasang kembali cincin pelampung tadi ke pelampung yang baru. Tinggal rapikan kembali parts yang sudah dibongkar dengan urutan kebalikan saat membongkar. 

Nongol lagi, deh.

Minggu, 21 November 2010

Ketangguhan Pembalap Indoprix Diuji di Tanah Borneo

Jakarta, 21 November 2010 - Kejuaran balap kelas bebek 110 dan 125 cc Indoprix 2010 memasuki seri terakhir. Setelah pada putaran sebelumnya berlangsung seru di beberapa sirkuit di Jawa. Kini dihelar di Sirkuit Balipat, Binuang, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Secara umum, Indoprix merupakan kejuaraan nasional balap motor yang didalamnya terdapat para pembalap profesional Indonesia, yang telah merajai Asian GP untuk kelas motor bebek.

Sampai dengan putaran 4 untuk IP 125 lima urutan pertama di kuasai Yamaha, Kawasaki, dan Honda, dari lima team yang berbeda. Mereka adalah Denny Triyogo Jatim (Yamaha), Florianus Roy DIY (Yamaha), Hadi Wijaya Kalbar (Kawasaki), M. Nurgianto DKI (Honda), Yudhistira Kalsel (Yamaha).
Ajang di Kalsel juga bakal jadi tontonan yang menarik mengingat Sirkuit Binuang yang memiliki karakter cepat akan sangat mempengaruhi siapa yang akan menang. Yamaha harus berjuang keras menghadapi sirkuit ini karena Kawasaki dan Honda lebih menyukai dan merasa nyaman dengan karakter sirkuit ini, sedangkan Suzuki yang menurunkan Harlan Fadilah cukup berpengalaman dengan beberapa kali memenangi Indoprix di Sirkuit Binuang.
Sementara itu Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia Ari P Batubara mengatakan, IMI berharap ada sirkuit yang baru untuk menunjang bertambahnya putaran di kejuaraan mendatang.
Dengan makin banyaknya gelaran Indoprix, Ari juga mengaharapkan, ke depan sangat dimungkinkan pembalap-pembalap baru dari berbagai daerah bias muncul.