Tampilkan postingan dengan label Ketrampilan Berkendara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ketrampilan Berkendara. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Maret 2011

Berkendara Saat Hujan, Waspadai Genangan!

 

Bikers Indonesia. 1 Maret 2011 - Hujan artinya akan banyak genangan air. Tau sendiri, genangan air bisa menutupi lubang di jalanan. Bisa lubang gorong-gorong atau lubang dari jalanan yang sudah rusak.

Resiko melindas lubang saat hujan bisa menjadi berlipat! Gara-gara tidak terlihat akibat tertutup genangan air, reflek badan jadi kurang sigap. Salah antisipasi bisa terjatuh.
Sebaiknya sih genangan dihindari.  Selain menghindari lubang yang tidak terlihat, genangan juga membuat cengkraman ban tidak maksimal. Selain itu, genangan yang terlalu tinggi bisa masuk ke lubang pernafasan pada CVT skubek.

Lalu bagaimana kalau terpaksa harus melintasi genangan? Tentunya harus tetap siaga. Dan kalau memang terpaksa harus kena lubang, angkat pinggul dari jok lalu ikuti saja ayunan dari motor.


Posisi ini akan membuat pengendara lebih nyaman saat melintasi jalan rusak. Pinggul dan punggung tidak harus menerima beban, tapi siku dan lutut akan meredam hentakan.

Selain mewaspadai lubang, perhatikan juga kecepatan. Usahakan jangan lakukan pengereman dan perubahan kecepatan secara mendadak. Ban yang kurang mencengkram akibat jalanan basah bisa dengan mudah terpeleset.

Satu lagi adalah jarak pengereman. Usahakan spasi antar kendaraan diperhitungkan agar tidak terlalu dekat, karena jarak pengereman saat hujan pasti lebih jauh,. 

Misalnya dalam kondisi kering melaju 40 km/jam butuh 10 meter untuk berhenti, artinya dalam kecepatan yang sama pada kondisi hujan akan membutuhkan jarak pengereman paling tidak 15 meter.

So, tetap safety ya!

Senin, 28 Februari 2011

Safety Gear Tepat, Hujan Bukan Halangan!

Bikers Indonesia. 28 Februari 2011 - Hingga pagi ini (28/2), hujan masih terus mengguyur. Bukan hanya di Jakarta tapi merata hampir di semua wilayah Indonesia. Padahal segala aktivitas dan mobilitas bikers tak boleh terhambat hanya gara-gara hujan.

So, agar tetap maju terus panjang mundur hadapi hujan, siapkan dulu safety gearnya! Berawal dari pesiapan yang tepat, berkendara di saat hujan pun bisa dilakukan dengan baik.


Lalu apa saja yang harus diperhatikan? Paling pertama tentunya jas hujan. Ada dua syarat utama jas hujan. Yang pertama adalah, pilih yang bentuknya two piece. 

Jas hujan yang terdiri celana dan baju yang terpisah ini lebih memudahkan pergerakan badan saat berkendara. Selain itu, tidak akan terbang seperti jas hujan model plonco atau biasa disebut model batman.

Dan sebisa mungkin pilih jas hujan yang warnanya cerah, atau minimal ada bahan scotlight yang bisa memantulkan cahaya. Harus terang karena saat hujan kondisinya cenderung lebih gelap, tujuannya agar kita mudah terlihat oleh pengendara lain.

Safety gear berikutnya adalah helm. Open face atau full face boleh dipakai asalkan visor atau kaca helm-nya bening. Karena kondisi lingkungan lebih gelap, kaca bening membuat pandangan kita lebih leluasa.

Dan yang terakhir adalah alas kaki. Jangan biasakan sayang sepatu dari pada kaki. Masalahnya banyak biker yang justru lepas alas kaki atau pakai sendal saat berkendara di bawah guyuran hujan.

Hujan dan aspal yang licin pada dasarnya membuat motor lebih sulit dikendalikan sehingga resiko untuk terjatuh lebih besar. Nah, saat kaki tidak terlindungi, efek celakanya bisa lebih besar.

Sebaiknya tetap pilih sepatu sebagai alas kaki. Sebisa mungkin gunakan sepatu yang memiliki hak, agar kaki tidak mudah lepas dari footstep. 

Mudah kan? Ayo siapkan safety gear yang tepat sebelum hujan!

Kamis, 17 Februari 2011

Helm Kurangi Resiko Cidera Tulang Belakang, Cidera Otak dan Kematian

Bikers Indonesia. 17 Februari 2011 - Kesadaran biker Indonesia untuk memakai helm kian hari semakin tinggi. Bukan sekedar takut kena razia Pak Polisi, tapi sudah makin peduli akan keselamatan pribadi.

Tapi ternyata, helm tidak hanya mampu melindungi kepala dari benturan. Tapi juga bisa mengurangi resiko cidera tulang belakang. 

Hal ini diungkapkan oleh Dr. Adil H. Haider dalam laporan penelitiannya. Dr. Adil H. Haideradalah seorang asisten professor kedokteran bedah dari Johns Hopkins University School of Medicine, Baltimore, Amerika Serikat.

Seperti dilaporkan Visor Down, lebih dari 40.000 tabrakan sepeda motor antara 2002 hingga 2006 Ia teliti dampaknya. Hasilnya, mereka yang memakai helm hanya memiliki kemungkinan 22 persen mengalami cidera tulang belakang serviks.

Penelitian ini juga menemukan bahwa mereka yang memakai helm, 65 persen lebih rendah kemungkinannya menderita cedera otak trausmatic. 

Dan yang paling penting, biker yang memakai helm 37 persen lebih rendah kemungkinannya untuk kehilangan nyawa daripada mereka yang tidak helm.

Nah, masih berfikir untuk tidak pakai helm atau pakai helm asal-asalan?

Kamis, 02 Desember 2010

Biker Berpengalaman Minim Resiko Celaka di Jalan?

Jakarta, 2 Desember 2010 - Ilmuwan dari Nottingham University menyelidiki sikap, perilaku, dan keterampilan pengendara sepeda motor sesuai dengan tingkat pengalamannya berkendara.

Studi yang dilakukan oleh Centre for Motorcycle Ergonomics & Rider Human Factors University of Nottingham tersebut dirancang untuk mengetahui apakah mereka yang sebelumnya telah lama berkendara bisa lebih baik dan lebih aman di jalan saat mengemudikan motornya ketimbang yang baru bisa naik motor.

Menggunakan simulator berupa motor Triumph Daytona 675 didapat hasil temuan yang cukup mengejutkan. Ternyata mereka yang telah memiliki pengalaman berkendara tidak lebih aman di jalan. Pada beberapa kasus, pengendara yang sudah lama nyemplak sepeda motor malah bak pemula.

Namun pengendara yang telah lama menunggangi sepeda motor terbukti mampu mengantisipasi dan merespon bahaya lebih baik, mengetahui batas kecepatan di perkotaan, dan sanggup menikung dengan lebih baik daripada yang belum lama naik motor.


Hasil penelitian ini, kata dia membuktikan betapa pentingnya pelatihan dasar berkendara bagi biker sebelum benar-benar turun ke jalan.