Tampilkan postingan dengan label Safety Riding. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Safety Riding. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Agustus 2011

Antisipasi Ban Skubek Bergelombang

 

Bikers Indonesia. 19 Agustus 2011 - Tanpa disadari pemilik, permukaan ban depan skubek bergelombang. Gejala benjol di sekeliling ban 14 inci yang biasa dipakai semua merek matik. Terlebih jika usia pakai lebih dari 10~11 bulan atau mulai terlihat gundul.

Sekilas memang tidak tampak seperti bergelombang. Namun jika ban mulai gundul dan ketika diraba, terasa sangat jelas. Bahkan saat melibas jalan halus, efek benjolan akan lebih terasa lagi. Apalagi coba di turunan dengan kondisi mesin off dan pakai satu tangan. Rasanya seperti diaduk-aduk.


Penyebab awal dikarenakan tekanan angin kurang atau di bawah ukuran standar. Lantas sering melakukan pengereman depan secara mendadak dan berulang. Saat terjadi pengereman, spontan beban keseluruhan tertumpu di depan. Sehingga penerima beban paling berat ada di roda depan. Makanya jika dilakukan berulang menyebabkan permukaan tapak ban bergelombang,

Satu lagi penyebabnya, biasanya akibat jalan jauh. Ban jadi panas dan tekanan di dalam ban meningkat. Ketika pengereman, ruang dalam ban menye- mpit akibat pengereman. Tekanan itu dipindah pada bagian lain ban, sehingga menyebabkan benjol.

Mengatasinya, ada beberapa hal. Biasakan cek angin ban sesuai tekanan yang ditentukan. Kurangi pengereman depan mendadak dan usahakan ganti angin sebulan sekali atau sesudah melakukan perjalanan jauh.

Kamis, 21 Juli 2011

Etika Mendahului, Berikan Jalurmu!

Bikers Indonesia. 21 Juli 2011 - Berkendara pasti bukan cuma melibas jalan lurus doang. Ada belok, berputar, mendahului atau memberi jalan. Pengguna jalan yang makin banyak dengan berbagai kepentingan, bikin suasana jalan terutama di titik-titik tertentu seperti di perempatan jalan atau bahkan tikungan menjadi lebih macet.

“Untuk di perempatan, traffic light salah satu instrumen untuk mengaturnya. Jika tidak ada, maka masing-masing pengendara harus bisa melihat posisi, kondisi dan situasi di lapangan. Prinsipnya pengendara mesti mendahului kendaran yang memberi tanda,” kata Joel Deksa Mastana, seorang instruktur safety riding.

Posisi ini untuk menentukan mana  yang harus didahului dan mana yang mesti bersabar menunggu.


undefined
Perempatan

Ketika memasuki perempatan jalan, ada dua kemungkinan, berbelok atau lurus terus. “Pada prinsipnya keduanya harus mengurangi kecepatan, sambil melihat kiri dan kanan,” wanti Joel Deksa Mastana, instruktur safety riding di Jakarta.

Jika belok ke kiri tidak menjadi problem karena jalanan Indonesia menganut sistem kiri. “Namun kalau belok kanan, pengendara harus lebih sabar, sehingga harus mendahulukan pengendara atau pengguna jalan lain yang mau atau mengambil jalur lurus,” pesan Joel.

undefined
Berputar

Saat memasuki putaran balik alias U-Turn, terkadang membuat penyumbatan dari arah belakang pengendara. “Kalau kondisi ini memang susah melihat etika. Yang paling tepat empati. Pengendara dari arah depan mestinya tahu kalau ada kendaraan atau motor yang akan berputar.

Tanda itu kan tujuannya juga meminta prioritas. Maka, kalau masih memungkinkan untuk berhenti, kasih atau dahulukan orang yang hendak berbelok. Itu tanda orang yang memiliki empati tinggi,” tegas Joel.

undefined
Penyebrang

Kombes Chrysnanda, Dirlantas Polda Riau mengungkapkan sekarang ini masih banyak perilaku pengendara yang tidak saling hormat terhadap pengguna jalan lain. Contohnya terhadap penyeberang jalan.

“Di jalur tertentu yang memang tidak ada jembatan penyeberangan, pengendara atau mobil wajib mendahului yang hendak nyeberang. Sebaliknya, pejalan kaki juga harus menyeberang di lokasi yang ditentukan,” katanya.

Sulit memang. Kadang jalur pejalan kaki malah dipakai!

undefined
Pertemuan Arus Searah

Di kota besar, ada jembatan fly over atau jalan yang mempertemukan dua arus searah. Pada saat bersamaan pengendara dari sebelah kiri ingin ngambil ke arah kiri. Tentu saja untuk kasus seperti ini, pengendara yang hendak mengambil jalur orang lain kudu mengurangi kecepatan dan memberikan jalan terlebih dahulu kepada pengendara dari arah kiri.

“Tentunya juga sambil tetap melihat kondisi jalan sampai aman baru kemudian berbelok,” cetus Joel, instruktur bersertifikat internasional

foto : ilustrasi

Jumat, 15 Juli 2011

Sorot Lampu Standar EURO, Agak Nyerong dan Lebih Terang

Honda CBR 150R lebih terang

Bikers Indonesia. 15 Juli 2011 - Persoalan regulasi seperti EURO dan Standar Nasional Indonesia (SNI) mengacu tidak saja pada estetika tapi juga fungsi terutama yang menyangkut unsur safety.

Karena itulah, pada motor yang beredar di negara yang memiliki standarisasi tinggi, seperti Eropa, memiliki aturan sendiri terkait dengan penataan lampu beserta cahaya yang dihasilkannya. Indonesia pun sedikit demi sedikit sudah mencoba menyesuaikan standariasi itu.


Pada produk Kawasaki impor seperti Ninja 250R dan ZX-6R sudah menerapkan standar lampu sesuai regulasi itu. Kalau dilihat - lihat arah sinar lampunya, motor ZX-6R dan Ninja 250R tidak lurus dan simetris. Ada sedikit serong di bagian kanan

Lalu apa sih tujuannya.
ZX-6R arah sinarnya agak serong
Tujuan arah sinar agak serong kanan, karena Indonesia menganut jalur kiri, sehingga arah sinar sedikit ke kanan untuk memberi sinar dan sebagai patokan pada pengendara agar tidak melewati batas di bagian kanan. Ini untuk safetynya.

Model mika lampu yang agak miring fungsinya untuk memperoleh ketajaman cahaya. Pada Bajaj misalnya sudah menerapkan model LED. Teknologi lampu LED ini sebenarnya pada mobil-mobil terkini, mereka terapkan di Pulsar 200 DTSi dan 180 DTS.

Dalam paparan saat peluncuran Honda CBR 150R beberapa waktu lalu, Chief Engineer Honda R&D Southeast Asia Co., Ltd, Mitsuo Tamamura menyebutkan kalau Honda CBR pekgo di sini memiliki sinar yang lebih terang. “Pakai 55 watt sampai 60 watt. Kekuatannya agak berbeda dengan Honda CBR sejenis yang terdapat di Thailand,” jelas Mitsuo Tamamura

Suzuki Hayate 125 lebih fokus

Aplikasi lampu model moge juga sudah diterapkan pada skubek Suzuki terkini. Seperti pada Hayate 125. “Model lampu belakang Hayate 125 ini terinspirasi dari Suzuki GSX750 yang memang sudah menerapkan aturan EURO3. Lampu belakang Hayate 125 lebih terang dan terpisah sehingga arah sinarnya lebih fokus,” ulas Gunadi Sindhuwinata, Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) yang juga Presiden AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia).

Suandi Widiarto, Deputy General Manager Marketing PT Suzuki Indomobil Sales ikut memastikan. Katanya, ada beberapa model yang diekspor menuju Yunani, dan model lampu harus disesuaikan dengan aturan yang berlaku di negara itu. Seperti cahaya lampu dan penggunaan lampu kecil pada pelat nomor.

Rabu, 13 Juli 2011

Jangan Sepelekan Cedera Lutut, BAHAYA !

Bikers Indonesia. 14 Juli 2011 - Pengendara banyak yang meremehkan soal  lutut. Saat riding, lutut dibiarkan tanpa pelindung. Tidak jarang bahkan pengendara menggunakan celana pendek atau celana kain ketika berkendara. Padahal lutut penting dilindungi. Sama akan halnya kepala yang wajib dilindungi helm.

Menurut Dr. Muki Partono, Sp.OT, Dokter Spesialis Orthopedic dan Tramatology, lutut kerap menjadi bagian yang parah saat kecelakaan. Itu karena posisinya yang fleksibel dan bisa menekuk sehingga menjadi tumpuan bagi tubuh. Karena itu, benturan yang terjadi antara lutut dengan aspal bisa menimbulkan trauma fatal terhadap tulang lutut.

“Di lutut banyak terdiri dari jaringan. Lutut terdiri atas tulang, kapsul, rawan sendi, bantalan lutut atau meniskus, ligamen atau jaringan penyambung tulang yang membentuk sendi yang bertugas menjaga kestabilan lutut, otot, dan saraf yang bekerja sama menghasilkan gerakan lutut sempurna,” jelas Dr. Muki.

Cedera sedikit saja menimpa lutut akan menyebabkan si penderita merasakan sakit yang luar biasa. Kalau cedera, lutut terasa sakit jika dipakai berjalan dan menekuk. Karena fungsinya menyangga tubuh, seringkali keseimbangan tubuh juga menjadi berkurang.

“Luka dalam pada lutut bisa lama penyembuhannya. Karena wilayah ini cenderung bergerak. Biasanya cedera yang dialami pada tulang rawan sendi, bantalan lutut dan ligamen,” lanjut Dr Muki yang praktik di RS. Puri Indah, Jakarta Barat.

Dokter Muki berpendapat, untuk pengendara yang usianya 30 tahun ke atas, sendi lutut mulai memasuki masa homeostatis, yaitu  masa di mana sendi sudah mengalami kemunduran. Ini dikarenakan di dalam sendi ada pelumas dan produksinya makin berkurang. Sehingga gerakan sedikit saja akan terasa ngilu. Bayangkan saja kondisi ini seperti piston yang bergerak cepat namun tidak mendapatkan pelumasan yang baik.

Sedikit benturan mudah cedera. Sedangkan pada usia kepala empat, otot-otot tidak elastis lagi sehingga gampang rusak jika mengalami benturan dengan aspal. “Pemeriksaan cedera lutut secara pasti bisa dilakukan lewat bantuan magnetic resonance imaging (MRI) yang bisa diketahui jenis dan lokasi kerusakan secara detail,” mantap Dr. Muki.

Teknik lain bisa dilakukan dengan artroscope (artroskopi) yang dapat mengintip dan mereparasi kerusakan lutut seperti mengangkat pecahan tulang rawan, memperbaiki meniskus, ataupun menyambung ligamen.

Repotnya, proses penyembuhan di bagian ini tergolong sulit dibanding bagian lainnya. Hal ini karena, posisi lutut yang bergerak, membuat luka yang terjadi tidak mudah mengering. Beda dibanding dengan bagian lain yang tidak bergerak.

Jumat, 08 Juli 2011

30 Kebiasaan Buruk pengendara roda dua yg harus dihilangkan

1. Saat di lampu merah, menerabas garis putih dan zebra cross. 

2. Saat di lampu merah, menerabas, bergerak sebelum lampu hijau. 

3. Menggunakan trotoar sebagai jalan pintas di tengah kemacetan. 

4. Menggunakan knalpot bersuara bising, padahal motornya bukan motor besar.

5. Menyalip dari kiri jalan tanpa memperhatikan kendaraan lain. 

6. Berbelok tanpa menyalakan lampu sign. 


7. Berboncengan lebih dari dua orang. 

8. Membunyikan klakson yang memekakan telinga, terlebih di tengah kemacetan.

9. Saat hujan deras, berteduh di bawah kolong jembatan secara bergerombol yang memakan ruas jalan. 

10. Berkendara dengan kecepatan tinggi di tengah keramaian lalulintas jalan raya.

11. Berkendara sambil merokok. 

12. Berkendara sambil menelepon. 

13. Berkendara membawa anak kecil di bagian depan dan belakang. 

14. Aksi balapan liar di jalan umum. 

15. Berkendara sambil menggunakan earphone untuk mendengarkan musik keras-keras. 

16. Saat berkonvoy, menghalangi (blocking) ruas jalan milik pengguna lain. 

17. Saat berkonvoy, menghalau dan menghalangi pengguna jalan lainnya. 

18. Saat berkonvoy, membunyikan sirine dan menyalakan lampu strobo. 


19. Menggunakan lampu bercahaya terang pada bagian belakang dan depan. 

20. Tidak menyalakan lampu pada malam hari. 

21. Berkendara melambat atau bergerombol melihat insiden kecelakaan di jalan raya. 

22. Melarikan diri dan tidak bertanggung jawab saat terlibat kecelakaan. 

23. Menerabas pintu halang perlintasan kereta api. 

24. Pengendara dan pembonceng tidak menggunakan helm saat bermotor. 

25. Pembonceng tidak memakai helm saat berkendara. 

26. Berkendara dengan alas kaki sendal jepit. 

27. Menggunakan jas hujan ponco yang lebar. 

28. Motor tidak memiliki kaca spion. 

29. Mengangkut barang berlebihan sehingga menganggu keseimbangan pengendara. 

30. Melawan arus kendaraan.

Semoga dengan kita tidak melakukan 30 perilaku di atas, kondisi lalu lintas di jalan raya kian tertib.

Sudah saatnya, kita bersahabat dan santun di jalan.

Kamis, 07 Juli 2011

Moifikasi Sepeda Motor, Amankah?

 

Bikers Indonesia. 7 Juli 2011 - Saat ini sering kita jumpai sepeda motor yang dimodifikasi alias dirubah sesuai keinginan pemakai, namun apakah sepeda motor dimodifikasi nyaman dikendarai? Rasanya sebelum anda memodifikasi dapat simak ulasan ini.

Setiap sepeda motor standard keluaran pabrikan secara spesifikasi teknis dan desain telah memenuhi standard keamanan dan kenyamanan suatu produk untuk digunakan sehari-hari. Sebelum diterima oleh konsumenpun, sepeda motor Honda telah melalui tahapan Pre Delivery Inspection sebagai Final Inspection sebelum sepeda motor tersebut diterima oleh konsumen.

Jadi  tidak ada yang perlu dikhawatirkan oleh konsumen apabila mengendarai sepeda motor Honda yang masih dalam kondisi standard keluaran pabrikan baik dari aspek keamanan maupun kenyamanan dalam berkendara.

Konsumen tertentu dan biasanya kalangan anak muda yang selalu ingin tampil beda sering mendesain ulang atau memodifikasi sepeda motornya. Se-ekstreem apapun modifikasi yang dilakukan tidak akan menjadi masalah selama sepeda motor tersebut hanya digunakan untuk “obat mata” saja alias pajangan karena begitu indah untuk dipandang.

Masalah akan muncul apabila sepeda motor yang telah dimodifikasi tersebut digunakan sebagai kendaraan sehari-hari karena dikhawatirkan perubahan yang dilakukan mengganggu kenyamanan saat berkendara. Dan yang lebih berbahaya lagi apabila perubahan yang dilakukan menyangkut perubahan spesifikasi teknis karena disamping membahayakan si pemilik juga bagi pengguna jalan lain saat berkendara di jalan raya.

Modifikasi paling ringan adalah merubah warna dan striping sepeda motor. Untuk yang satu ini walaupun ringan, satu hal yang perlu diingat adalah data pada STNK-pun perlu disesuaikan jika tidak ingin kena TILANG oleh pihak yang berwajib. 
         
Modifikasi yang merubah bentuk dan ukuran perlu mendapatkan perhatian khusus karena dikhawatirkan  dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan saat bekendara.Contoh saja: Mengganti kaca spion, hal yang mungkin menurut kita sepele. Keindahan tampilan jangan sampai melupakan fungsi dari kaca spion itu sendiri. Sering kita temui kaca spion diganti dengan ukuran yang tidak memadai sehingga fungsinya sebagai alat bantu untuk mengawasi bagian belakang kita saat berkendara tidak lagi berguna secara optimal. Hal ini tentunya bisa membahayakan saat berkendara.

Contoh lain yang dapat membahayakan pengguna jalan lain adalah penggantian warna lampu belakang (stop lamp) yang seharusnya merah menjadi putih (dengan mika bening). Lampu-lampu, klakson, dan segala instrumen yang ada pada sepeda motor adalah merupakan alat bantu kita untuk berkomunikasi dengan pengguna jalan lain. Apabila itu diubah maka akan menggangu komunikasi kita selama berkendara. Terlebih lagi lampu belakang dengan mika bening akan sangat membahayakan bagi pengendara di belakangnya karena dapat menyilaukan pandangan.

Jadi kepuasaan akan hasil karya dan keindahan yang didapat jangan sampai mengganggu kenyamanan saat berkendara, lebih-lebih membahayakan diri sendiri dan orang lain. 


sumber : AHM

Jumat, 03 Juni 2011

Econo Riding, Gak Terus Irit BBM

Bikers Indonesia. 4 Juni 2011 - Econo riding alias berkendara yang ekonomis sama juga dengan safety riding. Pastinya jangan beranggapan econo riding langsung disamakan naik motor yang irit. Kalau mau irit, motor enggak usah dipakai. Simpan aja di rumah. Pasti pengeluaran irit karena enggak pernah keluar duit buat bensin.

Econo riding dekat sama teknik berkendara yang disesuaikan dengan segala kondisi, seperti keadaan jalanan yang dilalui, menjaga putaran mesin, sampai pengereman. Ibarat berjalan menyesuaikan kondisi badan dan juga jalur yang ditempuh. Akhirnya, selamat sampai tujuan.

 
 Memang, econo riding punya kesan naik motor yang supaya irit bensin. Tapi, hemat bahan bakar hanya efeknya saja. Semua dasar econo riding berkaitan dekat sama safety riding.

Teknik econo riding yang paling awal bisa dengan mengatur irama bukaan gas. Throtle gas enggak bisa main asal putar. Ini menyangkut suplai bahan bakar ke ruang bakar.

Buka gas harus lembut dan menutupnya dengan cepat. Teknik sangat berpengaruh sekali dengan konsumsi bahan bakar.

Mengatur bukaan gas berbanding lurus dengan putaran mesin. Putaran mesin yang benar seirama dengan posisi percepatan. Jangan kebiasaan pindah gigi setelah putaran mesin teriak.

Paling tepat sebelum mesin menjerit segera pindah gigi supaya suplai bahan bakar dan udara sesuai kebutuhan ruang bakar.
Lewat bukaan gas, sobat bisa mengatur percepatan. Percepatan menyesuaikan posisi perseneling. Jangan sampai kecepatan rendah, tapi posisi gigi tinggi. Paling benar kecepatan maksimal harus diikuti posisi gigi tertinggi.

Kecepatan maksimum yang pas bermain di putaran menengah. Mesin enggak dibiarkan teriak berlama-lama untuk mengejar kecepatan tertinggi. Apalagi, kalau motor hanya biasa digunakan di kawasan jalan raya kota yang ramai kendaraan atau macet.

Bukan cuma bukaan gas, pengereman juga harus diatur. Rugi sekali terbiasa dengan late braking alias ngerem telat. Kecuali di saat kondisi mendadak, kayak ada orang mendadak nyebrang di depan hidung tunggangan kita. Atur pengereman secara bertahap sambil pindahkan gigi dari tertinggi ke rendah sambil posisi gas ditutup.

Tapi yang paling penting, emosi si pengendara juga harus tetap dijaga. Maksudnya emosi enggak terpancing kendaraan lain yang juga bisa bikin fokus dengan motor yang kita pakai terganggu.

Kamis, 19 Mei 2011

Posisi Berkendara Yang Benar Bikin Aman dan Nyaman


Bikers Indonesia. 20 Mei 2011 - Ketika berkendara bukan hanya taktik zig - zag dan pengereman yang menjadi fokus perhatian penting buat pengendara. Tactik berupa posisi berkendara turut menentukan dalam keamanan dan kenyamanan berkendara. 

Posisi berkendara yang benar membuat pengendara pada saat melakukan pengereman, motor tidak stabil dan tidak ngepot.

Ada beberapa hal yang harus diketahui untuk pengendara yaitu mata, pundak, siku, tangan, pinggul, lutut dan kaki.


Masing - masing organ tubuh ini memiliki fungsi sendiri. Pandangan yang benar harus jauh akan memudahkan pengendara dalam antisipasi dan objek yang ada dijalan.

Dalam berkendara, sebaiknya pundak dibikin rileks saja jangan terlalu tegang karena akan membuat pengendara menjadi kurang nyaman. Ujung-ujungnya, badan jadi gampang letih dan capek. Keletihan ini yang akan mengurangi konsentrasi dalam berkendara.

Bukan cuma itu, sudut siku yang lurus juga bisa bikin susah pengendara dalam melakukan manuver. Gerak setang ke kiri dan kanan pun akan terlihat kaku. Meski begitu, posisi siku juga jangan terlalu lurus. 

Sudut siku idealnya ada di 120 derajat, dengan begitu, pegangan tangan ke setang akan menjauh lebih kuat. Dan tentunya juga, tidak akan membuat badan jadi gampang pegal.

Jari tangan memegang bagian tengah dari grip, dengan demikian akan memudahkan pengendara mengoperasikan handel gas, rem, kopling, sakelar dan switch lainnya. Pegangan di tengah ini juga jauh lebih kokoh dibanding hanya memegang bagian ujung setang saja.

Posisi duduk ikut berpengaruh terhadap pinggul pengendara. Duduk terlalu jauh dari setang tentunya juga tidak baik. Begitu pula kalau terlalu dekat. Terlebih pada motor tipe sport, posisi lutut idealnya memang harus mengempit tangki. Saat cornering atau berbelok, posisi begini akan jadi lebih memudahkan pengendara. 

Pijakan rem dan perseneling juga harus tegak lurus dengan kaki. Ini dilakuan semata untuk mengantisipasi, ketika terjadi pengereman mendadak. Dengan begitu pengendara bisa langsung injak tuas. Ciiiet...!

Rabu, 20 April 2011

Di Amerika Jarang yang Pake Helm ?

Bikers Indonesia. 21 April 2011 - Para pengendara sepeda motor di Amerika ternyata kebanyakan tidak menggunakan helm ketika berkendara. Persentase pengendara motor yang menggunakan helm pun menurun.

Sebuah statistik yang  dikeluarkan oleh Governers Highway Safety Association menunjukkan bahwa penggunaan helm sepeda motor turun 13 persen di tahun 2010 bila dibandingkan dengan tahun 2009.

Bila pada tahun 2009 67 persen pengendara motor selalu menggunakan helm sebagai atribut pelindung, di tahun 2010 angka itu berkurang jadi hanya 54 persen.

Namun uniknya, data GHSA ini juga mengungkapkan bahwa korban kecelakaan pengendara sepeda motor korban pada tahun 2010 ternyata turun sekitar 2 persen bila dibandingkan dengan 2009 meski penurunan kecelakaan sepeda motor di 2010 terkonsentrasi di bulan-bulan awal tahun.

Sementara korban lalu meningkat sekitar 3 persen pada kuartal ketiga 2010 dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun 2009.

Merunut data dari GHSA, pada tahun 2008 sedikitnya 42 persen pengendara sepeda motor luka fatal karena tidak memakai helm. Angka kematian di tahun 2008 tercatat dua kali lipat dibanding 1997.

Dan 2009 adalah tahun pertama di mana sepeda motor korban jiwa menurun selama 11 tahun.

Banyaknya para pengendara motor yang tidak menggunakan helm seperti detikOto kutip dari Visordown terjadi karena ternyata hanya 20 negara bagian di Amerika yang memiliki hukum dimana para pengendara harus mengenakan helm ketika berkendara.

Karena itulah Parlemen Amerika Serikat pun turun tangan dan meminta pihak petugas lembaga lalu lintas untuk lebih berkonsentrasi dengan mensuarakan wajib helm untuk pengendara roda dua. Seperti dilansir motorcycle-usa, Rabu (20/4/2011). 

Kepada American Motorcyclist Association (AMA) anggota parlemen AS mengatakan ingin lembaga lalu lintas berkonsentrasi pada pencegahan kecelakaan sepeda motor, serta memberikan pendidikan dalam berkendara untuk para pengendara.

Namun tidak berhenti sampai disitu, anggora parlemen Amerika Jim Sensenbrenner dan rekan-rekannya berencana untuk memperkenalkan sebuah resolusi yang mereka beri nama May 2 yang bertujuan untuk mengurangi tingkat kecelakaan pengendara motor.

Resolusi itu mendesak pihak yang berwenang untuk lebih fokus pada pencegahan kecelakaan sepeda motor sebagai langkah pertama dalam keselamatan sepeda motor.

Jika disetujui, resolusi ini memberikan kewenangan bagi Badan Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Raya Amerika atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) untuk menerapkan aturan wajib menggunakan helm tanpa perlu melobi pemerintah negara bagian.

sumber : DetikOto

Neduh Saat Hujan, Cari Tempat yang Aman

Berhenti di Fly Over Banyak Resiko

Bikers Indonesia. 21 April 2011 - Pagi cerah, siang menjelang sore hujan, udah gitu hujan berserta angin yang kenceng lagi. Haduuuh, tapi gak masalah buat para rider yang sedang berada dijalan, kan bisa neduh.

Tapi, berteduhnya jangan ditempat yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Berteduh ditempat yang aman, contohnya di Halte Bus, di Gedung Perkantoran dan lain-lain. Jangan berteduh dibawah Fly Over karn banyak resikonya. Tahu kan resikonya apa, ya bisa terserempet atau rider terkena mobil yang datang dari arah belakang.


Tapi dari banyak orang masiiih aja ada yang neduh dibawah fly Over. Aduuuuhm udah pindah ajah jangan disitu terobos ajah lanjut jalan cari tempat yang aman jangan di bwah Fly Over. Kan mendingan kehujanan daripada tertabrak. Iya kan

Nah makanya kalian yang pakai motor harus antisipasi. Antisipasi ini tentunya pada tahu kan, pertolongan pertama pada hujan yaitu Jas Hujan. Rider juga lihat, jika cuaca agak gelap atau tkut motor brother kena hujan dan mati dijalan, langsung cari halte untuk berteduh. Jika rider buru-buru, pakai jas hujan. Jika tiba-tiba hujan dan motor mati karena kena busi, busi motor tingal dikasih cairan itu, kemungkinan besar mesin bisa jalan lagi.

Okee Rider! Silakan lanjut terus, daripada berhenti di bawah fly over. Bikin macet dan terus diseruduk mobil atau bus. Kan gawaat

Senin, 18 April 2011

Lampu Belakang Terlalu Terang, Kena Denda 500 Ribu

Bikers Indonesia. 18 April 2011 - Masiiiiiiiih aja ada yang modif lampu belakang dengan diganti mika yang terang tanpa diganti lampunya. Aduuh, dasar bandel. Akhirnya, lampu menyorot terang deh kebelakang.

Lampu belakang sifatnya berwarna merah dengan pancarannya yang redup dilampu belakang berfungsi sebagai tanda jika mau mengerem.

Nah, sedangkan dari mika yang bening memiliki pancaran yang cahaya yang memecahkan cahaya lampu dan memudar sebagai fungsi penglihatan pengendara lain.

Seperti dikutip dari Direktori Lalu Lintas, Polda Metro Jaya (18/4), untuk menekan pelanggaran ini, pihak Kepolisian akan menindak keras dengn memberi surat tilang dan denda sebesar Rp. 500 ribu atau kurungan selama 2 bulan.

Hal ini sesuai dengan peraturan UU Lalu Lintas No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 279. Dalam pasal ini  ditegaskan "bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang dipasangi perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 (Lima ratus ribu rupiah)". Begitu Bunyinya ?


Nah loh, dari pada kena tilang, lebih baik dibikin biasa aja deeeh. Atau diganti dengan mika berwarna merah dengan lampu putih.

Sabtu, 16 April 2011

No Helmet, No Full. Gak Pake Helm, Gak Isi Bensin

Bikers Indonesia. 17 April 2011 - Pemerintah Uttar Pradesh, India punya cara yang cukup unik, apa tuh caranya, gak perlu ditilang lagi sama pak polisi. Caranya, kalau gak pake helm gak boleh isi bensin. Unik kan, jadi kalau gak ada bensin kan gak bisa jalan deh tuh motornya.

Langkah unik ini terpaksa dikeluarkan oleh Pemerintah Uttar Pradesh di India untuk membantu mengurangi celaka dan mencegah kematian si pengendara roda dua terutama bagian kepala.


Aturan baru ini, para pengendara di India tidak boleh isi bensin kalau gak pake helm.

Untuk membuat aturan yang sukse ini, Pemerintah Uttar Pradesh mengajak kerjasama dengan pengisian bahan bakar disana untuk membuat aturan yang sukses.

"Seluruh langkah ini bertujuan untuk melawan kecelakaan jalan yang berakibat fatal karena cedera kepala karena tidak menggunakan helm. Mulai sekarang dan seterusnya, pengendara roda dua tanpa helm tidak akan diberikan bahan bakar di pompa bensin," tegas hakim distrik Rigzin Sampheal dikutip dari Motorbeam, Sabtu (16/4/2011).

Dengan cara ini Anda dapat mengatakan bahwa helm akan bertindak sebagai tiket untuk mendapatkan bahan bakar untuk kendaraan. Para pemilik SPBU juga mengatakan mereka siap memberi potongan kepada mereka pengendara roda dua yang mengenakan helm," tambahnya.

Lampu Utama Wajib Nyala Siang Malam

Bikers Indonesia. 17 April 2011 - Coba deh baca pasal 107 ayat 2, Undang-Undang Lalu Lintas no.22 tahun 2009 yang mengatur penggunaan lampu sepeda motor. Bunyi pasal tersebut yaitu “Sepeda motor wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.” Artinya, lampu utama pada motor wajib dinyalakan siang malam donggg…!!!

Sudah banyak kejadian loh, ditilang pak polisi gara-gara lupa nyalain head lamp. Hikhikhik…!!! Lumayan bro, denger-denger di Jakarta bisa kena Rp 250 ribu. Tapi kalo bisa SSI (speak-speak iblis) sama aparat ya bisalah turun Rp 20-50 ribu. Cincai… hahahaha….!!!


Yang bikin Bikers Indonesia heran nih… sudah tahu undang-udangnya MEWAJIBKAN, tapi mengapa produsen motor tanah air belum sepenuhnya mendorong ke arah sana? Yaitu dengan menciptakan motor baru yang sudah menerapkan sistem lampu utama menyala bersamaan dengan mesin dihidupkan alias daylight running.

Suzuki menyebutnya dengan Automatic Headlamp On (AHO) di Suzuki Shogun Axelo dan Hayate. Sedangkan Yamaha pakai sebutan Daytime Running Light (DRL) system pada Jupiter Z. Intinya sama, lampu langsung menyala ketika mesin motor di hidupkan.

Padahal kalo dipikir-pikir, jika motor sudah menerapkan sistem AHO atau DRL maka bisa sedikit menekan biaya produksi loh. Kok bisa, ya iya dong…. Kan tidak perlu lagi memasang saklar lampu dan tentunya ada soket dan kabel yang bisa dihilangkan.

Hemm…. Tapi…. Mengapa masih banyak motor baru yang belum menerapkan AHO/DRL…??? Jawabnya: Undang-Undang Mengikat Pengguna, Bukan Industri. Jadi bagi industri hukumnya tidak wajib dan tidak bisa disalahkan juga kalo tidak semua motor baru menggunakan sistem tersebut. Karena jangan-jangan nih, menurut riset ATPM masih banyak konsumen suka dengan sistem lama.

Begitu jrenggg…. So… kita tunggu aja pemerintah mengeluarkan peraturan yang mengikat produsen soal AHO/DRL…!!! Contoh peraturan yang mengikat produsen adalah soal Euro 3 yang akan diterapkan 2013 mendatang.

Kamis, 14 April 2011

Safety Riding Untuk Keselamatan Kita Sendiri

Foto (WMS)
Bikers Indonesia. 15 April 2011 - Mengingat Pasal 1 UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yaitu, keselamatan lalu lintas adalah kewajiban yang harus dijalankan. Tidak hanya wajib bagi pengendara, namun juga kondisi kendaraan dituntut harus dalam kondisi prima dan layak untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Karena pentingnya keselamatan lalu lintas di jalan raya juga menjadi satu sorotan khusus diler sepeda Motor Honda Jakarta Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS).


Edukasi berkendara yang aman lewat safety riding menjadi agenda rutin yang terus diadakan. Edukasi tersebut diberikan pada seluruh lapisan masyarakat mulai anak sekolah, komunitas sepeda motor, hingga lingkup perusahaan.

Pada tanggal 12-13 April 2011 yang akan datang nih, Tim Safety Riding Promotion atau (SRP) WMS kembali menggelar acara Safety Riding Training Skills For Private Company di PT Asahimas Flat Glasss, Ancol Barat, Jakarta Utara. 

Agenda ini dibagi dalam dua tahap yaitu, materi teori dan praktek. Materi berisikan berbagai teknik berkendara seperti, pengereman, perlengkapan keamanan, etika lalu lintas, hingga teori berboncengan.

Lalu pada tahapan praktek, SRP memberikan berbagai teknik terapan ketika membawa sepeda motor. Teknik tersebut bermanfaat karena berisi dengan cara aplikasi aman dan nyaman berkendara sepeda motor.

Menariknya, Tim SRP juga menyediakan berbagai macam jenis lintasan untuk mengasah kemampuan peserta seperti slalom, papan keseimbangan ( Narrow Plank), jalan bergelombang (Bumpy Road), bahkan ada juga teknik memarkir motor. Gak ketinggalan, edukasi secara virtual juga disediakan SRP yaitu Honda Riding Trainer (HRT).

Wahana ini sengaja mereka undang untuk memberikan latihan safety riding.

Tetap SAFETY dalam berkendara ya.

Safety Terhadap Jok, Jangan Asal Modif

Bikers Indonesia. 14 April 2011 - Jangan anggap spele ya alas pantat alias jok. Fungsinya cukup vital loh dalam menunjang kenyamanan berkendara. Penggantian sarung jok dengan bahan variasi, kalau gak tepat malah membuat berkendara menjadi tidak enak. Bahan yang licin harusnya jangan digunakan sebagai pengganti sarung jok. Posisi duduk akan ngesot alias ngegelosor jika pengendara melakukan pengereman walau tidak hard braking.
Bahan sarung jok memang macem-macem,  ada yang dibuat dari karbon, semi sintetis berpasir  dan karet. Untuk memodifikasi jok standar juga mudah. Gak butuh waktu yang lama ko. Paling gak nyampe satu jam. Yang licin model karbon. Tapi banyak dicari karena harganya lebih murah.

Karbon ini mirip dengan jok yang dilapisi plastik. Sehingga, saat pengendara menduduki jok dengan model ini, pantat pengendara gampang maju. Sedangkan bahan semi sintetik berpasir, modelnya kasar seperti ada bintik-bintik kecil.

Funginya pasir apa tuuuuuh. Nah fungsinya untuk penahan saat pengendara duduk. Bahan ini juga tahan terhadap air. Sedangkan yang model karet sintetis  bikin lengket sehingga badan tidak mudah bergeser.

Soal pemilihan bahan memang tergantung dari harga yang juga bervariasi. Tipe M-Tech yang model plastik dijual sekitar Rp 60 ribuan. Sementara untuk karbon, sekitar Rp 20-40 ribuan.

Untuk menyiasati penggunaan bahan karbon yang licin, lebih bagus mendesain model jok dengan model tidak rata. Contohnya kasih cekungan menyesuaikan dengan pola pantat. Lalu pada ujung jok juga dikasih tonjolan sebagai penahan.

Nah saat memodifikasi busa jok. Bagian yang mau dipapas sebaiknya jangan terlalu tipis. Karena, busa juga berfungsi sebagai bantalan. Kalau dipapas terlalu tipis, juga akan membuat pantat jadi mudah pegal loh. Makanya jangan dipapas tipis, kapan perlu ditebalin biar empuk?

Karena selain untuk menopang tubuh, jok juga berfungsi sebagai peredam entakan ketika terjadi guncangan. Baik itu ketika berada di jalan yang tidak rata atau juga ketika menghajar lubang. Bagai suspensi, jika peran busa sudah tidak bagus atau terlalu tipis, guncangan akan sangat terasa ke badan. Terutama, perut!

Waduuuh,,, gaaaaawwwwaaaaatt ...

Rabu, 13 April 2011

Duduk Menyamping Saat Dimotor DILARANG

Bikers Indonesia. 13 April 2011 - Posisi duduk pembonceng nyamping masih sering kita lihat di jalanan. Apalagi boncenger yang sudah berusia. Padahal berbahaya lo mbak, kak, non, neng, dan jeung yang terhormat .

Posisi yang pas tetap menghadap langsung ke pengendara di depan. Posisi duduk menghadap pengendara, rapat dengan paha mengapit. Saat pengendara bermanuver, boncenger bisa mengikuti iramanya dengan mudah. Tidak melawan arah manufer pengendara.
Bonceng menyamping tidak menguntungkan dan cenderung membahayakan pengendara dan orang yang dibonceng. boncenger sendiri. Itu karena memang lebih susah diendalikan karena keseimbangan terganggu.

Buat yang dibonceng, duduk dengan posisi menyamping bisa dipastikan juga memang kurang nyaman. Pinggang dan kepala jadi terpelintir karena meski dibonceng, tetap akan melihat ke depan motor. Kelamaan, lumayan nyeri juga.

Juga footstep yang jatahnya hanya dipakai untuk menopang satu kaki, eh dipakai bertumpu dua telapak kaki. Atau kadang, satu lagi terpaksa menggantung. Lama-lama kaki juga terasa pegal. 

Makanya dilarang! Inget ya GAK BOLEH DUDUK MENYAMPING !

Jumat, 01 April 2011

Cek dan Perhatikan Sil Master Rem, Biar Safety

Bikers Indonesia. 1 April 2011 - Memang gak ada yang melarang produsen pembuat master rem variasi jualan. Selama produknya berkualitas dan bisa dipertangung jawabkan. Terlebih part ini masuk komponen vital dan juga safety.


Sebaiknya konsumen lebih berhati-hati dalam memilih master rem. Artinya, pemilik motor yang ingin ganti master rem tidak boleh sembarang memilih. Pastikan juga produk itu benar-benar bermutu.

Biar gak salah pilih, pastikan variasi yang dibeli harus jelas nama produk atau mereknya. Diutamakan pilih brand ternama meski harganya mahal. Dan kalau bisa, cari yang digaransi toko. Sebab kalau ada masalah, minimal bisa diklaim balik.

Paling penting, saat memilih atau setelah dibeli pastikan karet sil yang ada di dalam master tidak bermasalah. Sebab kalau kualitasnya jelek dan konstruksi batang penekan kasar, kata Teguh, biasanya master rem sering ngempos.

Kalau bisa dipakai dan tidak ngempos, kualitas sil master rem jelek justru akan bekerja sebaliknya. Kadang master rem keras sewaktu tuas rem ditekan. Meski ditekan keras, roda kadang masih suka meluncur.

Andai masalah cuma pada karet sil, masih bisa diakali dengan mengganti produk lain yang berkualitas. Atau paling tidak bisa menggunakan sil master rem yang banyak dipakai pada motor umumnya. Misalkan ukuran sil master rem Honda Supra X 125 dengan sil master rem variasi yang sudah dibeli. Kalau pas, silakan diganti pakai sil master rem ukuran sesuai.

Selasa, 29 Maret 2011

Jangan Panik Jika Mengatasi Luka Bakar, Nih Pertolongannya ?

Bikers Indonesia. 29 Maret 2011 - Pernah mengalami luka bakar? Entah karena tersengat api, dicipok knalpot atau kena cipratan air radiator yang panas? Sebaiknya jangan gegabah mengatasi luka akibat terkena benda panas ini. Cedera pada jaringan kulit ini tidak bisa dijadikan hal sepele.


Jika mengalami kesalahan penanganan bisa menyebabkan kulit menghitam atau membuat jaringan parut atau menebal.

Lapisan kulit manusia ini terdiri daro tiga bagian epidermis, dermis dan sub kutis. Epidermis merupakan lapisan paling atas yang ada pada kulit manusia. Sementara lapisan dermis merupakan lapisan yang mengandung syaraf. Lapisan dermis lebih tebal dari epidermis. Sedangkan sub kutis terdiri dari jaringan lemak. 

Luka bakar di lapisan permukaan kulit bisa terasa lebih sakit daripada luka bakar dalam. Karena pada jaringan ini terdapat syaraf-syaraf.

Pada luka bakar dalam biasanya kulit sudah berubah warna jadi putih dan bentuknya dan tidak terasa sakit. Sedangkan luka bakar pada permukaan kulit menyebabkan kemerahan dan sakit sekali.

Untuk mengetahui tingkat keparahan suatu luka bakar ada dua cara. Pertama mengukur luas. Kedua melihat tingkat kedalaman luka.

Untuk luka bakar di kendaraan bermotor memang susah mendefinisikan luka pada tingkat parah atau tidak. Namun biasanya untuk knalpot atau terbakar biasanya ringan. Sebab, kulit memiliki tingkat sensitivitas. Sehingga, baru kena panas saja, seseorang akan segera bereaksi menghindari.

Perawatannya mudah ko, pertama yakni secepatnya didinginkan dengan air mengalir. Air ini juga akan membersihkan kotoran yang menempel, oiaa tidak boleh didinginkan dengan batu es karena akan mengakibatkan froze bit atau luka baru karena dingin.

Sementara proses penyembuhan agar tidak menimbulkan belang atau menghitam, kasih pelembab pada kulit yang baru sembuh itu, Sebisanya menghindari matahari. Karena akan merangsang hormon melanosid yakni hormon pemberi warna. Gunakan sunscreen. Jangan digosok atau dipijat. Sebab nantinya akan menimbulkan jaringan parut.

Gitu Bro, jelas kan. OK tetap Safety Riding yaaaa 

Jumat, 11 Maret 2011

12 Musuh Skubek, Dari Parkir Sampai Kereta!

Bikers Indonesia. 12 Maret 2011 - Akhirnya Bikers Indonesia update lagi, maaf seminggu ini Bikers Indonesia tidak update karena kesalahan teknis. OK kali ini Bikers Indonesia membawa berita bagus. Yuk baca.

Matik memang mudah. Tapi dengan mudah membahayakan pengendaranya. Istilahnya, manis-manis jambu. Semanis-masnisnya jambu, awas gigit bijinya. Kreeeek...
ANGGAP ENTENG.
Naik skubek, tinggal gas. Justru di sini, bahaya mengintai. Bermodalkan mahir main sepeda, skubek yang tinggal buka throtle dan tekan rem. Perasaan anggap gampang ini, musuhnya skubek. Baru mahir dikit, sudah coba-coba ngebut. Salah dikit, ya cium tanah dan cium pantat mobil.

Anak-anak ancam di depan rel kereta (kiri). Libas lubang bikin pecah ban (kanan)

ANAK-ANAK MAIN GAS.
Ini kerap terjadi. Terutama skubek yang sedang menunggu di sisi kanan atau kiri rel kereta, bikin nyawa melayang. Kejadiannya sederhana. Si pengguna bawa anak yang ditempatkan di depan. Jelang kereta lewat, tak terduga si anak buka gas yang bikin skubek meluncur ke rel. Di saat yang sama, kereta menghantam mereka. 

BUKA-TUTUP THROTTLE.
Perilaku memainkan irama gas di bebek atau sport, jadi musuh skubek. Karena dianggap main buka gas aja, tanpa pindah gigi, jadinya buka gas ngawur. Efeknya bahan bakar boros dibanding atur irama rpm.  

MENGEREM WAKTU HUJAN. 
Hujan saat aspal basah, rival berat skubek. Tanpa engine brake, skubek mengandalkan pengereman. Jika mengerem terlalu keras, kedua roda mudah terkunci. Padahal, pengereman dan engine brake bersamaan paling aman saat hujan.

BOROS PERANTI CIET.
Pengeluaran yang terhitung cepat dilakukan salah satunya peranti ciet alias rem. Pengereman tanpa dibantu engine brake bikin kampas rem cepat abis. Di awal munculnya skubek bisa setiap 5.000 km mengganti rem belakang.  

TURUNAN CURAM.
Turunan yang tajam, apalagi pas hujan atau jalanan berpasir mengancam penunggang skubek. Pakai sport atau bebek, tinggal diatur kerja sama engine brake dan pengereman manual. Pakai skubek harus hati-hati. Pengereman harus lembut dan teratur.

LUBANG DI JALANAN.
Diameter roda skubek yang kecil jadi ancaman sewaktu melibas lubang. Sering dialami pengguna skubek yang pecah ban mendadak setelah melewati jalan berlubang, meski kecepatannya rendah.

SOKBREKER TABUNG ATAS.
Ingin pasang sokbreker tabung malah jadi musuh bodi skubek. Tabung sok di atas akan mengerbankan badan skubek dicoak. Masalahnya, bodi skubek sendiri dibikin lebih lebar.

Turunan tajam licin atau berpasir main rem lembut (kiri). Oli girboks males di cek bahaya (kanan).

DEBU JALANAN.
Kalau kawasan jalan yang sering dilewati berdebu, hati-hati buat pemilik skubek. Debu jadi musuh utama filter CVT. Jika dibiarkan, udara sulit menembus filter. Mampet. Efeknya, terjadi  panas berlebihan di CVT dan komponen jadi lebih cepat aus.

CAIRAN BIKIN SELIP.
Jangan main-main sama pembersih puli atau belt di CVT skubek. Cairan yang mengandung  pelumas yang disemprotkan ke  CVT, bisa bikin selip. Motor jalan di tempat. Makanya, alkohol jauh lebih aman untuk dijadikan pembersih. 

MALES NGECEK OLI GIRBOKS.
Di skubek bukan cuma ganti oli mesin, tapi juga diikuti oli girboks. Jangan malas mengecek pelumas gir belakang skubek. Kalau lupa dicek, gigi gir akan cepat aus. Kerusakan ini mudah merembet ke komponen lain di sekitarnya. 

PARKIRAN TANPA KEAMANAN.
Terakhir, musuh skubek yang di tempat parkir. Parkiran tanpa pihak keamanan, bisa dengan mudah skubek pindah tangan. Dicuri. Modus dasar kriminalitas, semakin laris suatu barang semakin tinggi tingkat pencuriannya.

Selasa, 01 Maret 2011

Berkendara Saat Hujan, Waspadai Genangan!

 

Bikers Indonesia. 1 Maret 2011 - Hujan artinya akan banyak genangan air. Tau sendiri, genangan air bisa menutupi lubang di jalanan. Bisa lubang gorong-gorong atau lubang dari jalanan yang sudah rusak.

Resiko melindas lubang saat hujan bisa menjadi berlipat! Gara-gara tidak terlihat akibat tertutup genangan air, reflek badan jadi kurang sigap. Salah antisipasi bisa terjatuh.
Sebaiknya sih genangan dihindari.  Selain menghindari lubang yang tidak terlihat, genangan juga membuat cengkraman ban tidak maksimal. Selain itu, genangan yang terlalu tinggi bisa masuk ke lubang pernafasan pada CVT skubek.

Lalu bagaimana kalau terpaksa harus melintasi genangan? Tentunya harus tetap siaga. Dan kalau memang terpaksa harus kena lubang, angkat pinggul dari jok lalu ikuti saja ayunan dari motor.


Posisi ini akan membuat pengendara lebih nyaman saat melintasi jalan rusak. Pinggul dan punggung tidak harus menerima beban, tapi siku dan lutut akan meredam hentakan.

Selain mewaspadai lubang, perhatikan juga kecepatan. Usahakan jangan lakukan pengereman dan perubahan kecepatan secara mendadak. Ban yang kurang mencengkram akibat jalanan basah bisa dengan mudah terpeleset.

Satu lagi adalah jarak pengereman. Usahakan spasi antar kendaraan diperhitungkan agar tidak terlalu dekat, karena jarak pengereman saat hujan pasti lebih jauh,. 

Misalnya dalam kondisi kering melaju 40 km/jam butuh 10 meter untuk berhenti, artinya dalam kecepatan yang sama pada kondisi hujan akan membutuhkan jarak pengereman paling tidak 15 meter.

So, tetap safety ya!