Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 April 2011

Lampu Belakang Terlalu Terang, Kena Denda 500 Ribu

Bikers Indonesia. 18 April 2011 - Masiiiiiiiih aja ada yang modif lampu belakang dengan diganti mika yang terang tanpa diganti lampunya. Aduuh, dasar bandel. Akhirnya, lampu menyorot terang deh kebelakang.

Lampu belakang sifatnya berwarna merah dengan pancarannya yang redup dilampu belakang berfungsi sebagai tanda jika mau mengerem.

Nah, sedangkan dari mika yang bening memiliki pancaran yang cahaya yang memecahkan cahaya lampu dan memudar sebagai fungsi penglihatan pengendara lain.

Seperti dikutip dari Direktori Lalu Lintas, Polda Metro Jaya (18/4), untuk menekan pelanggaran ini, pihak Kepolisian akan menindak keras dengn memberi surat tilang dan denda sebesar Rp. 500 ribu atau kurungan selama 2 bulan.

Hal ini sesuai dengan peraturan UU Lalu Lintas No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 279. Dalam pasal ini  ditegaskan "bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang dipasangi perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 (Lima ratus ribu rupiah)". Begitu Bunyinya ?


Nah loh, dari pada kena tilang, lebih baik dibikin biasa aja deeeh. Atau diganti dengan mika berwarna merah dengan lampu putih.

Selasa, 29 Maret 2011

Jangan Panik Jika Mengatasi Luka Bakar, Nih Pertolongannya ?

Bikers Indonesia. 29 Maret 2011 - Pernah mengalami luka bakar? Entah karena tersengat api, dicipok knalpot atau kena cipratan air radiator yang panas? Sebaiknya jangan gegabah mengatasi luka akibat terkena benda panas ini. Cedera pada jaringan kulit ini tidak bisa dijadikan hal sepele.


Jika mengalami kesalahan penanganan bisa menyebabkan kulit menghitam atau membuat jaringan parut atau menebal.

Lapisan kulit manusia ini terdiri daro tiga bagian epidermis, dermis dan sub kutis. Epidermis merupakan lapisan paling atas yang ada pada kulit manusia. Sementara lapisan dermis merupakan lapisan yang mengandung syaraf. Lapisan dermis lebih tebal dari epidermis. Sedangkan sub kutis terdiri dari jaringan lemak. 

Luka bakar di lapisan permukaan kulit bisa terasa lebih sakit daripada luka bakar dalam. Karena pada jaringan ini terdapat syaraf-syaraf.

Pada luka bakar dalam biasanya kulit sudah berubah warna jadi putih dan bentuknya dan tidak terasa sakit. Sedangkan luka bakar pada permukaan kulit menyebabkan kemerahan dan sakit sekali.

Untuk mengetahui tingkat keparahan suatu luka bakar ada dua cara. Pertama mengukur luas. Kedua melihat tingkat kedalaman luka.

Untuk luka bakar di kendaraan bermotor memang susah mendefinisikan luka pada tingkat parah atau tidak. Namun biasanya untuk knalpot atau terbakar biasanya ringan. Sebab, kulit memiliki tingkat sensitivitas. Sehingga, baru kena panas saja, seseorang akan segera bereaksi menghindari.

Perawatannya mudah ko, pertama yakni secepatnya didinginkan dengan air mengalir. Air ini juga akan membersihkan kotoran yang menempel, oiaa tidak boleh didinginkan dengan batu es karena akan mengakibatkan froze bit atau luka baru karena dingin.

Sementara proses penyembuhan agar tidak menimbulkan belang atau menghitam, kasih pelembab pada kulit yang baru sembuh itu, Sebisanya menghindari matahari. Karena akan merangsang hormon melanosid yakni hormon pemberi warna. Gunakan sunscreen. Jangan digosok atau dipijat. Sebab nantinya akan menimbulkan jaringan parut.

Gitu Bro, jelas kan. OK tetap Safety Riding yaaaa 

Jumat, 11 Maret 2011

12 Musuh Skubek, Dari Parkir Sampai Kereta!

Bikers Indonesia. 12 Maret 2011 - Akhirnya Bikers Indonesia update lagi, maaf seminggu ini Bikers Indonesia tidak update karena kesalahan teknis. OK kali ini Bikers Indonesia membawa berita bagus. Yuk baca.

Matik memang mudah. Tapi dengan mudah membahayakan pengendaranya. Istilahnya, manis-manis jambu. Semanis-masnisnya jambu, awas gigit bijinya. Kreeeek...
ANGGAP ENTENG.
Naik skubek, tinggal gas. Justru di sini, bahaya mengintai. Bermodalkan mahir main sepeda, skubek yang tinggal buka throtle dan tekan rem. Perasaan anggap gampang ini, musuhnya skubek. Baru mahir dikit, sudah coba-coba ngebut. Salah dikit, ya cium tanah dan cium pantat mobil.

Anak-anak ancam di depan rel kereta (kiri). Libas lubang bikin pecah ban (kanan)

ANAK-ANAK MAIN GAS.
Ini kerap terjadi. Terutama skubek yang sedang menunggu di sisi kanan atau kiri rel kereta, bikin nyawa melayang. Kejadiannya sederhana. Si pengguna bawa anak yang ditempatkan di depan. Jelang kereta lewat, tak terduga si anak buka gas yang bikin skubek meluncur ke rel. Di saat yang sama, kereta menghantam mereka. 

BUKA-TUTUP THROTTLE.
Perilaku memainkan irama gas di bebek atau sport, jadi musuh skubek. Karena dianggap main buka gas aja, tanpa pindah gigi, jadinya buka gas ngawur. Efeknya bahan bakar boros dibanding atur irama rpm.  

MENGEREM WAKTU HUJAN. 
Hujan saat aspal basah, rival berat skubek. Tanpa engine brake, skubek mengandalkan pengereman. Jika mengerem terlalu keras, kedua roda mudah terkunci. Padahal, pengereman dan engine brake bersamaan paling aman saat hujan.

BOROS PERANTI CIET.
Pengeluaran yang terhitung cepat dilakukan salah satunya peranti ciet alias rem. Pengereman tanpa dibantu engine brake bikin kampas rem cepat abis. Di awal munculnya skubek bisa setiap 5.000 km mengganti rem belakang.  

TURUNAN CURAM.
Turunan yang tajam, apalagi pas hujan atau jalanan berpasir mengancam penunggang skubek. Pakai sport atau bebek, tinggal diatur kerja sama engine brake dan pengereman manual. Pakai skubek harus hati-hati. Pengereman harus lembut dan teratur.

LUBANG DI JALANAN.
Diameter roda skubek yang kecil jadi ancaman sewaktu melibas lubang. Sering dialami pengguna skubek yang pecah ban mendadak setelah melewati jalan berlubang, meski kecepatannya rendah.

SOKBREKER TABUNG ATAS.
Ingin pasang sokbreker tabung malah jadi musuh bodi skubek. Tabung sok di atas akan mengerbankan badan skubek dicoak. Masalahnya, bodi skubek sendiri dibikin lebih lebar.

Turunan tajam licin atau berpasir main rem lembut (kiri). Oli girboks males di cek bahaya (kanan).

DEBU JALANAN.
Kalau kawasan jalan yang sering dilewati berdebu, hati-hati buat pemilik skubek. Debu jadi musuh utama filter CVT. Jika dibiarkan, udara sulit menembus filter. Mampet. Efeknya, terjadi  panas berlebihan di CVT dan komponen jadi lebih cepat aus.

CAIRAN BIKIN SELIP.
Jangan main-main sama pembersih puli atau belt di CVT skubek. Cairan yang mengandung  pelumas yang disemprotkan ke  CVT, bisa bikin selip. Motor jalan di tempat. Makanya, alkohol jauh lebih aman untuk dijadikan pembersih. 

MALES NGECEK OLI GIRBOKS.
Di skubek bukan cuma ganti oli mesin, tapi juga diikuti oli girboks. Jangan malas mengecek pelumas gir belakang skubek. Kalau lupa dicek, gigi gir akan cepat aus. Kerusakan ini mudah merembet ke komponen lain di sekitarnya. 

PARKIRAN TANPA KEAMANAN.
Terakhir, musuh skubek yang di tempat parkir. Parkiran tanpa pihak keamanan, bisa dengan mudah skubek pindah tangan. Dicuri. Modus dasar kriminalitas, semakin laris suatu barang semakin tinggi tingkat pencuriannya.

Selasa, 01 Maret 2011

Berkendara Saat Hujan, Waspadai Genangan!

 

Bikers Indonesia. 1 Maret 2011 - Hujan artinya akan banyak genangan air. Tau sendiri, genangan air bisa menutupi lubang di jalanan. Bisa lubang gorong-gorong atau lubang dari jalanan yang sudah rusak.

Resiko melindas lubang saat hujan bisa menjadi berlipat! Gara-gara tidak terlihat akibat tertutup genangan air, reflek badan jadi kurang sigap. Salah antisipasi bisa terjatuh.
Sebaiknya sih genangan dihindari.  Selain menghindari lubang yang tidak terlihat, genangan juga membuat cengkraman ban tidak maksimal. Selain itu, genangan yang terlalu tinggi bisa masuk ke lubang pernafasan pada CVT skubek.

Lalu bagaimana kalau terpaksa harus melintasi genangan? Tentunya harus tetap siaga. Dan kalau memang terpaksa harus kena lubang, angkat pinggul dari jok lalu ikuti saja ayunan dari motor.


Posisi ini akan membuat pengendara lebih nyaman saat melintasi jalan rusak. Pinggul dan punggung tidak harus menerima beban, tapi siku dan lutut akan meredam hentakan.

Selain mewaspadai lubang, perhatikan juga kecepatan. Usahakan jangan lakukan pengereman dan perubahan kecepatan secara mendadak. Ban yang kurang mencengkram akibat jalanan basah bisa dengan mudah terpeleset.

Satu lagi adalah jarak pengereman. Usahakan spasi antar kendaraan diperhitungkan agar tidak terlalu dekat, karena jarak pengereman saat hujan pasti lebih jauh,. 

Misalnya dalam kondisi kering melaju 40 km/jam butuh 10 meter untuk berhenti, artinya dalam kecepatan yang sama pada kondisi hujan akan membutuhkan jarak pengereman paling tidak 15 meter.

So, tetap safety ya!

Senin, 28 Februari 2011

Safety Gear Tepat, Hujan Bukan Halangan!

Bikers Indonesia. 28 Februari 2011 - Hingga pagi ini (28/2), hujan masih terus mengguyur. Bukan hanya di Jakarta tapi merata hampir di semua wilayah Indonesia. Padahal segala aktivitas dan mobilitas bikers tak boleh terhambat hanya gara-gara hujan.

So, agar tetap maju terus panjang mundur hadapi hujan, siapkan dulu safety gearnya! Berawal dari pesiapan yang tepat, berkendara di saat hujan pun bisa dilakukan dengan baik.


Lalu apa saja yang harus diperhatikan? Paling pertama tentunya jas hujan. Ada dua syarat utama jas hujan. Yang pertama adalah, pilih yang bentuknya two piece. 

Jas hujan yang terdiri celana dan baju yang terpisah ini lebih memudahkan pergerakan badan saat berkendara. Selain itu, tidak akan terbang seperti jas hujan model plonco atau biasa disebut model batman.

Dan sebisa mungkin pilih jas hujan yang warnanya cerah, atau minimal ada bahan scotlight yang bisa memantulkan cahaya. Harus terang karena saat hujan kondisinya cenderung lebih gelap, tujuannya agar kita mudah terlihat oleh pengendara lain.

Safety gear berikutnya adalah helm. Open face atau full face boleh dipakai asalkan visor atau kaca helm-nya bening. Karena kondisi lingkungan lebih gelap, kaca bening membuat pandangan kita lebih leluasa.

Dan yang terakhir adalah alas kaki. Jangan biasakan sayang sepatu dari pada kaki. Masalahnya banyak biker yang justru lepas alas kaki atau pakai sendal saat berkendara di bawah guyuran hujan.

Hujan dan aspal yang licin pada dasarnya membuat motor lebih sulit dikendalikan sehingga resiko untuk terjatuh lebih besar. Nah, saat kaki tidak terlindungi, efek celakanya bisa lebih besar.

Sebaiknya tetap pilih sepatu sebagai alas kaki. Sebisa mungkin gunakan sepatu yang memiliki hak, agar kaki tidak mudah lepas dari footstep. 

Mudah kan? Ayo siapkan safety gear yang tepat sebelum hujan!

Kamis, 17 Februari 2011

Helm Kurangi Resiko Cidera Tulang Belakang, Cidera Otak dan Kematian

Bikers Indonesia. 17 Februari 2011 - Kesadaran biker Indonesia untuk memakai helm kian hari semakin tinggi. Bukan sekedar takut kena razia Pak Polisi, tapi sudah makin peduli akan keselamatan pribadi.

Tapi ternyata, helm tidak hanya mampu melindungi kepala dari benturan. Tapi juga bisa mengurangi resiko cidera tulang belakang. 

Hal ini diungkapkan oleh Dr. Adil H. Haider dalam laporan penelitiannya. Dr. Adil H. Haideradalah seorang asisten professor kedokteran bedah dari Johns Hopkins University School of Medicine, Baltimore, Amerika Serikat.

Seperti dilaporkan Visor Down, lebih dari 40.000 tabrakan sepeda motor antara 2002 hingga 2006 Ia teliti dampaknya. Hasilnya, mereka yang memakai helm hanya memiliki kemungkinan 22 persen mengalami cidera tulang belakang serviks.

Penelitian ini juga menemukan bahwa mereka yang memakai helm, 65 persen lebih rendah kemungkinannya menderita cedera otak trausmatic. 

Dan yang paling penting, biker yang memakai helm 37 persen lebih rendah kemungkinannya untuk kehilangan nyawa daripada mereka yang tidak helm.

Nah, masih berfikir untuk tidak pakai helm atau pakai helm asal-asalan?

Senin, 31 Januari 2011

Antisipasi Ancaman Penyakit Kulit Pada Kaki Bikers!

Bikers Indonesia. Jakarta, 31 Januari 2011 - Cuaca yang sulit ditebak seperti saat ini banyak mengundang penyakit. Apalagi buat bikers yang tubuhnya tidak terlindung atap, langsung terpapar hujan dan panas. Enggak hanya penyakit seperti flu, batuk dan masuk angin. Kaki-kaki pun bisa ikut penyakitan kalau enggak dirawat dengan benar. Efeknya dari koreng, gudik sampai bau jempol lo... 


BASAH DAN LEMBAB 

Problem kaki yang paling umum mengancam bikers adalah area sekitar telapak kaki yang tertutup sepatu dan kaos kaki. Kaki yang tertutup dalam jangka lama dengan kondisi yang tidak higienis itulah yang jadi sumber penyakit.

Kondisi tidak sehat tersebut biasanya terjadi karena kurangnya kebersihan. Ini bisa terjadi karena sepatu yang jarah dibersihkan, kaos kaki yang kotor atau jarang ganti atau basah terkena aliran air hujan di jalan. Kelembaban juga bisa jadi masalah. Ini bisa karena keringat saat cuaca panas. Bisa juga akibat basah karena kehujanan, tapi tidak segera dibuka atau ganti dengan sepatu dan kaos kaki kering. 

JAMUR DAN BAU 

Menurut dr. Hanung Tyas, tubuh manusia pada dasarnya sudah mengandung kuman-kuman. “Tapi pada kondisi tertentu, jumlahnya bisa sangat banyak sehingga efeknya buruk buat kesehatan kulit. Seperti kondisi kurang higienis atau lembab. Kalau dibiarkan, bisa jadi infeksi,” kata dokter kulit yang berpraktek di klinik Estetika Sukabumi, Jabar ini.



Air hujan yang membasahi kaki saat bermotor bukanlah air bersih, mengandung banyak kotoran. Apalagi kalau kaki sampai terendam. Kuman-kuman dari air kotor di jalan pun dengan mudah berpindah ke kaki, sepatu dan kaos kaki. Inilah yang bisa jadi sumber penyakit kalau tidak segera mengeringkan dan membersihkan ka­ki bekas sepatu dan kaos kaki yang basah kehujanan. 


“Pada kulit kaki, efeknya berupa eksima karena infeksi kuman,” kata dokter lulusan Universitas Atma Jaya Jakarta ini. Kalau kaki ada luka atau digaruk karena biasanya terasa gatal, luka itu bisa jadi koreng, gudik atau buduk. 

Selain infeksi, sepatu dan kaos kaki yang basah dan lembab, juga bisa jadi tempat yang subur buat berkembang biaknya jamur. Seperti di antara lipatan jari dan kuku. “Karena lembab, sepatu dan kaos kaki basah, kalau enggak cepat diganti, jadi memungkinkan untuk tumbuhnya jamur,” lanjut dr. Hanung. 

Tanda-tanda paling umum rasa gatal, biasanya di area-area sekitar tapak kaki, bawah tungkai, atau yang berlipat seperti di antara jari-jari dan kuku.  Enggak cuma gatal, jamur yang bersarang di kaki juga bisa memicu bau yang biasa kita kenal dengan bau jempol. 

KAOS KAKI = UNDERWEAR 

Sebenarnya enggak sulit mengantisipasi pro­blem-problem di atas. Kun­cinya hanya menjaga ke­bersihan dan jaga kaki agar tetap kering, minimal­kan dari kelembaban. Secara ter­atur, bersihkan, angin-a­nginkan dan jemur sepatu yang dipakai setiap hari. 

Kaos kaki juga enggak boleh dipakai kelamaan. Perlakukan seperti pakaian dalam. “Apalagi kalau termasuk orang yang frekuensi bermotor, kena panas dan produksi keringatnya cukup tinggi. Jangan ditunggu sampai kotor atau bau. “Ganti kaos kaki setiap hari,” saran wanita berambut panjang ini.


Pilihan bahannya juga mesti cermat. Jangan hanya mempertimbangkan motif atau warna. Kalau gampang keringatan atau sering kena panas, cari bahan yang menyerap keringat, hindari bahan yang tebal. Hindari bahan nilon seperti stocking, tipis tapi tidak menyerap keringat. 


KERING PANGKAL SEHAT 

Kalau kulit di bagian tubuh yang terbuka membutuhkan kelembaban, untuk kulit kaki yang tertutup justru sebaliknya. Agar tetap sehat, kondisinya harus selalu kering. Hindari kelembaban karena basah atau keringat. Bagaimana dengan risiko kehujanan saat cuaca tidak menentu seperti saat ini? Sediakan selalu cadangan sepatu dan kaos kaki kering di kantor, tas atau boks motor. 

Kalau mau yang lebih praktis, antisipasi dari awal, siapkan mantel sepatu. Pilihannya banyak, enggak kalah dengan mantel badan. Dari yang harga Rp 50an ribu sampai Rp 150 ribu. “Kalau sampai kerendam memang masih bisa tembus. Tapi kalau hujan-hujan aja aman, sepatu dan kaki tetap kering,” kata Andry Brillianto, biker dan instruktur keselamatan dari Jakarta Defensive Driving Consulting. 

Kalau di perjalanan kaki bakal sering terendam, simpan sepatu gaya Anda di boks. Sementara untuk perjalanan, gunakan sepatu karet. “Itu benar-benar kering, kerendam sekalipun. Tapi kalau untuk perjalanan jauh enggak disarankan ya. Karena itu karet, kalau jatuh gampang sobek,” lanjut Andry.