Tampilkan postingan dengan label Mobil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mobil. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Januari 2011

Hanya 28% Keluarga Yang Tidak Memiliki Motor

GambarJakarta, 13 Januari 2011  - Tidak bisa dipungkiri motor kini menjadi alternatif kendaraan. Karena itu tidak heran bila motor kini sangat mudah ditemui di hampir seluruh rumah. Hanya 28 persen keluarga di Indonesia yang belum memiliki motor.

Menurut survei Kementerian Perhubungan yang disodorkan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono terungkap pertumbuhan kepemilikan motor yang luar biasa.

Di tahun 2002 kepemilikan motor masih sedikit. Masih 67 persen keluarga yang tidak memiliki motor. Tapi di tahun 2010 semua sudah berubah. Hanya tinggal 28 persen keluarga yang tidak memiliki motor. Perbandingannya 2010 motor per 1.000 penduduk.

Bahkan satu keluarga yang memiliki dua motor pun cenderung meningkat yakni dari 3 persen di tahun 2002 menjadi 17 persen di tahun 2010 lalu.

Peningkatan kepemilikan motor tentu bisa dimaklumi. Sebab selain kondisi ekonomi yang cenderung meningkat, angkutan publik yang disediakan pemerintah dianggap belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Di tahun 2002 hanya 21 persen orang yang menggunakan motor untuk pergi kerja. Sedangkan sekarang sudah 48,7 persen.

Dan yang unik menurut survei yang disodorkan Bambang juga terungkap kalau keluarga yang memiliki mobil sebagian besar ternyata juga menjadi pemilik motor.

Unik, 84 persen pemilik mobil ternyata juga memiliki motor. Ini bukti betapa motor dianggap sebagai kendaraan alternatif yang menjadi pilihan semua.

Sebagai catatan, saat ini ada sekitar 47 juta motor dan 9,5 juta mobil di seluruh Indonesia. Dan untuk di Jakarta, ada sekitar 11 juta kendaraan, sekitar delapan jutanya adalah motor.

Rabu, 12 Januari 2011

Wamenhub: Pemilik Mobil dan Motor, 1 Banding 5

Jakarta, 12 Januari 2010 - Kemacetan yang terjadi di kota besar, khususnya ibu kota Jakarta memang sudah sangat menjenuhkan bila tidak mau dikatakan memuakkan.

Bagaimana tidak, hampir setiap jam berangkat dan pulang kantor kita selalu terjebak kemacetan, bahkan diakhir pekan.

Memang sulit memecahkan masalah kemacetan, bahkan para ahli dari luar negeri pun tidak sanggup menghilangkan kemacetan. Ada beberapa alasan kemacetan sulit dihilangkan, "Salah satunya pada jam sibuk kita hampir berbarengan menuju tempat yang sama," lanjut Bambang. 

Saat ini menurut data Departemen Perhubungan yang diungkap Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, ada hampir 50 juta motor dan 9,5 juta mobil di seluruh Indonesia.

"Jadi perbandingan pemilik mobil dan motor bisa dikatakan 1:5," ucap Bambang.

Ditambahkan, melakukan perjalanan di jalan raya saat jam sibuk memang tidak bisa terlalu cepat, yang terpenting adalah dijalan tersebut tidak terjadi penumpukkan yang menyebabkan lalulintas terkunci.

"Bahkan di Jepang pun yang angkutan massalnya sangat nyaman, masih banyak orang yg suka menggunakan kendaraan pribadi," tukas Bambang.

Kamis, 09 Desember 2010

Premium Dibatasi, Pengguna Mobil Beralih Naik Motor?

GambarJakarta 9 Desember 2010  - Pemerintah sudah memberikan opsi agar mobil dilarang menggunakan BBM subsidi atau Premium. Keputusan ini tinggal menunggu persetujuan DPR saja. Terkait dengan hal itu apakah pengguna mobil akan beralih menggunakan motor untuk menghindari peraturan tersebut.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata mengatakan presentase beralihnya pengguna mobil ke motor tidak dapat diprediksi. Masalahnya seperti yang dijelaskan Gunadi peraturan pelarangan menggunakan BBM non subsidi belum jelas.

Seperti apakah pelarangan mobil itu. Apakah tahun 2005 ke atas yang tidak diperbolehkan atau mulai 2000 ke atas. Kalau 2000 ke atas yang tidak boleh kemungkinan bakal banyak yang beralih ke motor.

Namun menurut Gunadi jika peraturan yang mengharuskan pemilik mobil mulai tahun 2005 keatas harus menggunakan Pertamax, kemungkinan yang beralih ke motor sedikit. "Soalnya pengguna mobil 2005 ke atas sedikit dan tidak banyak," tandas Gunadi.

Saat ini pemerintah masih menggodok dan menyiapkan 2 opsi untuk mekanisme pengaturan konsumsi BBM bersubsidi pada 2011. Opsinya pertama adalah larangan menggunakan BBM bersubsidi untuk semua mobil plat hitam atau mobil di atas tahun 2005.

Pembatasan BBM non-subsidi lantaran besarnya pengguna BBM Premium di Indonesia pada 2010. Bahkan pemerintah mengaku harus 'nombok' menambah lagi subsidi BBM karena melewati quota yang ditentukan. Untuk 2010, kuota BBM Premium melampaui 36,5 juta KL.