Tampilkan postingan dengan label Moge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Moge. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Agustus 2011

Harley Davidson Mengeluarkan Motor Roda Tiga


Bikers Indonesia. 6 Agustus 2011 - Sosok Harley Davidson roda tiga, atau disebut Penster alias trike mungkin sudah umum dan jamak dilihat. Tapi biasanya dua roda sejajar diletakan di bagian belakang. Namun kali ini, dua roda ada di depan layaknya Piaggio MP3, atau Can Am Spyder.

Terlihat dari luar, sosok Penster begitu gagah dengan laburan oranye dan rona putih di atas tangki. Detailnya juga resik dengan lapisan krom yang nyaris terdapat di seluruh bagian kolong. Mulai dari blok mesin, knalpot sampai ke pelek.
Uniknya, motor ini bukanlah sebuah motor karya rumah modifikasi. Akan tetapi merupakan prototip karya Harley Davidson yang siap dipajang di The Harley-Davidson Museum, Wisconsin, Amerika.


Penster ini dibangun Harley Davidson bersama legenda hot rod, John Buttera. Dimana pabrikan asal Milwaukee ini menginginkan sebuah trike sejak 1998. Trike ini terlihat seperti versi perdana Can-Am Spyder yang lebar dan berground clearance rendah. Tetapi sistem setirnya mirip milik Piaggio MP3.

Dengan hasil ini, Harley Davidson kemudian mematenkan bagian leaning front end dimana perangkat tersebut menggunakan sistem hidrolik untuk membuat motor selalu dalam posisi vertikal saat berhenti.

Setelah prototip pertama selesai, Harley Davidson menghabiskan waktu satu tahun untuk membenahi desain awal dari Buttera, yang akhirnya selesai pada 2006, atau dua tahun sebelum Buttera meninggal karena tumor otak pada 2008

Rabu, 23 Februari 2011

Sulit Isi Angin Ban Lebar? Pompa Sambil Di ikat

Bikers Indonesia. 23 Februari 2011 - Pemilik skubek low rider mungkin pernah alami susah pompa ban waktu gembos. Karena ban dan pelek yang digunakan besar juga lebar. Sehingga saat diisi angin, lingkar dalam ban tidak sempurna menapak ke pelek.


Masalah ini kerap terjadi pada ban baru tubeless. Jika tidak hati-hati saat mencungkil ban, bibir ban bisa sobek. Ini juga penyebab ban sulit diisi angin.


Pemakaian ban juga ada toleransinya. Tidak boleh kelewat lebar. Seperti pelek maksimal ban 5 inci dipaksa pake ban 6 inci. Begitu mau dipasang susah dan saat ban dicongkil bisa bikin bibir ban sobek.

 Ban lebih dulu di ikat tali yang kuat mengikuti alur ban (kanan)


Biar tidak sulit Anton kasih solusi. Ban terlebih dahulu diikat tali mengikuti alur ban. Ini dilakukan untuk membuat bibir ban menempel kuat ke bibir pelek. Jika sudah diikat kencang, angin bisa diisi.

Dan bagi pemakai ban non tubeless, baiknya gunakan ban dalam 12 inci di pelek 14 inci. Karena jika dipaksakan, ban dalam akan terlipat saat diisi angin. Ini yang menyebabkan ban dalam jadi cepat rusak.

Kamis, 16 Desember 2010

Aprilia RS4 125 Juga Bakal Diboyong ke Dalam Negeri

Jakarta, 17 Desember 2010 - Tak hanya motor gede (moge) ber-cc besar, Aprilia 125 bermesin 4-tak juga dipastikan bakal masuk ke Indonesia tahun depan.
Selama ini di Indonesia sudah banyak beredar Aprilia RS125 namun yang bermesin 2 tak. Permintaan akan tipe mesin yang 4-tak dari motor sport ini menjadikan PT Sentra Kreasi Niaga (SKN) sebagai jaringan penjualan Aprilia di Indonesia "gatal" memboyong keluarga lain RS125. Oleh sebab itulah SKN berniat menghadirkan RS 125 bermesin 4-tak sekira pertengahan tahun depan.
Aprilia menamakan RS125 bermesin 4-tak sebagai RS4 125. Mesinnya tak kalah garang dibanding saudara tuanya.

Dengan bermodal sumber tenaga berkapasitas 125 cc DOHC 4-tak liquid cooled fuel injection, motor ini sanggup menghasilkan tenaga hingga 15 dk melalui sistem transmisi 6-speed.

Dengan sistem suspensi 41 mm inverted dan shock absorber with adjustable spring load, Aprilia menggunakan ban berukuran 110/80-17 di depan dan 130/70-17 di bagian belakang.

Nugroho belum mengemukakan barapa banderol untuk RS4 125 ini, hanya saja diprediksi kehadirannya bakal menggoyang pasar motor 250 cc di Tanah Air.

Aprilia RSV4 R Masuk Indonesia Februari 2011

Jakarta, 17 Desember 2010 - Pasar sepeda motor ber-cc besar bakal kedatangan tamu baru, pasalnya PT Sentra Kreasi Niaga (SKN) selaku jaringan penjualan Aprilia di Indonesia akan memasarkan RSV4 R.

Hal ini dikemukakan Direktur SKN Nugroho Tjandrakusuma, Jakarta, Kamis (16/12/2010).

Nugroho menuturkan RSV4 R akan masuk ke indonesia awal tahun depan. "Nanti kita akan perkenalkan Februari 2011," jelas dia kepada sejumlah wartawan.
Sesuai dengan namanya, Aprilia RSV4 R menyandnag mesin empat silinder berkapasitas 999.6 cc dengan keluaran tenaga mencapai 180 hp pada 12.500 rpm. Sementara torsi puncaknya bisa menembus  85 lb-ft di 10.000 rpm.

Sebenarnya ada dua varian dari RSV4 ini, satu tipe R dna satu lagi tipe Factory. Nugroho menyebutkan SKN hanya tertarik memboyong yang tipe R bukan Factory. Alasannya motor ini lebih pas digunakan di jalan raya.
Ia mengungkapkan meskipun memiliki sasis, desain, dan jeroan  yang sama, RSV4 R dan RSV4 Factory ternyata memiliki sejumlah perbedaan terutaam di bagian suspensi. Bila di RSV4 Factory telah mengusung suspensi dari Ohlin, versi RSV4R hanya akan mengusung Showa. Kemudan beberapa bagian bodi RSV4 Factory juga sudah menggunakan bahan serat karbon yang tidak dimiliki RSV4 R.
Nah, untuk yang penasaran ingin segera memboyong superbike Italia ini, maka harus siapkan kocek Rp400 jutaan.
Tertarik?

Jumat, 19 November 2010

Dipakai Paspampres, Pamor Yamaha FZ1 Melonjak

Jakarta, 20 November 2010 - Kehadiran tunggangan baru Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang menggunakan Yamaha FZ1 ternyata langsung menarik minat sejumlah konsumen loyal Yamaha.

Hal ini diungkapkan General Manager Sales, Promotion and Motorsport PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) Paulus S Firmanto
Paulus menjelaskan, sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikawal Paspampres yang menunggangi Yamaha FZ1, bermunculan permintaan terhadap moge berlambang garpu tala itu kepada pihak YMKI.

"Ya, sejak dipakai ada beberapa rekan saya yang menanyakan," ungkapnya. Namun sayang, kata dia, YMKI selaku agen tunggal pemegang merek sepeda motor Yamaha tidak akan memasarkan versi nakedbike dari Yamaha R1 tersebut.
"Kita dari dulu memang tidak melakukan impor CBU. Jadi kalau yang berminat kita alihkan untuk membeli kepada pihak IU (Importir Umum)," sebut dia.

Sayangnya, Paulus tidak mau merinci berapa banyak konsumen yang berminat terhadap FZ1 dan berapa kisaran harga dari moge (motor gede) asal Jepang itu ketika masuk ke Indonesia.

"Ada lah beberapa orang konsumen loyal kita, tapi berapa orang saya juga kurang ingat," kekeh Paulus.

Jumat, 05 November 2010

Banjir Moge di JMCS 2010

Jakarta, 5 November 2010 - Selain memamerkan motor-motor baru gelaran Jakarta Motorcycle Show (JMCS) 2010 juga jadi ajang pamer motor-motor gede (moge).

Hampir seluruh peserta pameran yang dihelat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan pada 3-7 November 2010 itu menampilkan motor-motor CBU yang selama ini banyak beredar di Eropa maupun Amerika Serikat (AS).

Pada booth Yamaha misalnya, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) memajang skutik bongsor T-Max dan moge Yamaha R1. Motor sport full fairing ini menggunakan mesin berkapasitas 1.000 cc dengan 4 silinder segaris dengan sistem drive by wire sehingga asupan BBM makin terkontrol.
Persis di seberang booth Yamaha, maka ada PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) yang menampilkan deretan moge-moge andal besutan Suzuki. Misalnya saja GSXR600, GSXR750, dan Suzuki Gladius yang merupakan motor bergaya street fighter lansiran pabrikan Jepang itu yang sudah termashur.

Disamping booth Yamaha, pengunjung JMCS 2010 juga akan disuguhkan beberapa moge Honda dari PT Astra Honda Motor (AHM), diantaranya CB1000R. Menggunakan jeroan berkapasitas silinder 998, 4 tak, DOHC dengan liquid cooled Honda CB1000R sanggup menghasilkan tenaga puncak hingga 92 kW pada 10.000 rpm dengan torsi 99 Nm.

Bila melangkah lebih masuk ke bagian dalam JCC Senayan Jakarta, maka pengunjung akan mendapatkan Kawasaki yang memajang keluarga Ninja 600 cc. Ada tiga moge Kawasaki di JMCS 2010 ini, ZX6R, ER6-F, dan ER6-N. Ketiga motor itu tampil dengan gayanya sendiri-sendiri mulai dari full fairing hingga street fighter.

Meski tak dipasarkans ecara umum oleh para agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor, namun kehadiran moge-moge itu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung JMCS 2010.