Tampilkan postingan dengan label Spesifikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spesifikasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Oktober 2011

Komparasi Fitur Bebek 125cc, Bertarung Lewat Fitur Unggulan

 

Bikers Indonesia™. 10 Oktober 2011 - Tak sedikit konsumen menjatuhkan pilihannya ke bebek 125cc. Bikers Indonesia™ coba suguhkan apa yang bisa sobat dapat dari tiap bebek 125cc yang terbaru dan beredar di Tanah Air. Pilihannya, ada empat merek. Yaitu; Honda Supra X 125 Helm In, Kawasaki Athlete 125, Suzuki Shogun Axelo 125 dan TVS Rockz.

So, setelah sobat cermati semua bedah spek dan fitur yang ditawarkan, barulah sobat pilih pacuan mana yang ingin diboyong. Bikers Indonesia™ hanya ingin sobat memiliki sudut pandang sendiri dalam melihat sesuatu yang ditawarkan oleh tiap varian.



Bagasi Dan Tangki

Di antara keempat varian ini, Honda Supra X125 Helm In menawarkan bagasi paling besar. Yaitu, dengan volume 19,5 liter. Sehingga, bisa muat helm full face. Sedang varian lain, rata-rata bermain di angka 4,5 liter. Tapi untuk Axelo, 7 liter. Maka itu, untuk membawa satu helm lebih, tentu tak muat di bagasi. Yap, kudu bawa tas helm.

Tangki bahan bakar yang dimiliki Ahlete juga tergolong besar. Yaitu, 5,2 liter. Mungkin karena tangki berada di bagian underbone alias rangka tengah. Bukan di bawah jok pengendara. Maka itu, untuk tipe bebek, bermain di angka 4 literan. Kecuali, Supra X 125 Helm In yang usung 5,6 liter. So, selisih antara Athlete dan Supra X125 Helm In hanya 0,4 liter saja!

 

Engine

Supra X 125 Helm In, tawarkan bore x stroke, 52,4mm x 57,9mm. Rockz, 57mm x 48.8mm. Sedang Axelo, bermain di 53,5mm x 55,2mm. Terakhir, Athlete yang suguhkan diameter piston 56mm x langkah piston 50,6mm. Meski berbeda ukuran, tapi jumlah isi silinder keseluruhan varian tidak lebih dari 125cc.

Masin-masing varian punya karakter beda. Ada yang umbar perfoma di putaran atas, ada juga yang sejak putaran bawah. Buat sobat yang suka kopling manual, dua varian menyediakan pilihan. Yaitu, Shogun Axelo tipe R dan TVS Rockz. So, buat bantu akselerasi awal jadi lebih sip.

Fitur Pendukung Lain

Athlete menawarkan kelebihan di peredam kejut belakang. Yaitu, lewat suspensi monosok. Sedang Rockz, tawarkan i-ride alias intelegent riding. Lewat peran fitur ini, sobat bisa diajak berkendara efisien dalam penghematan bahan bakar.


Lalu, di Rockz juga terdapat fitur MP3 buat sobat yang ingin mendengarkan lagu. Masih ada lagi, yaitu charger untuk handphone (HP). Tak tertinggal, suspensi belakang Rockz juga aplikasi tipe tabung gas.

Supra X125 Helm In, banyak unggulkan fitur di bagasi dan tangki. Juga, beberapa teknologi part di engine. Begitu juga Axelo 125. Tak banyak fitur menonjol.

Rem Belakang

Tiga dari empat varian, mengadopsi tipe rem cakram buat menghentikan laju roda bagian belakang. Nah, yang tidak, Rockz 125. Bebek Hindustan ini masih tetap pakai rem tipe teromol. Tapi, dari hasil pengetesan yang dilakukan Bikers Indonesia, meski Rockz pakai rem teromol, performa yang diberikan cukup pakem. Malah, terasa terlalu pakem.  


Lalu buat Shogun Axelo, ada juga pilihan rem belakang yang masih versi teromol juga. Ya, versi biasa dari Axelo. Maka itu, pengaruh dengan harga jual yang ditawarkan lebih rendah dari versi lainnya.

Harga Jual

Dengan tiap keunggulan yang diusung, harga jual yang ditawarkan setiap motor juga berbeda. Honda Supra X 125 Helm In dijual di pasaran Jabodetabek dengan harga jual Rp 15,6 juta. Lalu, TVS Rockz yang ingin jajal tarung dengan bebek Jepang dijual Rp 12.990.000 alias Rp 13 juta kurang Rp 10 ribu.

Kawasaki Athlete 125, dengan gaya ayam jago ditawarkan Rp 15.250.000 juta. Terakhir, Suzuki Shogun Axelo 125 punya tiga pilihan harga. Yaitu; Axelo tipe R dijual Rp 15.185.000. Tipe S, Rp 14.815.000 dan tipe biasa Rp 13.935.000.

Kamis, 07 Juli 2011

Ninja 250R 'Pukul' Balik CBR250R

Bikers Indonesia. 7 Juli 2011 - Setelah beberapa bulan dipukul oleh Honda CBR250R, Kawasaki Ninja 250R bangkit. Dalam data penjualan bulanan Ninja 250R pun berhasil merebut mahkota raja motor sport 250 cc.

Dalam data penjualan bulan Juni dari Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), Kamis (7/7/2011) tampak Ninja 250R menunjukkan dominasinya.
 
Di bulan keenam 2011 tersebut, Honda CBR250R hanya berhasil terjual 967 unit. Sementara Kawasaki Ninja 250R berhasil merengsek naik dengan penjualan sebesar 1.250 unit di bulan Juni lalu.

Dengan begitu, Ninja 250R pun kembali menjadi raja motor sport kelas 250 cc. Di bulan Mei, Kawasaki Ninja 250R juga berhasil melepas 884 unit, lebih tinggi dari penjualan Honda CBR250R di bulan itu yang hanya 639 unit saja.

Pukulan yang diberikan oleh Kawasaki Ninja 250R sendiri sebenarnya membalas pukulan yang diberikan CBR250R di awal kemunculannya.

Seperti diketahui, pada awal kemunculannya, Honda CBR250R memang sukses merebut pasar pecinta motor sport berfairing yang sekian lama di pegang sendirian oleh Kawasaki Ninja 250R.

Di bulan Maret dan April, Honda CBR 250R masing-masing terjual sebanyak 1.167 unit dan 979 unit. Sementara Kawasaki Ninja 250R ketika itu harus puas menjadi nomor dua dengan penjualan masing-masing 1.002 unit dan 953 unit saja.

Selain membukukan penjualan bulanan yang lebih baik, Kawasaki Ninja 250R tercatat juga masih merupakan motor sport 250 cc dengan penjualan terbesar di tahun 2011 ini.

secara total, dalam semester pertama 2011, Kawasaki Ninja 250R berhasil terjual sebanyak 6.714 unit, jauh lebih tinggi dari penjualan Honda CBR 250R yang tercatat sebesar 4.016 unit.

Tapi sebagai catatan, penjualan yang dicatat Honda CBR250R tahun ini ini baru dimulai pada minggu terakhir bulan Februari, sedangkan Kawasaki sudah mencatatkan penjualan Ninja 250R sejak awal tahun.

Rabu, 06 Juli 2011

Spesifikasi CBR 150R VS Ninja 150RR Beda Banget

 

Bikers Indonesia. 6 Juli 2011 - CBR 150R akhirnya resmi dilepas dengan harga Rp. 33 Juta ( on the road Jakarta ) artinya harga ini langsung membuat motor sport fairing Honda ini head to head dengan Kawasaki Ninja 150RR. Motor kencang pabrikan "Ijo" ini juga dilepas dengan harga yang sama!

Banyak yang memprediksi, bakal banyak yang beralih ke CBR 150R. Tapi, Bikers Indonesia yakin kok keduanya enggak akan saling mengganggu secara penjualan. Hal ini diperkuat dengan opini salah satu petinggi Honda saat launching CBR 150R beberapa waktu lalu. 


"Kami berharap CBR 150R dan kompetitor tidak saling makan, tapi harapannya market di segmen sport premium makin membesar," ungkap Johanes Loman, Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor (AHM).
Mesin Ninja 150RR Lebih Ganas dan CBR 150R Memanjakan Fitur dan Desain 

Masalahnya kedunya punya spesifikasi dan menawarkan kenikmatan berkendara yang berbeda. Yuk kita intip spesifikasi dan teknologinya. Mulai dari mesin, sudah sangat berbeda. CBR 150R mengusung mesin 4-tak, sedang Ninja 150RR setia dengan mesin 2-tak.

Soal tenaga, pasti mesin 2 langkah lebih baik. Dari data spesifikasi yang dikeluarkan Kawasaki, tenaga Ninja 150RR mencapai 22,1 KW atau setara 31 Dk di 10.500 rpm. Sedang CBR 150R hanya 13,1 KW atau 17,8 Dk di putaran mesin yang sama.

Ninja 150R lebih unggul karena mesin 150cc-nya sudah dijejali teknologi canggih untuk ukuran mesin 2-tak. Misalnya, aplikasi Super KIPS (Kawasaki Integrated Powervalve System). Perangkat ini mengendalikan katup pada exhaust port. Sedang inhaust port-nya sudah dilengkapi reed valve.

Saat putaran tinggi katup Super KIPS ini terbuka agar mesin lebih responsif, tapi diputaran rendah katup menutup mengurangi terbuangnya campuran sisa pembakaran sehingga emisinya tetap rendah. Asiknya, blok silinder Ninja 150RR juga mengusung teknologi Super Electrofussion Cylinder yang lebih minim gesekan sekaligus kuat.

Ninja 150RR juga sudah dilengkapi alat penekan emisi agar mesin 2-tak-nya ramah lingkungan. Di knalpotnya ada catalytic converter hingga dua sekat, Kawasaki juga menambahkan secondary air system. Hasilnya standar emisi Euro 2 bisa terlewati.


Kalau Ninja 150RR paling canggih di kelas motor sport 150cc 2-tak, CBR 150R boleh dibilang paling canggih dikelas 150cc 4-tak. Pasalnya hingga saat ini tidak ada lagi motor sport 150cc 4-tak yang dijual di Indonesia, yang mengadopsi teknologi DOHC, 4 klep, radiator dan injeksi bahan bakar PGM-Fi.

Apalagi injeksi bahan bakarnya sudah generasi tiga, dilengkapi dengan 9 contact point di magnet sebagai indentifikasi posisi piston untuk melakukan adjust pengapian sesuai putaran mesin. Injeksi ini juga dilengkapi dengan O2 sensor untuk menjaga pembakaran tetap sempurna dan menghasilkan emisi rendah.

Soal emisi, CBR 150RR pasti lebih baik dari Ninja 150RR. Konsumsi bahan bakarnya juga tentunya motor 4 langkah lebih hemat.  Bicara fitur seperti panel speedometer digital, CBR 150R juga lebih unggul dari Ninja 150R yang masih pakai analog. Soal desain pun, CBR 150R lebih segar dan sedap dipandang. Desain fairingnya enggak datar-datar seperti Ninja 150R.

Soal pilihan? Konsumen bisa memilih mau unggul performa, atau unggul teknologi terkini dan desain terbaru.

Spesifikasi CBR 150R
 
Tipe mesin : CS150RE, Liquid-Cooled, 4-Stroke, DOHC, Single Cylinder
Diameter x langkah : 63.5 x 47.2
Volume langkah : 149.4
Perbandingan Kompresi : 11.0 : 1
Daya Maksimum : 13.1 kW/ 10,500 rpm
Torsi Maksimum : 12.66 Nm/ 8,500 rpm
Kapasitas Minyak Pelumas Mesin : 1.0 litre (Periodic Replacement)
Kopling Otomatis : Wet Multiplate with Coil Springs
Gigi Transmsi : Constant Mesh 6-Speed
Pola Pengoperan Gigi : 1 - N - 2 - 3 - 4 - 5 - 6
Starter : Self Starter
Sistem Pengapian : Full Transisterized
Panjang X lebar X tinggi : 1,977 x 701 x 1,130 mm
Jarak Sumbu Roda : 1310 mm
Jarak terendah ke tanah : 190 mm
Berat kosong : 138 kg
Tipe rangka : Twin Tube Diamond
Tipe suspensi depan : Telescopic
Tipe suspensi belakang : Mono Suspension
Ukuran ban depan : 100/80 - 17M/C 52P
Ukuran ban belakang : 130/70 - 17M/C 62P
Rem depan : Hydraulic Disc, Double Pot
Rem belakang : Hydraulic Disc, Single Pot
Kapasitas tangki bahan bakar : 13.1

Spesifikasi Ninja 150RR
 
Tipe Mesin : 2 Langkah, Crankcase Reed Valve, KIPS, RIS
Diameter x Langkah : 59.0 x 54,4 mm
Jumlah & Isi Silinder : Satu Buah & 148 cc
Perbandingan Kompresi : 6,8 : 1
Daya Maksimum : 22,1 KW / 10.500 rpm
Torsi Maksimum : 21,6NM /9000 rpm
Karburator : Mikuni VM 28
Sistem starter : Kick starter
Jumlah Transmisi : 6 Tingkat Kecepatan, constant mesh, return shift
Tipe Sistem Reduksi Primer : Gear
Kopling : Wet Multi Disk
Tipe Sistem Final Drive : Chain drive
Sistem Pelumasan : Oil Injection
Sistem Pendinginan : Pendinginan dengan air/Radiator
Kapasitas Oli Samping : 1 Liter
Kapasitas Pelumas Transmisi : 0,87 Liter
Kapasitas Tangki Bahan Bakar :    10,8 Liter
Panjang x Lebar x Tinggi : 1.975 x 710 x 1.090 mm
Jarak Sumbu Roda : 1.305 mm
Jarak Terendah ke Tanah : 145 mm
Tinggi Tempat Duduk : 780 mm
Berat Kosong : 124,5 Kg
Suspensi Depan : Teleskopik
Suspensi Belakang : Monoshock suspension
Ukuran Ban Depan : 90/90 - 17" 49S
Ukuran Ban Belakang : 110/80 - 17" 57S
Rem Depan : Cakram Twin Pot
Rem Belakang : Cakram Twin Pot

Jumat, 04 Februari 2011

Yamaha X-city 125, Pesaing Honda PCX 125

Bikers Indonesia. Jakarta, 5 Februari 2011 - Jika Honda memiliki skutik berbodi bongsor PCX 125,, sebenarnya Yamaha juga punya tandingannya. Diberi nama Yamaha X-City 125, skutik yang satu ini disiapkan untuk lalu lintas kota. Dikalim mudah dikendarai, lincah juga irit bahan bakar. Ini merupakan semua poin yang dikumpulkan dalam konsep Yamaha X-City 125, skutik bermesin 125 cc dengan pasokan bahan bakar injeksi. 

Tetapi, hal tersebut sudah bisa diberikan tiap pabrikan motor untuk skutik-skutiknya. Yamaha, menambahkan hal lain, yaitu kemudahan berkendara, lewat diameter lingkar rodanya. Nah, seperti apa sih? 

Posisi jok senyaman skutik pada umumnya (kiri). Windshield bisa disetel sesuai pengendara (kanan)

Dengan kombinasi diameter pelek 16 inci di depan dan 15 inci di belakang, diklaim akan memberikan pengendalian lebih mudah di padatnya lalu lintas kota. Ini berkaitan dengan kenyamanan pengendaraan, ketika melewati permukaan jalan kurang baik, serta bantingan dari permukaan jalan pun akan lebih baik dengan menggunakan diameter roda lebih besar. 

Memang, roda lebih besar, tetapi posisi duduk ala skutik tetap dipertahankan dengan ketinggian jok yang rendah. Ini memberikan kemudahan bagi siapa pun untuk menunggangnya. Seperti windshield pun bisa disetel ketinggiannya, mengikuti kebutuhan siapa yang ada di balik setang. 

Kapasitas bagasi besar pas untuk helm dan barang (kiri). Roda depan besar dan rem cakram menjamin kenyamanan (kanan)
Pengendalian mudah ini sangat mendukung ketika Yamaha X-City digunakan dalam kecepatan rendah, tak seperti skutik dengan roda berdiameter kecil, ia masih lebih mudah digunakan kala berjalan pelan. Apalagi, konsumsi bahan bakar pun bisa lebih irit ketika melaju perlahan. 

Didukung oleh pasokan bahan bakar injeksi pada mesin 4 langkah 125 cc berpendingin airnya. Kebutuhan di kaum urban pun terpuasi dengan kapasitas bagasi yang besar, serta jok yang cukup lebar untuk digunakan berboncengan sekali pun.Tampaknya, Yamaha X-City sebuah pilihan menarik untuk para komuter di padatnya lalu lintas kota. 

 

Keren mana sama Honda PCX 125?

Dimensi ( p x l x ) : 2.175 x 785 x 1.475 mm 
Tinggi jok : 790 mm 
Wheelbase : 1.455 mm 
Mesin : 124,7 cc, silinder tunggal, 4 langkah, berpendingin air        
Diameter x langkah : 52,0 mm x 58,6 mm 
Rasio kompresi : 11,2 : 1 
Tenaga maksimum : 14,4 dk/8.750 rpm 
Torsi maksimum : 11.7 Nm/8.750 rpm 
Sistem bahan bakar : Injeksi 
Transmisi : CVT 
Suspensi depan : Teleskopik 
Suspensi belakang : Swing unit 
Rem depan : Cakram 
Rem belakang : Cakram 
Ban depan : 120/70-16 
Ban belakang : 140/70-15 

Rabu, 02 Februari 2011

Komparasi Yamaha New Jupiter MX Manual Clutch vs Automatic Clutch

Bikers Indonesia. Jakarta, 2 Februari 2011 - Sebelumnya, redaksi sudah menjajal Jupiter MX Manual Clutch dalam sesi test ride. Hasilnya, dua jempol untuk bebek sport Yamaha ini!

Tapi bagaimana dengan sang adik? New Jupiter MX masih punya satu varian lagi, yaitu versi tanpa kopling manual. Penasaran seperti apa bedanya? Yuk gas pol!

Desain

Secara desain tak ada yang berbeda. Keduanya sama-sama pakai baju baru. Lampu sein, cover body depan, spatbor hingga sayap semuanya baru. Keduanya juga sudah dilengkapi dengan spatbor kolong di roda belakang.

Bedanya hanya pelek belakang. Pada New Jupiter MX manual clutch sudah dimenggunakan pelek dengan lebar 2.5 inci dikawal ban 100/80, sedang versi automatic clutch hanya pakai pelek 1.60 inci dan ban 80/90.


Selain itu pemilihan striping dan warna kaki-kaki juga jadi pembeda. Pada New Jupiter MX manual clutch, swing arm, tabung sokbraker depan beberapa part kecil seperti foot step dilabur warna hitam, sedang New Jupiter MX automatic clutch pakai warna silver. 

Fitur dan Teknologi
Semua fiturnya hampi tak ada bedanya. Panel speedometer hingga fungsi semua tombol di stang sama saja. Begitu juga dengan kapasitas boks bagasi di bawah jok sama sempitnya.

Perbedaan paling mencolok diantara keduanya ada pada transmisi. Meski menggunakan mesin dengan platform yang sama, tapi konstruksi mekanisme gigi transmisi dan bentuk crankcase-nya berbeda.


Pada New Jupiter MX tanpa kopling manual, transmisinya tidak ada yang berbeda bila dibandingkan dengan Jupiter MX versi terdahulu. Masih 4 percepatan dengan sistem rotari (N-1-2-3-4-N).


Sedang pada New Jupiter MX manual clutch, sudah mengadopsi transmisi 5 kecepatan. Transmisi ini serupa dengan yang dipakai Yamaha Vixion. Perpindahan gigi pun jadi seperti motor sport, satu ke bawah, dua seterusnya ke atas.


Perubahan transmisi mengharuskan penambahan penguat pada sasis, khususnya di area engine mounting. Penguat ini diperlukan untuk menghilangkan getaran.


Perbedaan lainnya ada pada aplikasi disk brake belakang khusus untuk New Jupiter MX versi manual clutch. Buat yang automatic clutch tetap pakai teromol. 

 

Performa
Di atas kertas, Yamaha menunjukan adanya perbedaan power dan torsi kedua sepeda motor ini. New Jupiter MX Manual Clutch powernya  12,34 dk sedang versi non kopling manual hanya 12,14 dk di putaran mesin yang sama, 8500rpm.

Padahal mesin yang dipakai tetap sama. Sama-sama 4 tak SOHC, 4 Valve, beradiator. Kapasitas mesinnya tetap 134,4cc dengan piston 54mm dan langkah 58,5mm.

Lalu apa bedanya? Yang pasti penggunaan karburator vakum pada New Jupiter MX Manual Clutch ada pengaruhnya. Varian ini sudah pakai Mikuni BS25 yang dilengkapi TPS (throttle position sensor).

Keunggulan New Jupiter MX Manual Clutch tidak hanya diatas kertas, dipakai dijalanan pun terasa lebih responsif. Lima giginya yang berkarakter "pendek-pendek" membuatnya lebih agresif tapi tetap halus. 

Cuma sayangnya, gigi 5-nya terasa terlalu panjang. Bahkan untuk mencapai top speed 120 km/jam butuh lintasan lurus yang sangat panjang. Makanya gigi 5-nya hampir tak pernah di pakai, lebih asik pakai gigi 4.

Sedang New Jupiter MX automatic clutch, sama persis seperti versi sebelumnya. Perpindahan giginya terasa lebih panjang, dan sayangnya masih sering susah masuk gigi ketika putaran mesin terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Tapi, untuk mencapai kecepatan 120 km/jam, rasanya lebih cepat versi automatic clutch ketimbang yang manual clutch. Sepertinya karena gigi 5 pada New Jupiter MX manual clutch terlalu panjang. Tapi diputaran bawah, lebih asik bawa manual clutch. 


 Handling
Sama saja, keduanya sama lincahnya. Tapi untuk menikung rebah, pelek kecil dengan ban berprofil mendonat pada New Jupiter MX automatic clutch lebih nyaman. Tidak terasa gejala ban belakang bergeser karena profil ban yang terlalu tipis.

Namun ketika bicara stabil, pelek belakang lebar pada New Jupiter MX manual clutch memang bikin percaya diri. Seimbang lah, masing-masing punya keunggulan soal handling.


Sedang pengeremannya, rem belakang versi teromol malah terkadang terasa terlalu pakem hingga mengunci. Sedang yang disk brake justru mampu mendistribusikan kekuatan pengereman yang lebih baik sesuai porsinya membantu rem depan. 

Konsumsi bahan bakar
Nah, untuk membuktikannya, kedua bebek ini diajak berjalan bersamaan dengan rute kombinasi (macet dan lengang) yang sama. Kecepatannya pun disepakati tidak lebih dari 80 km/jam.
 
Hasilnya, New Jupiter MX manual clutch mampu berjalan 45,9 kilometer dengan 1 liter pertamax. Sedang versi New Jupiter MX automatic clutch dapat menempuh 48 kilometer dengan satu liter pertamax. Tetap hemat!


Harga
Sudah tahu kan perbedaan diantara keduanya, jadi wajar bila New Jupiter MX manual clutch dijual lebih mahal yaitu Rp. 16.4 juta (On The Road Jakarta) sedang yang automatic clutch dilepas Rp. 15,7 juta.

Rabu, 24 November 2010

Ini Dia Spesifikasi Lengkap New Jupiter MX

Sentul, 25 November 2010 - Seperti yang telah direncanakan sebelumnya PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) hari ini mengungkapkan keseluruhan mengenai kekuatan bebek sporty Yamaha New Jupiter MX.

Manager Technical Support Service Division YMKI, Muhamad Abidin mengungkapkan New Jupiter MX memiliki kapasitas mesin 134,4 cc 4-tak SOHC liquid qooled.

Melalui mesin yang mirip dengan generasi Jupiter MX sebelumnya ini bebek berlambang garputala tersebut mampu menghasilkan tenaga hingga 12,52 PS pada 8.500 rpm dengan torsi 12,14 Nm di 6.000 rpm.
Meski kapasitas silinder mesin masih sama dengan Jupiter MX terdahulu namun generasi MX terbaru ini telah dibekali teknologi diasil cylinder, forget piston, throttle position sensor serta air induction system.

Abidin mengungkapkan teknologi ini ada pada Yamaha V-ixion.
Ada dua tipe yang ditawarkan YMKI untuk New Jupiter MX, yaitu kopling manual dan auto.

Untuk Jupiter MX berkopling manual menggunakan tipe kopling basah manual multiplat 5-speed. Namun untuk yang auto clutch menggunakan kopling basah sentrifugal multiplat 4-speed.

Selain itu untuk yang kopling manual dibekali sistem pengereman cakram di roda depan dan belakang berukuran 70/90-17 serta 100/70-17. Sementara Jupiter MX auto clutch hanya memiliki rem cakram di roda depan. Sistem pengereman ini mengapit roda berukuran 70/90-17 pada roda depan dan 80/90-17 pada roda belakang.

Untuk kaki-kaki kedua tipe sama-sama tetap menggunakan suspensi depan model teleskopik dan lengan ayun monocross

Selasa, 02 November 2010

Harga CBR 250R Beda Tipis dengan Ninja 250R?

Jakarta, 2 November 2010 - Setelah resmi muncul di Thailand beberapa waktu lalu, Honda CBR 250R juga dipastikan bakal hadir di dalam negeri.

Dan ajang Jakarta Motorcycle Show (JMCS) 2010 merupakan debut perdana untuk motor sport 250 cc itu di Jakarta sebelum resmi dipasarkan awal tahun depan.

Nah, yang jadi pertanyaan sekarang berapa PT Astra Honda Motor (AHM) bakal membanderol pesaing Kawasaki Ninja 250R itu. Harganya kemungkinan beda tipis dengan Ninja 250R.Selasa (2/11/2010).

Pihak yang tidak ingin namanya dicantumkan itu menyebut, jika saat ini Kawasaki Ninja 250R dilepas Rp46 jutaan, maka Honda CBR 250R bakal ada di kisaran Rp48 jutaan. Paling beda Rp2 jutaan dari Ninja 250R, tidak mungkin lebih dari Rp50 juta lah.
Namun lagi-lagi, kata dia, semua patokan harga untuk CBR 250R memang belum dibocorkan para petinggi AHM. Jadi semua masih digodok oleh tim marketing.

Masih dari sumber yang sama, CBR 250R yang akan dipasarkan di dalam negeri dipastikan bakal memiliki spesifikasi yang sama persis dengan yang diluncurkan di Thailand akhir Oktober lalu.

Semua spesifikasinya sama, mesin tetap pakai PGM-FI, tapi untuk yang ada ABS masih dipertimbangkan apakah akan kita pasarkan juga di sini atau tidak.

Jadi dengan harga hanya terpaut sedikit dengan Ninja 250R, maka AHM kata dia, optimis CBR 250R akan membawa angin segar untuk penjualan motor sport Honda di Indonesia.