Kamis, 16 Desember 2010
Aprilia RS4 125 Juga Bakal Diboyong ke Dalam Negeri
Aprilia menamakan RS125 bermesin 4-tak sebagai RS4 125. Mesinnya tak kalah garang dibanding saudara tuanya.
Aprilia RSV4 R Masuk Indonesia Februari 2011
Jakarta, 17 Desember 2010 - Pasar sepeda motor ber-cc besar bakal kedatangan tamu baru, pasalnya PT Sentra Kreasi Niaga (SKN) selaku jaringan penjualan Aprilia di Indonesia akan memasarkan RSV4 R.
Hal ini dikemukakan Direktur SKN Nugroho Tjandrakusuma, Jakarta, Kamis (16/12/2010).
Nugroho menuturkan RSV4 R akan masuk ke indonesia awal tahun depan. "Nanti kita akan perkenalkan Februari 2011," jelas dia kepada sejumlah wartawan.
Sesuai dengan namanya, Aprilia RSV4 R menyandnag mesin empat silinder berkapasitas 999.6 cc dengan keluaran tenaga mencapai 180 hp pada 12.500 rpm. Sementara torsi puncaknya bisa menembus 85 lb-ft di 10.000 rpm.
Sebenarnya ada dua varian dari RSV4 ini, satu tipe R dna satu lagi tipe Factory. Nugroho menyebutkan SKN hanya tertarik memboyong yang tipe R bukan Factory. Alasannya motor ini lebih pas digunakan di jalan raya.
Ia mengungkapkan meskipun memiliki sasis, desain, dan jeroan yang sama, RSV4 R dan RSV4 Factory ternyata memiliki sejumlah perbedaan terutaam di bagian suspensi. Bila di RSV4 Factory telah mengusung suspensi dari Ohlin, versi RSV4R hanya akan mengusung Showa. Kemudan beberapa bagian bodi RSV4 Factory juga sudah menggunakan bahan serat karbon yang tidak dimiliki RSV4 R.
Nah, untuk yang penasaran ingin segera memboyong superbike Italia ini, maka harus siapkan kocek Rp400 jutaan.
Tertarik?
Theerapong Sangthong: Tim Indonesia, Sangat Cepat dan Kompak
Aksi hebat rider-rider Indonesia juga diakui Theerapong Sangthong, manajer kontingen tim Thailand. “Mereka sangat cepat dan kompak. Itulah yang membuat Indonesia selalu diunggulkan di kompetisi ini. Saya tahu pebalap macam Hokky, Florianus dan lainnya. Saya pikir dia rider senior, yang akan menyulitkan pebalap kami masuk di pertahanan rider-rider
“Kami tahu Malaysia sebagai tuan rumah, akan kerja keras menciptakan prestasi, dan itu bakal menyulitkan kami, terlebih kekuatan tim Indonesia. Dari 7 tahun digelarnya acara ini, Indonesia tercatat 4 kali menjadi pemenangnya, dan Thailand 3 kali. Kompetisi tahun ini, terasa berat bagi kami untuk menjadi juara” paparnya lagi.
Untuk itu, Thailand cukup bermain realistis untuk menang. Masih menurut Theerapong, target utama yang timnya bidik justru di kelas Novice. Pasalnya Ia cukup faham kekuatan tim balap Indonesia yang turun di kelas Expert. “Jika main hitung-hitungan, realistisnya kami bidik di kelas Novice. Meski di kelas Expert, tetap kami bersemangat tinggi untuk menjuarainya. Sebab di kelas Expert, Indonesia menurunkan skuad berpengalaman dari tahun sebelumnya” ungkap Theerapong merendah.
Apa yang dikatakannya memang terbukti dilapangan. Di kelas Novice, Thailand sukses juara satu melalui Kannasoot Shitisena, diikuti oleh rider Indonesia, I Ketut Madiasta dan rider asal Filipina, John Emerson Inguito.
Sementara untuk kelas Expert, Indonesia mutlak meraih juara satu dan dua. Juara satu oleh Florianus Roy, juara dua oleh Ferlando Herdian. Sementara itu posisi ketiga diisi rider tuan rumah yaitu Sharil Izzuwan Md Noor. Indonesia” Jelasnya.
Indonesia Menang, Jadi Obat Kangen Para Perantau di Malaysia
Di saksikan sekitar 4000 penonton, partai final untuk mencari rider terbaik se-Asean ini cukup ramai. Sebagai tuan rumah, Malaysia jelas mengusung misi merebut piala bergilir dari tangan tim Yamaha Indonesia.
“Terus kebut Sharil, ayo…ayo salip !” seloroh penonton dari balik pagar pembatas, saat berlangsungnya final kelas Expert ke-dua.
Sorak ramai ketika salah satu rider mereka tampil apik, terus menggema. Tapi sebaliknya, jika rider Negara lain yang lagi “on” di depan, huh…, macam manaitu, curang kau, dan sederet umpatan lainnya. Wajar lah, kita pun begitu ya, ketika menyaksikan atlet nasional bertempur di hadapan sendiri. Nasionalisme yang muncul dalam bentuk teriakan-teriakan kecil.
Apa mau dikata, Indonesia yang tampil ngotot di kelas Expert, menempatkan 4 rider sekaligus di barisan depan. Tentu saja adegan ini, disambut meriah oleh beberapa puluh penonton, yang ternyata para perantau di negeri Jiran itu. Aksi mereka terbilang unik, pasalnya di tengah-tengah mayoritas penonton Malaysia. Wah…aksi nekad nih.
“Ayo…kalahkan yang lain, terus…terus maju” ketus penonton dari Indonesia, yang juga diikuti puluhan teman-temannya.
“Saya senang banget mas, Indonesia bisa menang di sini. Pokoknya bangga banget, kayaknya rasa kangen pulang kampung terobati setelah lihat ini” kata Daryono, perantau dari Kebumen, Jawa Tengah, yang juga diamini teman-temannya.
Kejadian ini persis, ketika dua pebalap Indonesia yaitu Feriando Herdian, rider asal Bengkulu mampu tampil maksimal di barisan paling depan hingga finish, diikuti Iswandi Muis di urutan kedua dan Sharil (Malysia) di posisi ke-tiga, saat kelas Expert berlangsung.
Rabu, 15 Desember 2010
6 Skuter Italia Siap Banjiri Tanah Air
Jakarta, 16 Desember 2010 - Para penggemar Piaggio dan Vespa boleh bersorak, mengingat enamproduk baru dari skuter Italia ini siap membanjiri pasar roda dua diTanah Air.
Hal tersebut diungkapkan Vice President Indonesia Business DevelopmentAsia 2 wheeler Piaggio&C.Spa Sergio Mosca kepada wartawan di HotelShangri-La, Jakarta, Kamis (16/12/2010).
Dia menyebutkan model-model terbaru itu merupakan generasi teranyar dariPiaggio LX, Piaggio LS, Liberty, dan Zip 100. "Ditambah kita punya duaproduk baru lagi khusus untuk pasar Asia," tuturnya. Keinginan menggelontorkan produk-produk anyar tahun depan menurut Moscaguna mencapai pasar yang lebih tinggi lagi di dalam negeri.
"Di Indonesia pasar sepeda motor tahun ini bisa mencapai 7 juta unit danIndonesia merupakan pasar motor ketiga terbesar di dunia, tapi hanya duapemain besar yang menguasai, yaitu Honda dan Yamaha, karena itu inipotensi bisnis yang besar bagi Piaggio," ungkapnya.
Sementara itu Direktur PT Sentra Kreasi Niaga (SKN) NugrohoTjandrakusuma menuturkan dua model terbaru dari Piaggio akan tetapmengusung konsep skuter.
"Motor ini khusus di kembangkan untuk pasar Asia mungkin mesinnya ada dikisaran 125cc - 150cc," terang Nugroho.
Cihuy, Motor-Motor Piaggio Bakal Makin Murah
Jakarta, 16 Desember 2010 - Kebaradaan pabrik Piaggio di Vietnam menjadi kabar bagus bagipenggemar skuter Italia tersebut di Indonesia.
Pasalnya jika motor-motor Piaggio dirakit di Vietnam mulai Juni 2011mendatang, otomatis ketika ke Indonesia harganya turun dengan persentaseyang cukup signifikan.
"Saya rasa turunnya akan cukup signifikan," tutur Office Manager PiaggioIndonesia Taufik Syamsurizal, ketika ditemui di Hotel Shangri-La,Jakarta, Kamis (16/12/2010).
Ia menjelaskan pembangunan pabrik di Vietnam otomatis memangkas pajakbea masuk motor-motor Piaggio dan Vespa jika dikirimkan ke Indonesia."Kalau dari Vietnam berarti bea masuk impornya nol persen karena adaperjanjian perdagangan bebas AFTA," tutur Taufik.
Hal ini tentu berbeda dengan yang selama ini terjadi pada produk-produkPiaggio yang masuk ke Indonesia langsung dari Italia dan dikenai pajakbarang mewah.
Kemudian Taufik juga menjelaskan keberadaan pabrik di Vietnam bisamemangkas biaya angkut motor Piaggio dibandingkan jika harus diambildari Italia. "Biayanya bisa setengah lebih murah karena lebih dekat,"sambungnya.
Karena itulah, meski mengaku belum ada hitung-ghitungan baru mengenaiharga Piaggio di Indonesia, namun menurut dia untuk Piaggio LX jika saatini harganya ada di kisaran Rp40 juta maka bisa turun jadi Rp20 jutaan.
"Ya kita harapkan minimal harganya sekelas motor-motor sport sepertiTiger lah," tukasnya. Produk-produk yang diimpor dari Vietnam itusendiri rencananya baru di jual di Indonesia mulai Juni-Juli 2011.
Grup Oto Bantu Korban Wasior, Mentawai & Merapi
Jakarta, 15 Desember 2010 - Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap masalah sekitar, Oto Group menyumbangkan dana sebanyak Rp108.525.308 untuk membantu meringankan beban korban bencana alam di Wasior, Mentawai dan Gunung Merapi.
Sumbangan yang diberikan Koperasi Karyawan OTO Group itu merupakan kelanjutan dari penyerahan beberapa sumbangan yang telah diberikan sebelumnya.
Seperti sumbangan sebesar Rp200 juta yang sebelumnya juga telah diserahkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat. Ada juga sumbangan berupa 5 unit sepeda motor untuk PMI Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan 5 unit sepeda motor untuk PMI Provinsi Sumatera Barat di Padang.
“Kami memandang PMI sebagai lembaga independen yang kredibel, memiliki tenaga ahli yang terlatih, memiliki jaringan organisasi yang baik dari pusat hingga di lokasi bencana, serta memiliki infrastruktur yang memadai,” beber HR & GA Group Head OTO Group, Nugroho Triko yang mendasari alasan OTO Group lebih percaya kepada PMI.
Dengan demikian, total sumbangan yang disampaikan OTO Group kepada PMI sepanjang tahun ini sudah mencapai angka Rp. 300 juta. Ditambah dengan sumbangan sepeda motor berjumlah 10 unit.
Langganan:
Komentar (Atom)