Kamis, 06 Januari 2011

2013, Suzuki Gencar 'Serbu' Motor Injeksi

Surabaya, 6 Januari 2011 - Jika beberapa kompetitornya mulai coba gencar menawarkan motor berteknologi fuel injection, maka tidak dengan Suzuki.


PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) selaku produsen sepeda motor Suzuki memilih untuk menahan gelontoran produk-produk berteknologi injeksi hingga 2013 mendatang.



Hal ini diungkapkan Assistant Dept. Head Marketing Planing 2W SIS Yohei Shinozaki. Menurutnya
Suzuki bakal menggelontorkan motor-motor bersistem fuel injection pada 2013 mendatang. Sementara itu Deputy General manager Marketing 2W SIS Joko Utomo menjelaskan, alasan utamanya Suzuki menahan kehadiran motor-motor injeksi saat ini akibat terkait harga. 


Ia mengungkapkan, tingginya teknologi fuel injection yang berakibat terkereknya harga jual motor jenis itu menyebabkan produk sulit diterima pasar dengan luas.


Hal ini tambah Joko, berbeda perlakuannya ketika diterapkan pada motor sport. Sebab pada umumnya konsumen motor sport tak lagi terlalu sensitif dengan harga jual tapi telah melihat teknologi yang ada pada motor itu sendiri.


Selain harga, keengganan Suzuki melansir motor-motor fuel injection juga akibat kualitas bahan bakar di Indonesia yang kurang memadai.



Oleh sebab itu SIS tambah Joko memutuskan pada generasi Suzuki Axelo tidak ada varian yang dibekali sistem fuel injection sebagaimana yang ada pada generasi Suzuki Shogun sebelumnya.


Meski demikian soal emisi gas buang dan tingkat keiritan konsumsi bahan bakar Suzuki menyiapkan racikan khusus pada CDI Axelo agar tenaga yang dihasilkan tetap mumpuni tapi emisi gas buangs erta konsumsi bahan bakar bisa ditekan.

Suzuki Axelo Pas untuk Balapan dan Sehari-Hari

Surabaya, 6 Januari 2010 - Shogun mungkin merupakan unit line up Suzuki yang yang cukup melegenda. Muncul pertama kali pada 1995 sebagai bebek 4-tak pertama Suzuki dengan mesin 110 cc, maka mulai 2004 Suzuki merombak jeroan Shogun menjadi 125 cc.

Kini generasi terbaru Shogun muncul dengan sebutan Suzuki Axelo. Posisinya yang terapit antara Titan 115 dan Satria FU membuat PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) punya cara jitu menciptakan karakteristik dari Axelo.

"Kalau Titan untuk yang benar-benar membutuhkan alat transportasi sehari-hari baik di kota maupun pedesaan, sementara Satria untuk yang gemar motor kencang, maka Axelo gabungan dari itu," jelas Deputy General Manager Marketing 2W SIS Joko Utomo.

Menurut dia, Axelo pas untuk digunakan mereka ynag biasa sehari-hari bekerja di perkotaan menggunakan sepeda motor, tapi juga senang dengan motor yang bertenaga.

Axelo katanya, nanti akan menjadi motor bertenaga yang mirip dengan Satria FU. "Kita memang sengaja ciptakan motor dengan konsepnya racing tapi dibawah Satria," tambahnya.

Karena itulah pada peluncuran Suzuki Axelo 28 Januari 2011 mendatang kemudian disusul serentak di 10 kota besar di Indonesia, SIS membuatnya dalam konsep fun race.

Nanti saat peluncuran SIS akan persilahkan siapa saja yang ingin merasakan Suzuki Axelo, dengan membuat semacam mini sirkuit dan mereka akan melakukan fun race. Baru setelah itu Axelo akan di masukkan untuk balap resmi, bisa lewat pembuatan OMR (One Make Race) maupun masuk ke ajang-ajang balap seperti motoprix atau indoprix.

Arti 'Axelo' Bagi Suzuki

Surabaya, 6 Januari 2011 - Ada yang unik dengan nama bebek 4-tak terbaru dari Suzuki. Pabrikan sepeda motor berlambang "S" itu menggunakan kata "Axelo". Apa artinya?

Bila menilik generasi terbaru roda dua Suzuki ini, sebelumnya PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menggunakan julukan "Shogun". Tapi kini ada tambahan nama "Axelo".

"Axelo berasal dari paduan kata Axel dan Lo," ujar Deputy General Manager Marketing 2W SIS Joko Utomo dalam sambutannya di Sirkuit Kenjeran.


Axel, sebut Joko berarti "akselerasi". Sementara Lo diambil dari kata "Low Emision dan Low Fuel Consumtion". "Artinya Suzuki Axelo merupakan perpaduan antara responsifitas, kadar emisi yang rendah, dan konsumsi BBM yang minim," tambah Joko.


SIS berencana meluncurkan secara resmi bebek 125 cc 4-tak dengan CDI dan engine balancer ini pada 28 Januari 2011.

Rencananya ada tiga varian Suzuki Axelo yang bakal dirilis yang masing-masing dibanderol Rp13,8 juta, Rp14,7 juta dan Rp15 juta. Semuanya merupakan harga on the road Jakarta.

Selasa, 04 Januari 2011

Suzuki Axelo Dilepas Mulai Rp13,8 Juta

Surabaya 5 Januari 2011 - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memastikan bebek terbaru Suzuki Shogun Axelo bakal resmi diluncurkan 28 Januari 2011 mendatangdengan banderol mulai dari Rp13,8 juta.

Suzuki Axelo ini akan resmi diluncurkan tanggal 28 Januari mendatang dan menyusul serentak di10 kota besar di Indonesia

Bila membandingkan dengan Suzuki Shogun, maka Axelo tampil denganperubahan yang cukup signifikan. Mulai dari lampu depan, fairing, bodi,hingga ke buritan dan rear lamp.

Untuk mesinnya Axelo menggunakan jeroan berkapasitas 125 cc 4-tak CDIdengan menggunakan engine balancer. Penggunaan fitur tersebut gunameredam getaran mesin sehingga motor akan terasa lebih nyaman untukdikendarai.

Sementara itu General Manager Marketing 2W SIS Setiawan Suryamenambahkan Axelo nantinya akan hadir dalam tiga varian.

Tipe paling bawah tidak pakai cakram di ban belakang dengan autoclutch, varian kedua cakram ganda depan belakang auto clutch, dan varianteratas dengan cakram depan belakang manual clutch.

Masing-masing sebut dia dibanderol Rp13,8 juta on the road Jakarta,Rp14,7 juta on the road Jakarta, dan Rp15 juta on the road Jakarta.

2010, Rekor Gemilang Wahana

Jakarta, 4 Januari 2011 - Tahun 2010 ternyata jadi masa-masa yang manis buat PT Wahana Makmur Sejati (WMS) selakumain dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Jakarta-Tangerang.

Mengingat tahun lalu WMS berhasil membukukan rekor penjualan tertinggi selama 38 tahun berkiprah di industri sepeda motor domestik.

Catatan akhir tahun WMS menunjukkan sebanyak 367.200 unit motor Honda berhasil dijual WMS. Pencapaian tersebut artinya lebih tinggi 44 persen dibandingkan data penjualan ritel di 2009. Kala itu WMS hanya berhasil menjual sebanyak 254.270 unit motor.

Di semester pertama 2010, tiga bulan berturut-turut pada bulan Maret, April dan Mei rekor demi rekor terpecahkan. Rekor tertinggi tercatat di awal semester ke dua yaitu di bulan Juli 2010, dengan angka 35.177 unit.

Prestasi gemilang ini juga ditopang dengan adanya kegiatan tahunan PRJ (Pekan Raya Jakarta) yang berlangsung di Juni-Juli 2010. Penjualan dari PRJ menyumbang total 8.270 unit. Jumlah ini juga merupakan rekor tertinggi selama WMS berpartisipasi di ajang PRJ.

Tahun 2010 juga menjadi tahun terbaik bagi penjualan motor jenis matic. Data WMS mencatat sepanjang tahun 2010 terjual 171.518 unit motor matik atau 46.7 persen dari total penjualan Jakarta-Tangerang. Honda Beat menjadi primadona dengan jumlah penjualan sebanyak 93,555 unit atau menyumbang sebanyak 25.5 persen dari jumlah total penjualan.

Untuk varian matik peringkat kedua di duduki oleh Vario series dengan kontribusi 16,1 persen. Honda Scoopy yang diluncurkan akhir Mei lalu juga tidak kalah populer di kalangan anak muda dan pencinta retro.

Beberapa produk Honda lainnya juga tetap laris dipasaran. Revo 110 cc series menduduki peringkat ke dua dengan angka penjualan sebanyak 90,876 unit atau 24.7 persen. Sedangkan Supra X series berada di urutan ke 3 menyumbangkan 16.9 persen.

Senin, 03 Januari 2011

Motor Mogok Setelah Dicuci Pakai Steam

GambarJakarta, 3 Januari 2011 - Mau motor kinclong malah mogok di jalan. Itu yang terjadi jika kita tidak mencuci motor yang memakai steam dengan benar.

Ternyata banyak hal yang menyebabkan motor mogok bekerja setelah di permasalahan ini.

Pria ini menuturkan biasanya ada 4 kendala yang menyebabkan matinya motor setelah mencuci dengan menggunakan steam. 

Pertama, pada kepala busi. Apabila kepala busi itu basah oleh air maka ini bisa mematikan pengapian pada motor. Kedua, pada tutup busi motor itu, apabila tutup busi itu  sudah robek maka air dengan mudah masuk dan memadamkan api tersebut. Ketiga, pada karburator motor tersebut. Terkadang pada baut-baut karburator itu ada yang kendor, sehingga air bisa masuk kedalam sela-sela karburator tersebut.

Lelaki yang biasa dipanggil Bang Udin ini mengatakan, apabila kita mengalami  permasalahan ini ada baiknya tutup busi dan businya diganti. 

Selain itu para pengguna sepeda motor dianjurkan untuk rajin memeriksa kendaraannya agar tidak terjadi permasalahan seperti ini. Kabel-kabel elektronik motor yang tidak terbungkus rapi diusahakan ditutup sempurna. Karburator pun disetting ulang untuk mengatur asupan udara.

Minggu, 02 Januari 2011

Pengguna TVS Unjuk Gigi

GambarJakarta - Pengguna sepeda motor asal India, TVS mulai merebak di tanah air. Komunitas pengguna motor TVS-pun mulai bermunculan. Diantaranya pengguna motor TVS yang tergabung dalam TVS Motor Community (TMC) kota Bali, Sulawesi Utara dan Lampung.

Menutup tahun 2010, pengguna TVS itu mengadakan kopi darat dan turing di kota masing-masing. Minggu (2/1/2011), alasannya adalah unjuk gigi kepada pengguna motor lainnya jika TVS Motor Community (TMC) eksis dan bisa mensejajarkan diri dengan pengguna motor di Indonesia.

TVS Motor Community (TMC) Chapter Bali

Sejak Grand Opening TVS Bali pada 27 Agustus 2010 lalu, melalui PT Revayah pengguna motor TVS terus bertambah di pulau Dewata. Seiring dengan kebutuhan saling bertukar informasi dan berkumpulnya konsumen motor TVS, maka melalui PT Revayah selaku Regional Distributor TVS Motor untuk wilayah Bali mendeklarasikan TVS Motor Community (TMC) Chapter Bali pada 21 Oktober 2010.

Dan dalam rangka mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi dengan sesama anggota TMC, para anggota melakukan turing bersama pada 17 November 2010 lalu. Mengambil start di dealer TVS Bali jalan Gatot Subroto no. 522 XX Denpasar, para pengguna motor TVS Neo, TVS RockZ dan TVS Apache yang berjumlah lebih dari 30 bikers melakukan city turing menuju Kintamani dan Bangli.

Para anggota TMC Chapter Bali ini biasa melakukan kopdar setiap malam minggu di Simpang Enam jalan Teuku Umar, Denpasar. 
 
Apache Rider's Club (ARC) Chapter Sulawesi Utara

Para pengurus dan anggota pemilik motor sport dari India, TVS Apache RTR 160 cc di Manado yang tergabung dalam Apache Riders's Club (ARC) melakukan kegiatan bertema "ARC Berbagi Kasih", dimana kegiatan bakti sosial ini diawali dengan gelar bazaar barang-barang sembako, keperluan sehari-hari hingga helm dan jaket turing. Bazaar ini digelar di pelataran parkir dealer TVS Manado di jalan Yos Sudarso no. 80-82, Pal Dua Manado mulai Senin 20 Desember-Kamis 30 Desember 2010.

Selain itu kegiatan baksos yang bertemakan cinta kasih kepada sesamanya ini, juga menggelar hiburan berfoto untuk anak-anak dengan Santa Claus, membagikan bunga mawar kepada para ibu di Mega Mall berkaitan dengan hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember dan pada malam Natal 24 Desember. Hingga penyelenggaraan cek kesehatan gratis untuk kalangan umum.

Hasil dari baksos ini disumbangkan ke panti sosial, masing-masing ke panti sosial muslim dan panti sosial Nasrani di dalam kota Manado. Pada hari penutupan tahun 2010, ARX Sulawesi Utara mengundang para  bikers dari komunitas motor di kota tersebut untuk tahun 2010, yakni dengan mengadakan malam renungan.

Bikers pengguna motor TVS yang tergabung dalam ARC Chapter Sulut ini sudah terbentuk lebih dari 2 tahun itu juga selalu aktif mengadakan turing dalam kota Manado, hingga luar pulau. Seperti turing ke Palu, Makassar, Bandung, Jakarta, Surabaya hingga Denpasar untuk menjalin silaturahmi dengan para pengguna motor TVS di luar pulau Sulawesi.

TVS Motor Community (TMC) Chapter Lampung

Kesibukan sehari-hari tak membuat para anggota TVS Motor Community Chapter Lampung melupakan kopi darat dan turing bersama. Dan dalam rangka menutup tahun 2010, para bikers pengguna motor TVS ini mengadakan turing bertemakan "TMC Lampung Nusantara" sejak 23 Desember 2010 hingga 9 Januari 2011.

Memulai perjalanan dari diler TVS Lampung di jalan Teuku Umar No. 16 A, Kedaton Bandar Lampung, 4 bikers pengurus dan anggota TMC Chapter Lampung ini dilepas keberangkatannya dengan menggunakan 3 unit motor TVS, yaitu 2 unit TVS Apache RTR 160 cc dan 1 unit TVS Neo 110 cc.

Menikmati perjalanan dari Lampung menuju Lombok itu, dimanfaatkan para bikers ini juga untuk bersilaturahmi dengan para pengguna motor TVS dan mengunjungi beberapa diler motor TVS yang tersebar di pulau Jawa dan Bali.

Keempat bikers yang masing-masing bekerja sebagai wirausaha, karyawan di SMP dan guru, tentunya juga berbekal pengetahuan keamanan dan kenyamanan berkendara (safety riding), karena turing ini menempuh perjalanan sekitar sekitar 2.000 km. Dan mereka juga berkesempatan untuk mengunjungi pabrik PT TVS Motor Company Indonesia yang terletak di Karawang Timur, Jawa Barat, sebelum para bikers tersebut kembali ke Lampung melalui Jakarta.