Sabtu, 04 Desember 2010

Motor Injeksi Honda Kurang Diminati di Lampung

GambarLampung, 5 Desember 2010 - Motor dengan teknologi injeksi motor sepertinya kurang dilirik masyarakat Lampung. Dari sekian banyak tipe motor Honda lebih tertarik dengan motor dengan sistem asupan karburator.

Masalah utamanya adalah kurangnya pemahaman tentang teknologi injeksi. Dari data penjualan Honda di Lampung, hasil penjualan Motor Revo matik injeksi sangat tidak signifikan. Honda Revo matik injeksi hanya membukuan penjualan tidak lebih dari 5 persen di kota Metro.

Hal itu diungkapkan oleh pemilik diler Bhineka Motor Group selaku dsitributor motor Honda wilayah kota Metro dan Lampung Tengah, Edi Susanti, Sabtu (3/12/2010).

Penjualan motor injeksi sedikit. Kurang dari 5 persen. Faktor utama masyarakat tidak paham. Kedua tingkat pendidikan mempengaruhi. Yang pendidikannya tinggi yang mau beli.

Namun Edi menyakini penjualan motor injeksi lambat-laun akan membaik diiringi dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat. Honda sendiri terus mengedukasikan tentang motor injeksi kepada masyarakat Lampung khususnya Metro.

Sementara terkait dengan teknisi khusus motor injeksi, Edi menegaskan diler-diler miliknya sudah dibekali teknisi yang paham betul dengan motor injeksi. Seluruh diler Honda di Lampung sudah disiapkan teknisi berpengalaman tentang motor injeksi.

Penjualan Honda di Lampung

Sementara itu untuk penjualan motornya, Honda mengklaim menguasai  pasar motor di Lampung dengan market share sebesar 47, 6 persen pada periode Januari-Oktober 2010.

Hal itu dicetuskan Supervisor Bandar Lampung dan Lampung Selatan PT Tunas Dwipa Matra Aji Subroto.

Aji menjelaskan hasil tersebut data resmi dari Samsat Lampung. Honda sendiri yakin dapat melampaui target di 2010. Target penjualan. Honda di 2010 sebesar 115 ribu unit. Honda hingga November 2010 sudah menggelontorkan sebanyak 110 ribu unit Honda. Potensi penjualan sepeda motor 2010 di Lampung sebanyak 200 -250 ribu unit.

Angka 47, 6 persen itu data resmi dari samsat Lampung. Sementara kompetitor kita tidak ada yang mengalahkan. Kita yakin target 115 ribu di 2010. Salah satunya dengan berbagai macam strategi. Bahkan kita akan melampaui target tersebut.

Dan di tahun depan, Honda semakin saja di Lampung dengan menaikan target penjualan sebesar 31 persen atau menjadi 150 ribu unit.Dengan 2 tahun berturut-turut sejak 2009 kita sudah jadi market leader. Untuk itu di tahun depan kita naikan target penjualan menjadi 150 ribu unit. Kontribusi kita sangat signifikan di Lampung.

Terkait hasil yang dicapai Honda di Lampung, sepeda motor kelas low end (Honda Revo series, BeAT dan Blade) masih mendominasi dengan perolehan 53 persen dari hasil penjualan Honda. Sementara motor matik 40 persen dan motor Honda Tiger dan Megapro sebesar 7 persen.

1.000 Pemotor Ramaikan Jambore Vario

GambarLampung, 4 Desember 2010 - Memanfaatkan akhir pekan, pecinta motor Honda Vario seluruh Indonesia mengadakan Jambore Nasional Honda Vario ke-4 di Lampung tepatnya di kota Metro pada 4-5 Desember 2010.

Acara itu digelar sekaligus dengan Musyawarah Nasional Paguyuban Vario Nusantara. Gathering Nasional Honda Vario ini diadakan pertama kali pada 2007 di Jakarta.

Tak kurang 1.000 pengguna Vario dari 40 klub Vario dari berbagai penjuru Tanah Air berkumpul di Taman Metro jalan Jendral Sudirman (depan rumah Walikota Metro).

Saya perkirakan peserta Jambore Nasional Honda Vario ke-4 di Lampung bisa mencapai 1.000 orang. Jika satu club minimal 2 orang, sudah terdapat 80 orang. Belum lagi ditambah pecinta Vario dari Lampung dan sekitarnya atau pecinta motor Honda
lainnya.

40 Klub itu terdiri dari Honda Vario Riders Club (H-VRC) Bandung, Honda Vario Club (HVC) all chapter, Yogyakarta Vario Community ( Javacomm),  Honda Vario Owner Club Tasikmalaya (HVOC-T), Vario Owner Club Sukabumi (VOCS), Ciamis Honda Vario Community (CHVC), Vario Rider Bogor (VRB), Vario Owner Club (VOC) Malang, Balikpapan Vario Community (BVC), Vario Matik Club Solo (VMAC'S), dan Vario Club Surabaya (VCS).

Acara juga turut dimeriahkan oleh pengguna Honda Vario yang tergabung dalam VOC Klaten, Honda Vario Semarang, D'javoe Yogyakarta, NVM Next Vario Malang, TVC Trenggelek Vario Club, BAVAS Banjar, VTOC Tegal, VACTA Tangerang, VIP Vario
Independent Ponorogo, MVP. Purwadadi, Vanila Boyolali, VBC Vario Banjarsari Club, VRC Banten, VOC Tangerang, CVC Ciputat dan Vario Independent Serang (VIS).

Tak ketinggalan club Vario dari luar Pulau Jawa antara lain Honda Vario Bali Club (VBC), Viber Vario Bali Rider, Vanatic Medan, HVOC Lombok, Honda Vario Club Lampung (HVCL), I'm Vario Club Bengkulu (IVC), Bima (VBC), Virgin Vario Club Jambi, NTT, BVC Bontang dan Vario Mahakam.

Ajang kali ini juga diramaikan kampanye safety riding, games, service murah, penjualan unit dan sparepart, band lokal dan juga bazzar. Dan agar acara tidak monoton,  Jambore Nasional Honda Vario ke-4 diselingi kegiatan CSR dalam bentuk kampenye "bikers peduli" yang diiplementasikan dengan pembagian helm standar SNI.Tidak puas hanya kumpul-kumpul para pecinta motor Honda Vario itu melakukan city rolling dengan mengitari kota Metro. Merekapun berjajar rapih melakukan perjalanan yang dimulai dari Taman Metro dan finish di Taman Metro.

Penunggang Honda Vario wanita dan pria bersatu.. Untuk tetap selamat melakukan city rolling, mereka tetap mengutamakan safety riding yang selama ini mereka dapatkan selama bergabung di dalam club.

Jumat, 03 Desember 2010

Kumpul-kumpul GL Pro-Max Riders

GambarJakarta, 4 Desember 2010  - Bagi sebuah komunitas roda dua ataupun roda empat kumpul-kumpul sangatlah penting. Selain saling mengenal satu sama lali, dari ajang itu juga bisa mempererat tali silaturahmi.


Seperti para pengguna roda dua yang tergabung dalam GL Pro-Max Riders. Untuk itu, ketika ada kesempatan di sela-sela menjalankan aktivitas sehari-hari, GL Pro-Max Riders mengadakan gathering besar.


Acara itupun dipusatkan di tempat wisata Kebun Binatang Ragunan, Jakarta akhir pekan lalu. Asyiknya, tidak hanya penunggang saja yang hadir. Istri dan anak tercinta ikut nimbrung memeriahkan gathering besar.


"Ketika ada kesempatan langsung kita buat rencana untuk kumpul. Tempat dipusatkan di Ragunan. Dalam acara itu juga menjadi ajang gathering dan membuka forum internal. Intinya untuk mempererat tali silahturahmi antar anggota kami," kata Pramono (073) Jumat (3/12/2010).


Pria yang akrab disapa Cothek itupun mengakui aktivitas sehari-hari sudah menjadi 'momok' dan menghalangi anggota klub untuk berkumpul. Waktu gathering juga dimanfaatkan oleh member untuk saling mengingatkan agar lebih hati-hati di jalan dan saling menghormati sesama pengguna jalan.


Lebih dari itu, Cothek juga coba menekankan agar para member selalu safety riding ketika berada di jalan. 


"Kesempatan juga kita manfaatkan untuk saling mengingatkan untuk berhati-hati, saling menghormati dan selalu menerapkan safety riding di jalanan," ucapnya.

GL Pro-Max Riders kini sudah berjumlah 112 anggota. Klub tersebut mengadakan kopdar setiap Jumat pukul 21.00 WIB di parkiran perkantoran gedung Aramex (depan gereja santa) jalan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan.


Pada Januari 2011, Club GL Pro-Max Riders memasuki usia 7 tahun. Bukan usia muda untuk suatu kelompok. 


Karenanya, Cothek berharap club yang dibawahinya semakin solid serta makin banyak pengguna motor Honda GL Pro berminat gabung. "Saya harap kita semakin solid dan makin banyak membernya," harap Cothek.

Kamis, 02 Desember 2010

Yamaha Mio Berkaki Tunggal

Denpasar, 3 Desember 2010 - Dari tampilan, terutama di sektor bodi, modifikasi yang dilakukan Subagyo dari B Custom terhadap Yamaha Mio 2009 ini tak ada yang ekstrem. Tapi, ada satu bagian yang bisa dibilang unik, yakni model peredam kejut depan yang tunggal.

Untuk mengubah dari standar ke model tunggal, sang modifikator menggunakan bahan besi yang pas sebagai pegangan dan dudukan peredam kejut. Untuk suspensi depan, kata Subagyo, ia menggunakan pipa setebal 5 mm dan lebar 50 mm.


Desain diakuinya mengikuti skuter Italia. Supaya terlihat rapi, pelat besi dibungkus pelat baru lagi, kemudian didempul dan dicat rapi. Sementara itu, peredam kejut belakang berubah, tidak di pinggir, tapi bergeser ke tengah dan memakai punya Suzuki RG-R. Sementara itu, pegangan peredam kejut bagian bawah dibuat dari pipa diameter 1 inci (25,4 mm) yang dibautkan ke cover CVT.

"Tapi sumbu roda masih standar dan tidak saya tergoda untuk memundurkannya karena konsepnya racing look," ungkap builder asal Jawa Timur yang kini menetap di Pulau Dewata itu.

Biar gampang, velg tetap menggunakan asli Mio. Namun, as roda harus dibuat ulang. "Dibuat di tukang bubut yang ukurannya sedikit lebih besar dibandingkan aslinya supaya kuat," urai ayah dua anak ini.

Urusan bodi, Bagyo tak ingin macam-macam. Bagian belakang dibuat bergaya racing dengan memakai pelat galvanis. Sementara itu, bagian depan cukup andalkan punya Mio Soul yang di-custom ulang.

Yamaha Punya Skutik Baru

Bangkok, 3 Desember 2010 - Yamaha baru saja merilis skuter matik (skutik) terbarunya di Thailand. Setelah Mio, Nouvo, dan Fino, kini produsen berlambang garpu tala itu punya Fiore.

Yamaha mengklaim, Fiore merupakan motor paling irit di Thailand karena hanya mengkonsumsi BBM 1 liter untuk jarak tempuh 51 Km. Demikian dilansir Autoincar, Jumat (3/12/2010).

Hal ini terjadi akibat produsen roda dua yang berpusat di Jepang itu telah menerapkan sistem fuel injectionuntuk Fiore. Bila pada Honda dikenal sebagai PGM-FI, maka Yamaha menamakannya YMJET (Yamaha Mixture Jet-Fuel Injection).

Dengan panjang 1.795 mm, lebar 685 mm, tinggi 1.030 mm dan ground clearance 115 mm, Yamaha Fiore mengusung mesin 113 cc SOHC berpendingin udara.

Bentuknya terbilang mungil dengan desain centil. Lihat saja pola lampu depannya yang masih terinspirasi dari Yamaha Fino. Namun diatas headlamp ada kisi-kisi udara yang sebelumnya tidak lazim dipakai di skutik-skutik Yamaha.

Lampu sein menempel di bagain sisi motor. Sementara bodi kiri dan kananya diberi grafir bertema centil. Bentuk buritan tampil mini dengan lampu rem belakang dan sein yang terpisah.

Bentuk speedometer juga tampil simple tapi penuh warna-warna ceria. Untuk kaki-kaki Fiore menggunakan ban 12 inci berukuran 90/90.

Ada tiga tema warna yang dipakai Yamaha untuk Fiore, Cool, Cute, dan Chic. Ketiganya punya pilihan padu padan kelir dan corak yang berbeda. Yang jelas semua tampil serba centil!

Biker Berpengalaman Minim Resiko Celaka di Jalan?

Jakarta, 2 Desember 2010 - Ilmuwan dari Nottingham University menyelidiki sikap, perilaku, dan keterampilan pengendara sepeda motor sesuai dengan tingkat pengalamannya berkendara.

Studi yang dilakukan oleh Centre for Motorcycle Ergonomics & Rider Human Factors University of Nottingham tersebut dirancang untuk mengetahui apakah mereka yang sebelumnya telah lama berkendara bisa lebih baik dan lebih aman di jalan saat mengemudikan motornya ketimbang yang baru bisa naik motor.

Menggunakan simulator berupa motor Triumph Daytona 675 didapat hasil temuan yang cukup mengejutkan. Ternyata mereka yang telah memiliki pengalaman berkendara tidak lebih aman di jalan. Pada beberapa kasus, pengendara yang sudah lama nyemplak sepeda motor malah bak pemula.

Namun pengendara yang telah lama menunggangi sepeda motor terbukti mampu mengantisipasi dan merespon bahaya lebih baik, mengetahui batas kecepatan di perkotaan, dan sanggup menikung dengan lebih baik daripada yang belum lama naik motor.


Hasil penelitian ini, kata dia membuktikan betapa pentingnya pelatihan dasar berkendara bagi biker sebelum benar-benar turun ke jalan.

Rabu, 01 Desember 2010

Perang CBR 250R Vs Ninja 250R Dimenangkan Honda

Jakarta, 2 Desember 2010 - Kemunculan Honda CBR 250R di gelaran Jakarta Motorcycle Show (JMCS) 2010, tak ayal yangsung menggelitik para pecinta motor sport 250 cc yang selama ini hanya dihadirkan Kawasaki Ninja 250R.

Beberapa pendapat pro dan kontra pun menghiasi kehadiran motor sport terbaru Honda itu. Ada yang suka tapi ada pula yang mencaci.
Para pecinta motor sport diminta untuk memilih, maka yang menurut mereka lebih baik di kelas motor sport 250 cc. CBR 150R atau Ninja 250R?
CBR250R menggunakan mesin 249 cc liquid cooled 4-tak DOHC single cylinder berkode CS250RE dengan kompresi rasio 10,7:1. Ini berbeda dengan Ninja yang punya jeroan 248 cc 4-tak 2 cylinder liquid cooled yang memiliki kompresi rasio 11,6:1.

Namun jangan lantas remehkan CBR, karena Honda telah menjejalkan Program Fuel Injection System (PGM-FI). Sementara Kawasaki masih percaya dengan kaburator lansiran Keihin CVK30.

Untuk menopang dimensi motor dengan panjang 2.035 mm, lebar 0.720 mm, dan 1.125 mm, Honda menggunakan ban berukuran 110/70-17M/C di depan dan 140/70-17M/C dibagian belakang.

Sedangkan Kawasaki memiliki si karet bundar berukuran 100/70 50S dan 130/70 64S jenis Tubeless yang bersanding dengan pelek racing ukuran 17 inci.

Urusan variasi warna Honda menawarkan Candy Ruby Red, Sword Silver Metalic, dan Asteroid Black Metalic. Kawasaki punya lebih banyak pilihan dengan Candy Plasma Blue, Ebony, Passion Red, dan Lime Green.